Beredar video Kapolri Tito Karnavian memeriksa kesiapan amunisi Brimob. 
Reaksi waganet:“Gelar pasukan di Jakarta... Ada 20 peluru tajam yang di sandang 
Brimob pada magazane kedua. Ini rezim udah siap - siap mau memerangi rakyat 
kah.???"

Reaksi mantan Panglima TNI:
NEWS
POLITIK & KEAMANAN


GATOT NURMANTYO : ADA SITUASI APA PELURU STANDAR TNI DIPAKAI POLISI
DAKSAN MOHAMMAD4 MAY 2019
PB, Jakarta — Mantan Panglima TNI Jenderal Purn. Gatot Nurmantyo mempertanyakan 
kebijakan pimpinan TNI yang merekomendasikan amunisi TNI dipakai Polri.


Pasalnya kata Mantan Kasad ini, Pada tanggal 22 April 2019 Kabais 
merekomendasikan amunisi yang disimpan di gudang TNI dikeluarkan untuk 
digunakan Polri.




“Kemudian pada tanggal tanggal 22 April, Kabais merekomendasi semua yang di 
gudang TNI itu dikeluarkan diberikan kepada Kepolisian. Saya jadi bingung juga 
latar belakangnya apa kan, tetapi kalau kita berpikir positif ya boleh-boleh 
saja ndak ada masalah. Kalau perang declare saja polisi jadi kombatan. Tapi 
dalam kondisi seperti ini perlu dipertanyakan, ada situasi apa?” tegas Gatot 
Nurmantyo dalam acara E Talkshow TV one, Jum’at (3/5).




Menurut dia polemik penggunaan amunisi sebenarnya telah clear saat dirinya 
menjabat sebagai Panglima TNI.




Saat itu kata dia disepakati bahwa amunisi yang digunakan TNI adalah amunisi 
yang dapat membunuh sesuai dengan fungsi TNI sebagai kombatan.




“Pada saat itu kan sudah diselesaikan oleh Menkopolhukam kalau tidak salah 6 
Oktober yang dinyatakan bahwa berdasarkan peraturan menteri pertahanan itu TNI 
itu kombatan, kalau kombatan itu maka senjatanya itu untuk membunuh karena 
bertugas mempertahankan kedaulatan negara, kemudian polisi itu non kombatan 
jadi harus dibawah 5,56  yang hanya untuk melumpuhkan saja saja karena 
penegakan hukum kamtibmas dan pelindung rakyat,” jelas Gatot.




(Redaksi)

Kirim email ke