Daya tampung 4000 tahanan dijejali hingga 12.000 orang, terbanyak tahanan kasus 
narkoba. Bukti bahwa hukuman tembak mati tahun 2015 ternyata tidak mempan.

-

Tahanan Rutan Siak Kabur Usai Rusuh, Polisi Jaga Perbatasan
REPORTER: RIYAN NOVITRA (KONTRIBUTOR) 
EDITOR: TULUS WIJANARKOSABTU, 11 MEI 2019 11:50 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru memperketat penjagaan di 
wilayah Perbatasan Pekanbaru-Siak pasca terjadinya kerusuhan disertai 
pembakaran yang dilakukan tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Siak Sri 
Indrapura. Sejumlah tahanan dilaporkan kabur usai saat aksi pembakaran terjadi 
di Rutan Siak itu.

"Kami perintahkan jajaran untuk melaksanakan pemeriksaan kendaraan di 
pintu-pintu masuk kota Pekanbaru," kata Kepala Polresta Pekanbaru Komisaris 
Besar Susanto, 11 Mei 2019.  Susanto terlihat mempin langsung pemeriksaan 
setiap kendaraan yang masuk kota Pekanbaru dari Tenayan Raya, dari arah Rumbai 
dan Rumbai Pesisir, yang menjadi wilayah perbatasan Pekanbaru-Siak.

"Pemeriksaan dilakukan terhadap semua kendaran yang masuk dari arah kabupaten 
Siak baik itu angkutan umum dan pribadi seperti bus, truk, kendaraan roda empat 
dan kendaraan roda dua," ujar Susanto. Sebanyak seratusan personel anggota 
Polresta Pekanbaru diturunkan untuk keperluan ini.


Sebelumnya, kerusuhan disertai pembakaran terjadi di Rutan Kelas IIB Siak, 
Sabtu dinihari. Kerusuhan dipicu oleh aksi pemukulan yang dilakukan seorang 
petugas Sipir terhadap salah satu tahanan yang terbukti mengkonsumsi narkoba di 
dalam Rutan.

Para tahanan tidak terima atas perlakuan kasar Sipir, sehingga akhirnya 
memberontak. Situasi sempat tak terkendali hingga akhirnya terjadi pembakaran. 
Situasi yang memanas dimanfaatkan sejumlah tahanan untuk kabur.

Semula dikabarkan ada 110 orang tahanan yang mencoba kabur, namun kini sudah 
berhasil diamankan. "Tinggal sekarang berusaha untuk masuk (ke dalam Rutan) 
untuk melakukan negosiasi," kata Kepala Polda Riau Inspektur Jenderal Widodo 
Eko Prihastopo.

Widodo mengatakan petugas kepolisian bersama petugas Kanwil Kementerian Hukum 
dan HAM Riau akan masuk ke dalam Rutan untuk melakukan pengecekan dan 
menghitung jumlah tahanan yang masih berada di dalam Rutan. Jumlah tahanan 
semula yang mendekam di Rutan Kelas IIB sebanyak 648 orang.

Sejauh ini petugas belum bisa merinci berapa jumlah tahanan yang kabur karena 
masih berupaya masuk ke dalam sel untuk melakukan penghitungan. Widodo 
menyatakan tidak ada korban jiwa dari peristiwa kerusuhan tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau M Diah menyatakan akan segera melakukan 
evakuasi terhadap tahanan pasca kerusuhan. Evakuasi akan dilakukan ke Rutan 
Pekanbaru, Rutan Rengat dan Lapas Bengkalis. "Setelah ktia data, hari ini juga 
akan segera kita evakuasi."

RIYAN NOFITRA (Pekanbaru)



Kirim email ke