Sri Mulyani Respons Santai Ajakan Tolak Bayar Pajak Poyuono
CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 08:15 WIB
Bagikan :
Sri Mulyani Respons Santai Ajakan Tolak Bayar Pajak PoyuonoMenteri
Keuangan Sri Mulyani mengatakan gerakan tolak bayar pajak yang
disuarakan politisi Partai Gerindra Arief Poyuono bisa merugikan partai
politik. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan*Sri Mulyani Indrawati
<https://www.cnnindonesia.com/tag/sri-mulyani>* santai menanggapi seruan
gerakan tak bayar *pajak <https://www.cnnindonesia.com/tag/pajak>*yang
disuarakan Wakil Ketua Umum*Partai Gerindra
<https://www.cnnindonesia.com/tag/partai-gerindra>* Arief Poyuono.
Ia mengingatkan seruan justru bisa merugikan partai politik.
Maklum, saat ini partai politik, termasuk Partai Gerindra tempat
Arief bernaung sejatinya menerima dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) yang sumbernya berasal dari pajak.
Menurut Ani, begitu ia akrab disapa, seruan yang dilontarkan Waketum
Gerindra itu tak sejalan dengan peraturan yang berlaku di negara ini,
yang pokoknya mengatur bahwa pelaksanaan negara menggunakan anggaran
yang salah satunya berasal dari pungutan pajak yang dibayarkan Warga
Negara Indonesia (WNI).
Pembayaran pajak, sambungnya, merupakan kewajiban bagi WNI yang
berstatus wajib pajak. Sementara memungut pajak merupakan kewajiban
pemerintah.
Lihat juga:
Ditjen Pajak soal Seruan Tolak Pajak: Tak Bayar, Kami Periksa
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190516122648-532-395391/ditjen-pajak-soal-seruan-tolak-pajak-tak-bayar-kami-periksa/>
Setelah melakukan kewajibannya, para pembayar pajak pun bisa menerima
hak mereka; merasakan hasil pembangunan yang dilakukan pemerintah.
"Kalau mau menjaga negara ini bersama kita (WNI) harus menjalankan
kewajiban. Kita boleh meminta haknya tapi juga kewajiban dilakukan,"
ungkap Sri Mulyani di kantornya, Kamis (16/5).
Lebih lanjut, pajak digunakan untuk membangun jalan raya, sekolah, rumah
sakit, jaringan air, jaringan listrik, dan lainnya. Semua itu bisa
dinikmati masyarakat selama masyarakat juga berkontribusi kepada negara.
Tak hanya pembangunan berbentuk fisik, Sri Mulyani mengatakan pajak juga
digunakan untuk hal-hal yang tak terlihat. Banyak dana hasil pajak yang
digunakan untuk anggaran rapat kepada para anggota partai politik di
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Artinya, Arief selaku anggota partai
politik pun sejatinya juga menikmati manfaat dari pungutan pajak.
"Partai politik pun juga mendapat APBN jangan lupa, karena mereka
mendapatkan per kepala. Jadi kalau tidak mau membayar pajak, masa mau
negaranya tidak jalan," kata bendahara negara itu.
Kendati mengingatkan Arief, namun Sri Mulyani mengaku tidak khawatir
dengan seruan Waketum Gerindra itu. Sebab, ia melihat ucapan Arief
sejatinya tidak dibenarkan oleh sesama anggota partai politik lain.
"Kalau kami lihat di antara teman-teman politisi juga sudah berkomentar.
Saya tetap berharap masih banyak yang memiliki cara pendekatan
kenegarawanan yang baik," pungkasnya.
Sebelumnya,AriefPoyuono meminta para pendukung pasangan calon
presiden PrabowoSubianto-SandiagaUno untuk tidak membayar pajak. Seruan
disampaikan sebagai bentuk penolakan terhadap hasil resmi pemilu yang
ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.
Lihat juga:
SMI: Ekonomi Dunia Melambat Bikin Penerimaan Negara Tersendat
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190516200351-532-395572/smi-ekonomi-dunia-melambat-bikin-penerimaan-negara-tersendat/>
*(uli/agt)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com