https://www.kompasiana.com/milisinasionalisback/5cd183743ba7f75e5866ca02/goenawan-mohamad-penyakit-orba-wiranto-belum-sembuh

Goenawan Mohamad: Penyakit Orba Wiranto Belum Sembuh


7 Mei 2019   20:09 Diperbarui: 7 Mei 2019   20:15

Gaya otoriter kembali diperlihatkan rezim ini. Orde Baru yang sempat begitu
lama berlangsung di negeri ini sepertinya meninggalkan bekas pada pola
pikir di banyak pejabat Pemerintah. Gaya berpikir yang identik dengan Orde
Baru adalah cara-cara mengancam dan mengintimidasi yang sarat dengan
diiringi tindakan kekeran.

Pola kepemimpinan yang intimidatif hari-hari ini muncul kembali. Pada umur
reformasi yang sudah menginjak dewasa ini masih saja tindakan otoriter
diperlihatkan oleh pejabat negara, sungguh hal yang sangat disayangkan dan
dapat menjadi ancaman bagi demokrasi.

Sikap arogan yang berupaya menghambat iklim demokratis di negeri ini kali
ini terucap dari Menkopolhukan
<https://www.kompasiana.com/tag/menkopolhukan> Wiranto
<https://www.kompasiana.com/tag/wiranto>. Dalam sebuah rapat tertutup
bersama jajaran beberapa Menteri Wiranto meninta Kementerian Komunikasi dan
Informatika yang dikepalai oleh Rudiantara untuk mengambil langkah tegas
dan nyata. Langkah tersebut tidak hanya terbatas pada platform Medsos saja
tapi juga sampai ke media mainstream, harus diberi sanksi tegas bila
disinyalir melakukan upaya-upaya adu domba dan mendeligitimasi hasil
pemilu. "Media mana yang nyata-nyata membantu pelanggaran hukum, kalau
perlu kami shutdown, kami hentikan. Kami tutup demi keamanan nasional,"
ujar Wiranto pada kesempatan tersebut.

Jelas pernyataan sikap yang hendak men-shutdown media adalah sikap yang
berlawanan dengan demokrasi. Sontak pernyataan Wiranto tersebut menuai
polemik dari berbagai macam pihak. Goenawan Mohamad pun bereaksi, dalam
sebuat tweet sosok Budayawan yang akrab disaba GM itu menyatakan bahwa
seharusnya Wiranto mundur dari pemerintahan Jokowi, sebab dalam diri
Wiranto masih bersemayam benih-benih penyakit yang diidap sejak Orde Baru.
Penyakit tersebut dianggap dapat mebahayakan kesehatan iklim demokrasi
Indonesia saat ini, "Wiranto ancam mau tutup media? Kalau benar, dia belum
sembuh dari penyakit Orba. Dan tak tahu hukum.  Silakan mundur dari
pemerintahan @jokowi 2019-2024", begitu ucap GM yang dikenal juga pernah
menjabat sebagai Pimred Tempo. Sikap otoriter dan arogan bukanlah sesuatu
yang dapat hidup berdampingan dalam masyarakat yang demokratis .

Tidak hanya GM yang bereaksi, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Fahri Hamzah pun ikut merespon ucapan Wiranto sebagai Menkopolhukam. Fahri
Hamzah menyayangkin ucapan Wiranto yang mengamcam kebebasan pers di negara
yang demokratis ini. Fahri juga mengungkapkan sikap Wiranto boleh jadi
adalah cerminan pemerintah yang panik dalam menghadapi kritisnya dunia pers
Indonesia. "Kapasitas pemerintah untuk mengelola kebebasan itu yang perlu
diperbaki. Jangan kemudian pemerintahnya gelagapan, panik, lalu kemudian
kebebasannya mau ditutup, itu salah," ucap Fahri Hamzah di Kompleks Istana
Kepresidenan Jakarta pada Senin 5 Mei kemarin. Fahri juga menambahkan
seharusnya pemerintah turut aktif dalam menanggapi berbagai macam isu yang
bergulir di masyarakat, baik di Medsos maupun media berita mainstream.

Dewan Pers juga secara tegas meminta Menteri Koordinator Bidang Politik
<https://www.kompasiana.com/tag/politik>, Hukum, dan Keamanan Wiranto
mengklarifikasi pernyataannya yang mengancam akan menutup media yang
membantu pelanggaran hukum. Hal tersebut adalah penting sebab kebebasan
pers telah dijamin Undang-Undang, dan jangan sampai ancaman tersebut justru
mengembalikan demokrasi Indonesia kembali ke rezim yang otoriter.
Penyensoran dan pembredelan pers adalah tanda mundurnya demokrasi Indonesia
setelah begitu lama berjuang dengan demokrasi.

Adalah sebuah langkah yang tepat dan memang seharusnya diambil oleh Wiranto
sebagai Menkopolhukam untuk mengambil sikap membuka suara memberikan
klarifikasi mengenai maksud dan ucapannya tersebut. Jangan samapi ada
benih-benih otoriter bersembunyi di Istana Negara. Lawan pemerintah
otoriter sejak dini.

Sumber:

https://www.suara.com/news/2019/05/07/092255/wiranto-ancam-tutup-media-goenawan-mohamad-dia-belum-sembuh-penyakit-orba

http://www.rmolbanten.com/read/2019/05/07/8123/Indonesia-Sudah-Di-Era-Reformasi,-Wiranto-Barangkali-Lupa-

http://bali.tribunnews.com/2019/05/06/fahri-hamzah-sebut-pemerintah-panik-setelah-wiranto-ancam-tutup-media

https://nasional.kompas.com/read/2019/05/07/16042991/dewan-pers-minta-wiranto-klarifikasi-soal-ancaman-menutup-media

Kirim email ke