Tak Terima Hasil Pleno, Caleg PDIP Keroyok Caleg Nasdem Hingga Pingsan
MINGGU, 12 MEI 2019 | 20:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMALRMOL. Seorang Calon 
Anggota Legislatif Partai Nasdem dikeroyok caleg Partai PDI-Perjuangan usai di 
wawancarai wartawan. Caleg PDIP diduga tak terima hasil rapat pleno dimana 
perhitungan suara di beberapa TPS berbeda dengan hitungan internalnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito membenarkan adanya 
pengeroyokan di GOR Tambun usai melakukan rapat pleno perhitungan suara Pemilu 
2019 pada Minggu (12/5) dini hari.

"Iya benar, masih diselidiki lebih lanjut," singkat AKBP Rizal Marito kepada 
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/5) malam.

Korban bernama Taih Minarno (51) seorang caleg dari Partai Nasdem dapil 3 
Kabupaten Bekasi. Sedangkan pelaku bernama Sulaiman, seorang caleg dari PDIP 
dapil 5 Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan pengakuan Taih Minarno, kala itu sekitar pukul 03:00 WIB ia sedang 
diwawancarai beberapa wartawan usai menjadi saksi di rapat pleno di GOR Tambun. 
Tak lama kemudian, ia dipanggil seseorang untuk menemui Sulaiman didekat lokasi.

Selanjutnya, Minarno menghampiri Sulaiman yang tidak jauh dari lokasi saat ia 
di wawancarai wartawan. Saat bertemu dengan Sulaiman, ia langsung dilempar 
menggunakan kursi yang terbuat dari plastik dan mengenai badan Minarno.

"Selesai wawancara saya dipanggil sama Jio (saksi) katanya dipanggil Sulaiman, 
saya samperin, dia (Sulaiman) bilang 'sok tahu lu', nggak sampe satu menit 
dilempar kursi plastik kena badan ya luka, saya tangkis kena tangan saya, 
kelingking saya bengkak," ucap Taih Minarno kepada Kantor Berita Politik RMOL, 
Minggu (12/5) malam.

Tak lama kemudian, Minarno kembali dilempar menggunakan kursi yang terbuat 
plastik. Selanjutnya, Minarno dikeroyok oleh rekan-rekan Sulaiman yang 
berjumlah sekitar lima orang.

"Supirnya dia (pelaku) juga gebuk (pukul) saya terus ada lagi yang nendang saya 
sampai pingsan saya. Saya sendiri dikeroyok nggak ada perlawanan cuma 
tangkis-tangkis saja buat ngelindungi diri saya, karena orangnya banyak nggak 
tahan saya, sekitar 4 sampai orang," jelas mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Aksi pengeroyokan tersebut membuat Minarno mengalami luka-luka disekujur tubuh 
hingga harus dilakukan perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

Minarno mengaku, dirinya tidak mengetahui persoalan yang terjadi hingga dirinya 
dikeroyok.

"Saya nggak tau juga (permasalahan). Mungkin karena saya diwawancarai media 
barangkali," katanya.

Saat diwawancarai wartawan, Minarno mengaku memberikan keterangan adanya saksi 
atau caleg dari Partai PDIP yang tidak terima saat rapat pleno di GOR Tambun.

"Karena dia yang mempermasalahkan (perhitungan) di Desa Mangun jaya dan Desa 
Sumber Jaya barang kali itu kali. Dia minta dihitung ulang, kan ada 400 TPS di 
dua desa itu, setahu saya yang saya lihat dari 400 TPS yang saya lihat ada 5 
TPS nggak masalah. Itu memang hasilnya setelah dicek ketua panitia sama, 
sesuai," paparnya.

Aksi pengeroyokan tersebut telah dilaporkan Minarno yang tertuang di nomor 
laporan LP/498/356-SPKT/K/V/2019/Restro Bekasi dengan Pasal 170 KUHP tentang 
pengeroyokan.[]

Kirim email ke