Selasa 21 Mei 2019, 06:29 WIB
Round-Up
Siapa Selundupkan Senjata untuk Aksi 22 Mei?
Tim detikcom - detikNews
Share*0*
<https://news.detik.com/berita/d-4557905/siapa-selundupkan-senjata-untuk-aksi-22-mei#>Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4557905/siapa-selundupkan-senjata-untuk-aksi-22-mei#>Share*0*
<https://news.detik.com/berita/d-4557905/siapa-selundupkan-senjata-untuk-aksi-22-mei#>2
komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4557905/siapa-selundupkan-senjata-untuk-aksi-22-mei#>
Siapa Selundupkan Senjata untuk Aksi 22 Mei?Foto: Kepala Staf
Kepresidenan Moeldoko. (Andhika Prasetia-detikcom)
*Jakarta*- Pemerintah mengidentifikasi ada kelompok yang bermain dan
membuat suasana ricuh saat pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU pada22
Mei 2019
<https://www.detik.com/tag/aksi-22-mei/?tag_from=tag_detail&_ga=2.137650736.1040379055.1558322320-491764979.1553856915>nanti.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan intelijen sudah menangkap
adanya penyelundupan senjata untuk membuat ricuh aksi. Siapa?
Moeldoko menuturkan upaya penyelundupan senjata itu jadi bukti nyata ada
yang ingin membuat suasana ricuh. Karena itu, dia mengimbau masyarakat
mengurungkan niat untuk aksi.
"Intelijen kita sudah menangkap adanya upaya menyelundupkan senjata
dalam rangka itu. Nah, jadi bukti-bukti itu sudah nyata. Untuk itu kita
harus sampaikan terbuka pada masyarakat agar mengurungkan niatnya untuk
berkumpul," kata Moeldoko di kantor KSP, Gedung Bina Graha, Jl Veteran,
Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).
Dia mengatakan motif penyelundupan senjata itu terindikasi untuk
menciptakan isu adanya penembak jitu (sniper). Dia mengatakan narasi
akan adanya penembak sudah diciptakan sebelumnya. Hal ini dibuktikan
dengan adanya penangkapan. Namun, Moeldoko tidak membeberkan siapa
penyelundup tersebut.
"Ya motifnya kita kan merangkai, dari awal sudah mulai diciptakan ada
penembak, sniper di gedung-gedung ya kan. Itu semua penciptaan kondisi.
Ujung-ujungnya kita tangkap senjata yang kebetulan dengan perlengkapan
peredam. Berikutnya ada senjata yang tidak menggunakan pisir, sehingga
itu harus menggunakan teleskop. Itu untuk apa itu? Itu untuk senjata
yang sudah disiapkan sniper. Yang begini-begini saya harus katakan
terang benderang pada publik agar publik paham," jelasnya.
*Baca juga:*Moeldoko: Ada yang Mau Buat Ricuh 22 Mei, Nggak Boleh Rakyat
Jadi Korban
<https://news.detik.com/read/2019/05/20/151312/4556991/10/moeldoko-ada-yang-mau-buat-ricuh-22-mei-nggak-boleh-rakyat-jadi-korban>
Dia mengatakan sangat mungkin ada upaya adu domba pada tanggal 22 Mei
2019 nanti. Bahkan dia mengatakan TNI dan Polri yang jadi korban nantinya.
"Sangat mungkin (ada upaya adu domba-red). Tuduhannya, ujung-ujungnya
adalah pemerintah. Ujung-ujungnya TNI-Polri menjadi korban tuduhan.
Gitu," katanya.
Moeldoko menambahkan, untuk menghindari adanya tudingan terhadap aparat
keamanan, maka TNI dan Polri dilarang menggunakan peluru tajam dalam
pengamanan tanggal 22 Mei nanti.
"Nah ini untuk itu lah kami rapat di Menko Polhukam menyepakati
hindarkan TNI-Polri dari senjata amunisi tajam. Nggak ada lagi sekarang
amunisi tajam itu. Dilarang. Berikutnya kita menghindari kontak langsung
dengan massa. Secara taktikal kita sudah susun dengan baik, sehingga
kita sangat berharap nggak ada lagi TNI-Polri jadi korban dari sebuah
skenario yang disiapkan," katanya.
Untuk personel yang akan dikerahkan nanti, Moeldoko mengatakan totalnya
sekitar 28 ribu. Meski ada pengamanan yang besar, Moeldoko tetap
mengimbau masyarakat untuk mengurungkan niat ikut aksi pada 22 Mei nanti.
"Cukup besar ya antara 28 ribu (jumlah personel keamanan-red).
Masyarakat nggak perlu takut. Tetapi kita juga mengimbau masyarakat
tidak perlu kumpul," katanya.
*Baca juga:*Kapolri Pastikan Pengamanan Maksimal pada Pengumuman KPU 22
Mei
<https://news.detik.com/read/2019/05/20/181646/4557337/10/kapolri-pastikan-pengamanan-maksimal-pada-pengumuman-kpu-22-mei>
Dia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dengan kelompok yang
mencoba bermain-main tersebut. Pemerintah akan menindak tegas jika ada
pelanggaran hukum.
"Ini yang pemerintah punya tanggung jawab melindungi segenap bangsa.
Nggak boleh rakyatnya terlukai, nggak boleh rakyatnya menjadi korban.
Itu ada, kita akan tegas, nggak ada cara lain," ujarnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyiapkan siap mengamankan pengumuman
Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu 22 Mei 2019. 50 Ribu personel
diturunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut.
"Jadi besok dari pihak kepolisian menurunkan sekitar 50 ribu personel
gabungan TNI-Polri dan Pemda. Itu sudah kita tentukan lokasi-lokasi mana
saja yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Meteo Jaya, Kombes Argo
Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5).
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pihaknya menyiapkan
pengamanan maksimal. Tito mengatakan setiap pihak yang melanggar akan
ditindak tegas.
"Kita akan mengamankan secara maksimal kita sudah siapkan rencana
rencana pengamanan yang melibatkan personel yang cukup agar masyarakat
juga merasa terjamin sepanjang semua mengikuti aturan hukum maka akan
baik-baik saja. Polri prinsipnya jika ada pihak-pihak yang keberatan
mengikuti aturan hukum maka tentu kita akan ikut mengamankan namun kalau
ada pelanggaran hukum yang sama polisi seluruh dunia juga sama, kalau
ada pelanggaran hukum kita akan melakukan penindakan hukum sesuai aturan
yang ada," kata Tito di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Jenderal
Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (20/5).
*(idh/idh)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com