Selamat, Anda telah gebuk.., eh gemuk!
GebukBungkam
-
Jumat, 10 Mei 2019 | 20:44 WIB

Komnas HAM: Tim Asistensi Hukum Bentukan Wiranto Mirip Kopkamtib


Team VIVA »VIVA - Tim Asistensi Hukum yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang 
Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, dirasa mirip Komando Pemulihan Keamanan 
dan Ketertiban (Kopkamtib) yang ada saat rezim Orde Baru. Sebab, tugas tim 
menilai ucapan pihak yang bertolak dengan pemerintah..

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Choirul Anam, menyebut tindakan 
tersebut rawan disalahgunakan guna membungkam kritik pada pemerintah.

"Ini kayak pangkopkamtib zamannya Soeharto," ujar Anam di Kantor Komnas HAM, 
Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 10 Mei 2019.
Pembentukan dinilai tak masuk akal karena untuk merespons ucapan tokoh pasca 
Pemilu 2019. Apabila memang ada ucapan tokoh mengarah pada ancaman kedaulatan 
negara, polisi dirasa bisa jadi pihak yang menindaklanjutinya.
Untuk itu lah, pembentukan tim harus dievaluasi karena tampaknya malah membuat 
kondisi memanas. Sebaiknya, tim ini dibentuk langsung di bawah kapolri lantaran 
kepolisian lah yang bertugas menjaga keamanan.
"Ada baiknya tim ini dievaluasi ulang. Kalau memang dibentuk ulang, ya di bawah 
kepolisian, bukan menteri," kata dia lagi.
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto menyampaikan akan membentuk tim pengkaji 
yang berperan mengkaji tindakan yang melanggar hukum. Wiranto menyebut tim ini 
merupakan kesimpulan dari rapat koordinasi terbatas di kantornya, Senin, 6 Mei 
2019.
Dia mengklaim pemerintah sudah berkomunikasi dengan beberapa pakar hukum tata 
negara terkait pembentukan tim ini.
"Dan, tim ini lengkap, dari para pakar hukum tata negara, para profesor, doktor 
berbagai universitas sudah saya undang. Sudah saya ajak bicara," kata Wiranto.
Menurutnya, tim ini dibentuk karena tak bisa membiarkan potensi ancaman 
terhadap pemerintahan yang masih sah. Ia pun menyebut ancaman itu seperti 
hujatan dan cercaan terhadap Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara yang 
masih berlaku hingga Oktober 2019.

Kirim email ke