https://nasional.tempo.co/read/1208149/dewan-pembina-fpi-gnkr-sudah-menyatu-dengan-pa-212?https://www.tempo.co/indeks&campaign=https://www.tempo.co/indeks_Click_2

*Dewan Pembina FPI: GNKR Sudah Menyatu Dengan PA 212*

Reporter:
*Irsyan Hasyim (Kontributor)*

Editor:
*Tulus Wijanarko*

Rabu, 22 Mei 2019 15:02 WIB

[image: Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat membubarkan diri seusai
melakukan aksi demo di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
Koordinator lapangan Aksi 22 Mei atau Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat
(GNKR), Jumhur Hidayat, meminta massa unjuk rasa pulang. TEMPO/Subekti.]
<https://statik.tempo.co/data/2019/05/21/id_843538/843538_720.jpg>

*Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat membubarkan diri seusai melakukan
aksi demo di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
Koordinator lapangan Aksi 22 Mei atau Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat
(GNKR), Jumhur Hidayat, meminta massa unjuk rasa pulang. TEMPO/Subekti.*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Dewan Pembina Majelis Syuro DPP
Front Pembela Islam (FPI
<https://metro.tempo.co/read/1204415/petisi-tolak-izin-fpi-sudah-diteken-367-ribu-netizen>)
Muchsin
Alatas menyatakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat telah menyatu dengan
Persaudaraan Alumni 212. Menurut dia, segala unjuk rasa yang digelar GNKR
mendapat dukungan organisasi yang tergabung di PA 212.

Baca juga: Aksi 22 Mei, GNKR Siap Menambah Peserta Aksi 22 Mei
<https://nasional.tempo.co/read/1208058/aksi-22-mei-gnkr-siap-menambah-peserta-aksi-selepas-dhuhur>

"Di-*support* oleh 212, para ulama," ujar Muchsin dalam orasinya di Rumah
Perjuangan Rakyat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019. Dia
pun mengajak massa GNKR tidak ragu untuk menyatukan gerakan bersama PA 212.
"Harus siap kapan saja diundang ke Jakarta kapan saja untuk aksi."



Muchsin mengklaim acara yang bertajuk reuni 212 bisa mendatang 14 juta
orang. Dia pun mengancam kalau tuntutan mengenai kecurangan pemilu tidak
digubris maka bisa mendatangkan massa jauh lebih banyak.



Gerakan 212 dikenal dengan serial unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan
Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) yang menuntut mantan Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihukum dalam kasus penistaan
agama.



Sedangkan GNKR dicetuskan oleh Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan
Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Amien Rais yang menuntut penganuliran
hasil Pilpres 2019. Sebelumnya, Amien Rais menggagas gerakan *people
power* sebelum
namanya berubah menjadi GNKR.

Kirim email ke