----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail ronggo. 
<[email protected]>; Sheila Kartika [email protected] 
[PERS-Indonesia] <[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; Chalik Hamid 
<[email protected]>; Eric DMS 
<[email protected]>; RKB <[email protected]>; 
Bh.jo [email protected] <[email protected]>Cc: "[email protected]" 
<[email protected]>; Sahala Silalahi <[email protected]>; 
'[email protected]' [email protected] [temu_eropa] 
<[email protected]>; SUTEDJA GUSTI <[email protected]>; Bismo 
Gondokusumo <[email protected]>Terkirim: Selasa, 7 Mei 2019 18.53.12 
GMT+2Judul: Re: [nasional-list] Angka Pengangguran Bali Terendah se-Indonesia
     

Sekedar OPINI BEBAS  yang tak mengikat (Tak dianggap serius pun tak apa atau 
''RA POPO''..begitu.. )
ORANG BALI  pada umumnya TAHU MENGHARGAI HIDUP dan PAHAM akan ARTI HIDUP 
Orang Bali pada umumnya Paham untuk  Menguasai  Kehidupannya  > Berjiwa 
Religious (Hindu)  - tapi Berpikir Logis - Pragmatis dan terkesan sebagai suatu 
KEHARMONISAN JIWA yang analogis seperti  istilah YING & YANG yang sering pula 
kita dengar...  Orang Bali menganggap bahwa Kehidupan itu adalah SUATU 
REINKARNASI PROCES (Proces Kehidupan) ...yang membentuk Nilai dan Bentuk 
Kehidupan yang (kwalitatif)  lain dan yang baru yang menunjukkan Suatu Tingkat 
Kehidupan yang lebih sempurna.   
   - Dan mungkin ada baiknya Kita pun belajar memahami Kehidupan ini seperti 
Wong Bali  ( Harmonis dalam Hidup dan Kehidupan itu sendiri  > Keharmonisan 
antara AKAL dan BUDI ) .. Ia berkomunikasi secara Religious ketika menghadap 
sang Penciptanya , Namun Ia Beripikir dan Memakai AKALnya ketika harus 
menghadapi Kehidupan yang Real /nyata untuk bisa Hidup dan menghidupi dirinya 
dan keluarganya.. 
   - Mungkin cukup mengambil salah satu Unsur Kehidupan di bumi ini - yaitu > 
''WAKTU''  yang juga bisa kita Artikan dan Pahami  dengan baik bahwa 
''WAKTUPUN'' adalah suatu REINKARNASI PROCES  dan atau dengan kata lain 
REPRODUKSI PROCES > bahwa Waktu Kehidupan itu pun adalah Suatu Pengulangan 
Proces  ( Pagi- Siang- Malam)  terus menerus berulang > terminus technicus 
PERPETUUM MOBILE  yang selalu BISA MELAHIRKAN NILAI2 dan BENTUK KEHIDUPAN YANG 
BARU atau  Kwalitatif lebih tinggi  atau bahkan sebaliknya lebih rendah 
(merosot )............. TERGANTUNG BAGAIMANA KITA MEMPERGUNAKAN WAKTU YANG 
BEHARGA dan yang ADA - dan yang  KITA  MASING2 PUNYAI . Selanjutnya akan pula 
TERGANTUNG  pada  KESANGGUPAN dan KEMAUAN serta TUJUAN HIDUP SESEORANG dalam 
MENGGUNAKAN WAKTU YANG TERBATAS ITU bersama dengan  SEGALA KESEMPATAN YANG 
DIBERIKANnya  kepada setiap dari Kita.
Note : Asalkan  jangan terus diambil seenaknya dan diambil gampangnya ....bahwa 
Tak ada Kerjaan atau  Belum dapat Kerja ... yah Cari - Cari Kesempatan 
lain...lah... yang baginya paling Gampang ( masih lumayan kalau cuming Berdoa 
Seharian suntuk ...Paling2 ya Habis waktunya yang berharga itu  dengan cuma2 
gtanpa Hasil yang meyakinkan .....   tapi  lebih parah lagi kalau Cari2 
Kesempatan untuk Korupsi , Pemerasan, Penipuan dan atau cari Sogokan atau 
bahkan Mencuri dan Merampok Orang lain...  Salah2 akhirnya meringkuk di HOTEL 
GRATIS berjendela dan berpintu Besi............... 


 KESIMPULAN &  PENUTUPDIATAS SEGALANYA dan Sebagai akhir kata dan Kesimpulan 
yang bisa ditarik dari Obrolan di Warung Kopi  ini ( Artinya > Bicara Bebas 
tentang segala sesuatu ),Saya ingin menekankan  bahwa Di Perusahaan2 , di 
Daerah2  dan atau Kawasan bahkan di Negara 2 manapun , dimana terdapat SEDiKIT  
atau SEDIKIT SEKALI PENGANGGURAN ( Dengan angka terendah ) , maka bisa segera 
disimpulkan ADANYA  GEJALA2 dan FAKTOR2 POSITIVE  yang mendorong dan atau 
menciptakan Rendahnya TIngkat Pengangguran di Daerah yang bersangkutan ANTARA 
LAIN misalnya:1. TINGKAT KEPEMIMPINAN DAERAH  dan atau NEGARA SETEMPAT YANG 
TINGGI  ( Good Governance and Management System )2. Atau Adanya PENINGKATAN 
AKTIVITAS PRODUKSI di kawasan yang bersangkutan 3. Dan atau sekali gus KEDUA  
FAKTOR tsb diatas  yang langsung saling mengisi dan mempengaruhi satu sama lain 
( Interaktive Factor) -    yang berhasil menekan ARMADA PENGANGGURAN  seminimal 
mungkin  dan yang pada Dampak Finalnya berhasil  MENYERAP    SEMAXIMAL MUNGKIN 
TENAGA KERJA  (NON AKTIVE tsb )  menjadi TENAGA KERJA AKTIVE DAN PRODUKTIF4. 
DIBELAKANG Scenario Keberhasilan yang sempat dicapai  ( berdasarakan point 1, 2 
dan 3 tsb diatas   ) , maka Peranan Faktor ke 4 >    INVESTASI INPUT dan atau 
FINANCIAL SUPPORT akan sangat berpengaruh dan pada Moment Tertentu bahkan  bisa 
sangat memegang     Peranan yang sangat Menentukan  sehingga dari Dari FAKTOR 
PENUNJANG bahkan bisa menjadi LEADING FACTOR yang menentukan    segalanya ( 
Tetapi Besarnya Arti dan Peranan Injeksi atau Intervensi Keuangan akan segera  
Kehilangan Arti dan Peranannya ... apabila     dikuasai oleh Budaya dan 
Skandal2 Korupsi, Sogokan , Money laundering dan segala jenis Penyelewengan 
hukum dan Penyalahgunaan      Jabatan dan Kekuasaan ,dll...)5.  Dan jika  
keempat Faktor tersebut  juga disusahakan dan dipraktekkan di Daerah atau 
Provinsi Daerah2 lainnya di indonesia , maka Saya     percaya, bahwa  Bukan 
Hanya PULAU BALI  saja yang sanggup menunjukkan ANGKA PENGANGGURAN TERENDAH  
...melainkan di     hampir Seluruh Daerah Provinsi lainnya di Indonesia akan 
bisa menikmati Hasil yang serupa .!     NOTE: Kecuali mungkin justru di Pulau 
Jawa lah yang akan merupakan PULAU dan PROVINSI yang akan  BERMASALAH mengingat 
               Besarnya Konsentrasi dan Kepadatan Penduduk (Demography) yang 
cenderung sangat membebani PROGRAM DAN ALOKASI                 PEMBANGUNAN YANG 
MERATA di seluruh NUSANTARA INDONESIA - bersamanya BESARNYA ARMADA PENGANGGURAN 
                di PULAU JAWA  dibandingkan  dengan Daerah Provinsi 2  lainnya, 
kecuali mungkin jika dibandingkan dengan Daerah Kepulauan                 yang 
terpencil lainnya.
SELAMAT BERPUASA dan BERBUKA dengan Ketenangan Hati dan Damai di Pikiran ( jika 
mungkin tidak karena dan hanya di bulan Puasa)....AMIN...(mrx)
On Mon, 6 May 2019 at 18:37, 'j..gedearka' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]> wrote:

     
 


 
 
http://www.balipost.com/news/2019/05/06/74658/Angka-Pengangguran-Bali-Terendah-se-Indonesia.html
 
    Berbagi di Facebook   Tweet di Twitter       
   -    
 
   -     
 
    Job Fair salah upaya mengurangi pengangguran. (BP/dok)  
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali kembali 
merilis data ketenagakerjaan. Berdasarkan hasil Survei Angkata Kerja Nasional 
Februari 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Bali terendah 
se-Indonesia yaitu sebesar 1,19 persen.
     
Jumlah penduduk usia kerja (15-64) di Provinsi Bali pada Februari 2019 mencapai 
3.311.971 orang. Dari jumlah usia kerja tersebut yang termasuk dalam angkatan 
kerja sebanyak 76,68 persen (2.539.578 orang) dan yang bukan angkatan kerja 
sebanyak 23,32 persen (772.393 orang).
 
Kepala BPS Bali Adi Nugroho mengatakan, sebesar 98,81 persen dari jumlah 
penduduk usia kerja terserap dalam lapangan kerja yang didominasi oleh sektor 
pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, 
reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor dan sektor pertambanhan, 
penggalian, dan industri pengolahan. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan  
mampu menyerap tenaga kerja sebesar 21,64 persen (543.107 orang).
  Baca juga:  Gempa 6,4 SR Guncang Bali  
Sedangkan sektor perdagangn besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan 
sepeda motor menyerap tenaga kerja terbesar kedua sebanyak 18,22 persen 
(457.207 orang). Penduduk yang bekerja pada sektor pertambangan, penggalian dan 
industry pengolahan mencapai 400.068 orang (15,94 persen).
           
Jika dilihat, menurut status pekerjaannya, dari seluruh penduduk yang bekerja 
pada Februari 2019, status pekerjaan utama terbanyak adalah sebagai buruh, 
karyawan, pegawai sebesar 44,85 persen (1.125.429 orang). Diikuti mereka yang 
berstatus berusaha sendiri dengan persentase sebesar 15,35 persen (385.089).
 
Indikator penting lainnya dalam ketenagakerjaan adalah menuntut pendidikan. 
Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, penduduk usia kerja yang 
bekerja masing didominasi oleh pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah 
(34,57 persen). (Citta Maya/balipost)
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

   
    

Kirim email ke