https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/prvxx0377/ricuh-petamburan-ini-pesan-muhammadiyah-ke-pemerintah
*Ricuh Petamburan, Ini Pesan Muhammadiyah ke Pemerintah*

*Rabu 22 Mei 2019 10:05 WIB*

*Rep: Kiki Sakinah/ Red: Teguh Firmansyah*




*Foto: Yogi Ardhi/Republika*

*Aparat diminta tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan korban jiwa.*

*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA -- Ketua PP
Muhammadiyah, Anwar Abbas, menghimbau agar pemerintah dapat secepatnya
memulihkan situasi dan melakukan langkah-langkah yang lebih arif dan tepat
agar situasi kembali normal.*

*Ia mendesak agar pemerintah memerintahkan pihak kepolisian dan aparat yang
bertugas di lapangan untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan
korban jiwa dari para pengunjuk rasa.*


*Jika ada korban jiwa akibat aparat keamanan, menurutnya, hal itu tidak
sesuai dengan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Selain
itu, hal tersebut juga akan merusak citra penegak hukum dan keamanan serta
pemerintah Indonesia.*

*"Kalau ini terus berlanjut, apalagi kalau masyarakat luas menilai pihak
aparat penegak keamanan semakin represif dan brutal, tentu saja  masalah
ini akan berdampak sangat buruk terhadap kehidupan berbangsa dan
bernegara," kata Anwar, dalam keterangan yang diterima **Republika.co.id
<http://Republika.co.id>,** Rabu (22/5).*

*Selain itu, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan situasi
yang tidak kondusif juga akan berdampak terhadap kehidupan perekonomian
nasional. Pasalnya, masalah tersebut bisa membuat investor dan dunia usaha
lari atau menarik diri dan tidak bisa melakukan aktifitasnya. Dengan
demikian, perekonomian nasional bisa lumpuh.*

*"Perekonomian nasional bisa lumpuh karena faktor stabilitas   keamanan
dalam negeri yang mereka butuhkan dan perlukan terganggu dan tidak ada,"
ujarnya.*

*Untuk itulah, ia mengimbau agar pemerintah memulihkan keadaan agar situasi
kembali normal dan kehidupan perekonomian kembali hidup dan menggeliat.*

*Seperti diketahui, suasana di wilayah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta,
diwarnai kericuhan pada Rabu (22/5) dini hari tadi. Massa yang melakukan
aksi demonstrasi dikabarkan bentrok dengan aparat keamanan yang bertugas.*

Kirim email ke