*Kalau defisit persoalan besar dan cadangan devisa hanya US$ 3,8 miliar,
lantas bagaimana mengatasinya dan untuk pembiyaan pembangunan dan
pemindahan ke ibukota baru? Kalau pinjam fulus untuk bagun ibukota baru
patut diperhatikan juga APBN defisit termasuk juga harus bayar hutang +
bunganya. Jadi agaknya untuk mencapai apa yang disebut termasuk negara
besar gagah perkasa nomor 4 di dunia, tentu saja bisa dikatakan sesuai
jumlah penduduk, tetapi ekonominya?*



http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9310/jokowi_akui_defisit_sebagai_persoalan_besar



*Jokowi Akui Defisit Sebagai Persoalan Besar*

Senin , 20 Mei 2019 | 21:19


Listen to this

KUPANG--Presiden Joko Widodo mengakui adanya defisit yang besar pada
transaksi berjalan dan neraca perdagangan Indonesia merupakan persoalan
besar yang dihadapi Tanah Air. "Yang namanya defisit transaksi berjalan,
defisit neraca perdagangan itu memang persoalan besar kita, bolak balik
saya sampaikan," kata Presiden Jokowi usai menebar benih ikan di Bendungan
Rotiklot Kabupaten Belu, NTT, Senin.

Presiden Jokowi pada Senin ini meresmikan Bendungan Rotiklot di Dusun
Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan
Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT. Usai meresmikan bendungan itu, Presiden
Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,
Gubernur NTT Viktor Leiskodat, Wagub NTT Josef A Nai Soi, menebar benih
ikan dan dan menanam pohon di kawasan bendungan tersebut.

Menurut Kepala Negara, rumus untuk mengatasi desit neraca perdagangan
adalah meningkatkan ekspor dan memproduksi barang-barang substitusi
ekspor. "Kalau ekspor tidak meningkat, kemudian barang subtitusi impornya
tidak diproduksi sendiri di dalam negeri, mau sampai kapan ini akan
rampung," katanya.

Lebih rinci Presiden Jokowi menyebutkan kunci menyelesaikan masalah itu
adalah industrialisasi dan hilirisasi. "Jangan sampe ngirim barang mentah,
raw material, ke luar negeri, semuanya harus ada nilai tambah di dalam
negeri, kuncinya di situ aja," katanya.

Ia menyebutkan pemerintah sudah berupaya mengurangi defisit neraca
perdagangan. "Contohnya avtur, nanti mulai bulan depan, udah gak ada impor
avtur dan solar karena sudah dikerjakan dalam negeri," katanya.

Ia menyebutkan pemerintah juga mendorong tumbuhnya industri petrokimia di
dalam negeri karena impor produk itu cukup besar. "Semua kok impar-impor,
sampai kapanpun desit pasti terjadi kalau impor terus," katanya.

Sebelumnya BPS merilis hasil ekspor dan impor pada April 2019 serta laporan
neraca perdagangan. Pada periode tersebut ekspor tercatat 12,6 miliar dolar
AS atau turun 13,1 persen year on year. Sedangkan impor mencapai 15,10
miliar dolar AS atau turun 6,58 persen. Dengan hasil tersebut neraca
perdagangan pada April 2019 mencatatkan defisit hingga 2,5 miliar dolar AS.


Sumber Berita: Antaranews.com


* BERITA TERKAIT*

   -

   *ADB Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Meningkat
   
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9310/ekonomi/read/825/adb_prediksi_defisit_transaksi_berjalan_meningkat>*
   -

   *BPJS Ketenagakerjaan Siap Bantu Defisit BPJS Kesehatan*
   
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9310/ekonomi/read/3465/bpjs_ketenagakerjaan_siap_bantu_defisit_bpjs_kesehatan>
   -

   *Hingga Februari, Defisit APBN Rp 54,6 Triliu
   
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9310/ekonomi/read/7156/hingga_februari__defisit_apbn_rp_54_6_trilyun>n*

Kirim email ke