https://dunia.tempo.co/read/1202320/sri-lanka-usir-200-ulama-islam-rombak-kebijakan-visa/full&view=ok
Sri Lanka Usir 200 Ulama Islam, Rombak
Kebijakan Visa
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Maria Rita Hasugian
Senin, 6 Mei 2019 06:05 WIB
Seorang gadis memegang lilin saat mengikuti aksi solidaritas untuk para
korban ledakan bom berantai Sri Lanka, di Lahore, Pakistan, 23 April
2019. REUTERS/Mohsin Raza
<https://statik.tempo.co/data/2019/04/24/id_836637/836637_720.jpg>
Seorang gadis memegang lilin saat mengikuti aksi solidaritas untuk para
korban ledakan bom berantai Sri Lanka, di Lahore, Pakistan, 23 April
2019. REUTERS/Mohsin Raza
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pemerintah Sri Lanka
<https://www.tempo.co/tag/sri-lanka> mengusir lebih dari 600 warga asing
termasuk sekitar 200 ulama Islam setelah terjadi bom bunuh diri pada
Minggu Paskah pada 21 Appril 2019.
Menteri Dalam Negeri Sri Lanka, Vajira Abeywardena mengatkan,
sekitarĀ 200 ulama itu masuk ke Sri Lanka secara legal. Namun setelah
aparat keamanan melakukan pemeriksaan setelah serangan bom bunuh diri
itu, ditemukan mereka tinggal melebihi batas waktu yang ada di visa.
Baca: Khawatirkan Teror, Gereja Katolik Sri Lanka Misa via Televisi
<https://dunia.tempo.co/read/1202087/khawatirkan-teror-gereja-katolik-sri-lanka-misa-via-televisi>
Pihak berwenang menghukum mereka untuk membayar denda dan kemudian
mengusir mereka keluar dari Sri Lanka.
"Mempertimbangkan situasi negara saat ini, kami telah mengkaji sistem
visa dan mengambil keputusan untuk memperketat pengawasan visa bagi
guru-guru agama. Dari mereka yang dikeluarkan, sekitar 200 orang ulama
Islam," kata Abeywardena seperti dikutip dari Channel News Asia, 5 Mei 2019.
Baca: ISIS Danai Teror Bom Bunuh Diri di Sri Lanka dengan Bitcoin
<https://dunia.tempo.co/read/1201527/isis-danai-teror-bom-bunuh-diri-di-sri-lanka-dengan-bitcoin>
Mengenai kewarganegaraan para ulama yang diusir, Menteri Abeywardena
tidak memberikan informasi. Namun menurut seorang polisi asal mereka
yang diusir keluar dari Sri Lanka antara lain Bangladesh, India,
Maladewa, dan Pakistan.
Menteri Abeywardena mengatakan, mempertimbangkan kekhawatiran ulama
asing ini meradikalisasi warga lokal untuk mengulangi kembali bom bunuh
diri pada Minggu Paskah, maka pemerintah Sri Lanka sedang merombak
kebijakan pengajuan visa.
Ledakan bom bunuh diri pada Minggu Paskah di Sri Lanka telah merengut
257 jiwa dan hampir 500 orang terluka.
Baca: Siapa Mengebom Hotel dan Gereja di Sri Lanka?
<https://fokus.tempo.co/read/1198373/siapa-mengebom-hotel-dan-gereja-di-sri-lanka>
PelakuĀ diduga dipimpin seorang ulama setempat yang diketahui telah
berkunjung ke India dan berhubungan dengan milisi di sana.
Sri Lanka <https://www.tempo.co/tag/sri-lanka> memberlakukan status
darurat sejak serangan bom bunuh diri terjadi di 3 gereja dan 3 hotel
mewah dengan memberikan kewenangan kepada tentara dan polisi untuk
menangkap dan menahan tersangka untuk jangka panjang. Aparat keamanan
dan penegak hukum ini juga melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah
untuk mencari bahan peledak dan bahan propaganda ekstrimis Islam.
------------------------------------------------------------------------