*Bagi-bagi kursi sama dengan bagi-bagi rejeki bin berkat antara kaum
neo-Mojopahit, lain dari itu tidak ada untuk perbaikan mendasar kehidupan
masyarakat, teristimewa mereka yang berdiam di luar linkaran Jawasentris*.



https://nasional.tempo.co/read/1208159/soal-jatah-kursi-menteri-
golkar-kalau-pkb-minta-9-kami-berapa



*Soal Jatah Kursi Menteri, Golkar: Kalau PKB Minta 9, Kami Berapa?*

Reporter:
*Dewi Nurita*

Editor:
*Juli Hantoro*

Rabu, 22 Mei 2019 15:20 WIB



<https://statik.tempo.co/data/2019/05/19/id_842932/842932_720.jpg>*Ketua
Umim Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi
usai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan,
Jakarta, 19 Mei 2019. Tempo/Friski Riana*


*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Ketua Umum Partai Golkar
<https://www.tempo.co/tag/golkar>Airlangga Hartarto mengaku sampai saat ini
belum ada pembahasan mengenai kabinet, pasca-penetapan hasil pilpres oleh
Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan paslon 01 Jokowi-Ma'ruf.

Baca juga: Minta Kursi Ketua MPR, Airlangga Bilang Jokowi Merespons Positif
<https://nasional.tempo.co/read/1207804/minta-kursi-ketua-mpr-airlangga-bilang-jokowi-merespons-positif>

Sejauh ini, ujar Airlangga, pertemuan antara ketua umum partai KIK dan
Jokowi masih sebatas melaporkan kondisi perolehan partai dan mengucapkan
selamat atas kemenangan Jokowi dengan perolehan 55,5 persen suara. Namun,
menanggapi sejumlah partai yang sudah terang-terangan meminta jatah kursi
menteri, ujar Airlangga, partainya tentu berharap kursi lebih banyak
mengingat Golkar memperoleh kursi kedua terbanyak di DPR RI.

"Ya kalau Cak Imin minta 9 kursi, suara Golkar kan lebih tinggi dari PKB,
jadi proporsional saja," ujar Airlangga Hartarto di kediaman Ma'ruf Amin,
Jalan Situbondo, Jakarta pada Rabu, 22 Mei 2019.


Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita yang turut mendampingi Airlangga
saat itu pun menimpali bahwa Golkar berhak mendapatkan kursi lebih banyak.
"Ya kalau PKB minta 9, kami berapa?," ujar Agus sambil tertawa.

Awalnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau
Cak Imin berharap partainya mendapatkan jatah 10 menteri di dalam kabinet
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dia mengatakan ucapannya tersebut
merupakan sebuah doa, sehingga tak boleh dilarang walaupun dia mengaku
banyak yang marah ketika ia berharap mendapatkan 10 menteri di kabinet
Jokowi. Akhirnya, Muhaimin menurunkan harapannya.

"Doanya sepuluh, kalau yang dapat sembilan ya Alhamdulillah," ujar dia
dalam acara "Dialog Kebangsaan" di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, di Jalan
Widya Chandra, Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019.

Adapun Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani
juga blak-blakan meminta jatah menteri lebih banyak dari periode
sebelumnya, di kabinet periode pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mendatang. "Kali
ini saya berani mengatakan, kami ingin portofolio-nya bertambah (di
kabinet)," ujar Arsul Sani di Posko Cemara, Jakarta pada Selasa, 21 Mei
2019.

Arsul mengatakan, kali ini partainya berani menuntut lebih banyak karena
turut membantu upaya pemenangan Jokowi-Ma'ruf di pemilihan presiden 2019.
"Kalau dulu, pada 2014 kan kami tak ikut lelah, sekarang kami ikut
berkeringat dalam upaya pemenangan," ujar Arsul.

Baca juga: Golkar Incar Kursi Ketua MPR, Jokowi: Semua Menginginkan
<https://nasional.tempo.co/read/1207066/golkar-incar-kursi-ketua-mpr-jokowi-semua-menginginkan>

Dua sumber Tempo yang mengetahui rencana penyusunan kabinet mengatakan
mungkin komposisi kabinet tak berubah banyak dibanding periode pertama.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sebagai pemenang pemilu legislatif,
diperkirakan mendapat tujuh-delapan kursi menteri. Partai Golkar
<https://nasional.tempo.co/read/1207846/jadi-partai-nomor-tiga-golkar-kami-tetap-nomor-dua-di-dpr>dan
Partai Kebangkitan Bangsa berpotensi mendapat empat-lima menteri. Sedangkan
NasDem mendapat tiga-empat kursi dan Partai Persatuan Pembangunan beroleh
satu-dua kursi.

Jumlah itu, menurut sumber yang sama, termasuk calon dari kalangan
profesional. Pada 2014, partai tak hanya mengajukan kadernya, tapi juga
nama dari kalangan profesional.

Kirim email ke