Zamanku opo-opo lak murah......
Yo, nyowo yo murah............
Tommy Suharto ? Nyowo hakim yo murah........

Pada tanggal Sab, 18 Mei 2019 pukul 05.59 Chalik Hamid
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* Marco 45665 [email protected] [sastra-pembebasan] <
> [email protected]>
> *Kepada:* Ronggo Gmail ronggo. <[email protected]>; Chalik
> Hamid <[email protected]>; [email protected] <
> [email protected]>; Temu Eropa <[email protected]>;
> Sheila Kartika [email protected] [PERS-Indonesia] <
> [email protected]>; RKB <[email protected]>;
> Eric DMS <[email protected]>
> *Terkirim:* Jumat, 17 Mei 2019 16.19.53 GMT+2
> *Judul:* #sastra-pembebasan# Re: [nasional-list] Ibu Kota Negara Paling
> Praktis Pindah ke Jogjakarta
>
>
>
> *JOGYAKARTA terlalu berdekatan dengan KOTA SURAKARTA*
> SALAH2 ...Nanti bakalan ada Poster SAMBUTAN* : '' OPO KOWE ORA KANGEN
> KARO JAMANKU, ENAK KAN  ''............*
>
> [image: alt]
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>  Bez
> virů. www.avast.com
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> <#m_5514012249100727913_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> On Thu, 16 May 2019 at 21:44, Sunny ambon [email protected]
> [nasional-list] <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> *Jokjakarta pernah menjadi ibukota RI, kemudian dipindahkan ke Jakarta
> setelah KMB 1949. Jadi bisa saja, tetapi ada suara-suara yang yang
> menyatakan ibukota bisa dipindahkan tetapi pusat keuangan tetap di Jakarta.
> Kalau dipindakan ke Jokjakarta ongkos pemindahan tidak seberapa besar jika
> dibuat ibukota baru, hal tentu terkait dengan masalah keuangan, hutang
> luarnegeri cukup besar sekalipun para petinggi rezim neo-Mojopahit yang
> berkuasa katakan hutangnya hanya 30% dari BDP. *
>
>
>
> https://www.jawapos.com/nasional/15/05/2019/ibu-kota-negara-paling-praktis-pindah-ke-jogjakarta/
>
>
> *Ibu Kota Negara Paling Praktis Pindah ke Jogjakarta*
>
> NASIONAL <https://www.jawapos.com/nasional/>
>
> 15 Mei 2019, 15:08:52 WIB
>
> [image: Ibu Kota Negara Paling Praktis Pindah ke Jogjakarta]*Tugu
> merupakan landmark dari Jogjakarta. Pengambang properti berpendapat ibu
> kota negara lebih praktis pindah ke Jogjakarta. (Dok. JawaPos.com)*
>
>
> *JawaPos.com* – Hingga kini rencana pemindahan ibu kota negara dari
> Jakarta ke tempat belum mendapatkan kepastian. Meski Palangka Raya
> disebut-sebut sebagai kandidat terkuat, namun lokasi itu dianggap tidak
> praktis.
>
> Pendapat itu dikemukakan oleh Chairman PT Jababeka Setyono Djuandi
> Darmono di hadapan sejumlah mahasiswa President University, Jakarta, Rabu
> (15/5). Dia menyebut, pemerintah perlu mempertimbangkan faktor kepraktisan
> dan idealisme. Apalagi anggaran yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota
> negara tidak sedikit. “Paling praktis (pemindahan ibu kota negara, Red) ke
> Jogjakarta,” kata Darmono.
>
> Menurut dia, Jogjakarta sama seperti Palangka Raya. Yakni, posisinya
> berada di tengah dari Indonesia. Nilai positifnya dari Jogjakarta yakni
> sudah cukup berkembang.
>
> Namun jika memilih Jogjakarta sebagai ibu kota negara yang baru, maka
> struktur kabinet atau kementerian dibuat ramping. Jumlah kementerian cukup
> belasan saja. Sama seperti di Amerika Serikat. Kementerian Pendidikan bisa
> dibubarkan. Sebagai gantinya urusan Kementerian Pendidikan diserahkan ke
> gubernur.
>
> Darmono yang berpengalaman membangun kota mandiri baru Jababeka mengatakan
> berencana membangun ibu kota negara baru di Palangka Raya tidak salah.
> Bahkan pada awal kemerdekaan lalu, Bung Karno juga membuka wacana itu.
> Hanya saja dia mengatakan pusat ekonomi di Palangka Raya dihidupkan dahulu.
> “Jadi di Palangka Raya itu bisa kalau diterapkan 50 tahun lagi,” jelasnya.
>
> Dia menuturkan jika ibu kota negara yang baru ditempatkan di daerah yang
> belum terlalu maju, nanti mengulang kegagalan Putrajaya di Malaysia. Di
> negeri jiran itu banyak pejabat pemerintahan yang setiap hari hilir-mudik
> dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Alasannya, keluarga dari para pejabat
> pemerintahan tersebut tetap memilih tinggal di Kuala Lumpur.
>
> Jika ibu kota negara yang baru nanti masih sepi. Dikhawatirkan pemindahan
> personel aparaturnya juga tidak maksimal. Sebab mereka mempertimbangkan
> layanan lainnya. “Seperti pendidikan,” tegasnya. Apakah ada sekolah yang
> sebagus di Jakarta saat mereka boyongan di daerah ibu kota negara baru
> nanti.
>
> Penasihat Rektor President University Chandra Setiawan berpendapat,
> sebaiknya lokasi ibu kota negara yang baru tidak sebatas jadi pusat
> pemerintahan saja. Sebab biaya yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota
> negara tidak sedikit.
>
> Alangkah lebih baik jika kawasan ibu kota negara yang baru nanti juga
> menjadi kawasan ekonomi. Sehingga, mampu menyedot tenaga kerja dan
> menghidupkan pusat-pusat ekonomi yang baru.
>
> Editor : Ilham Safutra
>
> Reporter : Hilmi Setiawan
>
>
>
>
> [image: alt]
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>  Bez
> virů. www.avast.com
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> <#m_5514012249100727913_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke