Tujuh pelaut Indonesia bermasalah di China dibebaskan
Senin, 13 Mei 2019 13:28 WIB
Tujuh pelaut Indonesia bermasalah di China dibebaskan
Posisi terakhir tujuh ABK Indonesia di laut China timur. (Google Maps
Screenshot)
Jakarta (ANTARA) -Tujuh pelaut Indonesia yang kapalnya sempat menghadapi
masalah pelanggaran izin di perairan Shanghai, China, telah dibebaskan
dan kembali berlayar.
Persoalan ini mengakibatkan ketujuh WNI awak Kapal Jixiang,
terkatung-katung di perairan Shanghai selama 24 hari, saat menunggu
proses penyelesaian administrasi dan kewajiban lainnya oleh perusahaan
pelayaran yang berkedudukan di Taiwan.
“Melalui pendampingan KJRI Shanghai alhamdulillah ijazah semua kru kapal
(yang sempat ditahan) sudah dikembalikan,/port clearance/sudah diberikan
dan kapal sudah kembali berlayar,” kata Kepala Sub Direktorat
Kelembagaan dan Diplomasi PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha
saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.
Kapal pengangkut gula itu ditahan oleh Badan Keamanan Laut China (MSA)
pada 17 April 2019, karena mengubah haluan dari Taiwan menuju Shanghai,
China, atas perintah perusahaan, padahal tujuan awal adalah Hong Kong.
Akibat pelanggaran tersebut, kapten kapal Waryanto bin Riswad (41)
beserta enam kru kapal lainnya harus menunggu perusahaan pelayaran
Taiwan memenuhi kewajiban membayar denda yang ditetapkan oleh MSA dan
Imigrasi China.
“Penyelesaian pelanggaran sudah ditangani perusahaan kapal dengan
otoritas China,” ujar Judha.
Selain Waryanto, keenam ABK pemegang paspor Indonesia yang mengawaki
Kapal Jixiang adalah Oskar Raya Bitan (31), Zainal Haris (41),
Endrayanto (30), Setiawan Zem Rente (25), Azzumar Sajidin (32), dan
Sahbri (27).
Menurut salah satu kru, Azzumar Sajidin, melalui pesan singkat yang ia
kirimkan kepada Ketua Advokasi Hukum dan HAM Pergerakan Pelaut Indonesia
(PPI) Imam Syafii, kapal tersebut kembali berlayar ke Taipei, Taiwan,
pada Sabtu (11/5).
Azzumar adalah anggota PPI dari Palembang, Sumatera Selatan, yang
meminta organisasi tersebut membantu mempercepat penyelesaian masalahnya
di Shanghai.
“Sesampainya di Taipei, Azzumar memutuskan berniat mengakhiri kontrak
dan akan pulang ke Tanah Air karena khawatir ke depannya perusahaan
kapal akan berbuat hal serupa,” kata Imam.
Keluarga Azzumar di Palembang juga berharap ia bisa dipulangkan ke
Indonesia dengan selamat.
*Baca juga:Pemerintah diminta bantu tujuh pelaut Indonesia bermasalah di
Shanghai
<https://www.antaranews.com/berita/864675/pemerintah-diminta-bantu-tujuh-pelaut-indonesia-bermasalah-di-shanghai>
Baca juga:KPI : belum jelas nasib tujuh pelaut Indonesia
<https://www.antaranews.com/berita/356328/kpi-belum-jelas-nasib-tujuh-pelaut-indonesia>
Baca juga:Tujuh ABK telantar dapat bantuan logistik
<https://www.antaranews.com/berita/860352/tujuh-abk-telantar-dapat-bantuan-logistik>*
Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com