Ada brimob tambahan dari daerah, ada bom, ada anjing sergap, ada penembak jitu. 
Sepertinya betul-betul dipersiapkan. 
Ditambah lagi ada razia kendaraan menuju Jkt dan 60an teroris ditangkap 
(diantaranya jujur ngaku mau bikin onar), mestinya 22 Mei sudah aman.
- 
Senin, 20 Mei 2019 | 15:35 WIB
Moeldoko: Teroris Siapkan Sniper pada 22 Mei

Team VIVA

VIVA - Pemerintah memastikan ada kelompok tertentu yang ingin mengacaukan 
suasana di Indonesia. Dengan memanfaatkan aksi 22 Mei 2019 nanti, saat 
rekapitulasi akhir suara nasional oleh KPU.

Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menuturkan ada kelompok 
teror yang ingin menjadikan aksi 22 Mei itu sebagai pencetus awal dari 
kerusuhan-kerusuhan selanjutnya.

"Yang ada kelompok teroris, kelompok yang ingin membuat trigger ya, menjadikan 
martir, sehingga nanti akan menjadi titik awal melakukan anarkis," kata 
Moeldoko, ditemui di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, 20 Mei 2019.

Buktinya, lanjut dia, pemerintah sudah mengamankan beberapa senjata. Bahkan, 
senjata itu diselundupkan ke Indonesia. Nantinya, senjata itulah yang akan 
digunakan untuk membuat rusuh.

"Dari awal sudah mulai diciptakan ada penembak, sniper di gedung-gedung ya kan. 
Itu semua penciptaan kondisi," katanya.
Mantan Panglima TNI itu melanjutkan pihaknya menangkap dan mengamankan senjata 
lengkap dengan perlengkapan untuk peredam. Menurutnya, itu yang biasa digunakan 
untuk penembak jitu.
"Ujung-ujungnya kita tangkap senjata yang kebetulan dengan perlengkapan 
peredam, berikutnya ada senjata yang tidak menggunakan pisir (alat bidik) 
sehingga itu harus menggunakan teleskop. Itu untuk apa itu? Itu untuk senjata 
yang sudah disiapkan sniper," kata dia.
Dia mengungkapkan ini semua, agar masyarakat tahu. Bahwa larangan dan imbauan 
pemerintah daerah, kepolisian maupun pangdam, agar peristiwa rusuh tidak 
terjadi.
"Yang begini-begini saya harus katakan terang benderang pada publik agar 
paham," kata Moeldoko.

Kirim email ke