ICW Kritisi Etika Bambang Widjojanto Bela Prabowo-Sandi di MK

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 11:19 WIB
Bagikan :
ICW Kritisi Etika Bambang Widjojanto Bela Prabowo-Sandi di MKKetua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto. (Adhi Wicaksono). Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengkritisi keputusan*Bambang Widjojanto* <https://www.cnnindonesia.com/tag/bambang-widjojanto> membela *Prabowo Subianto <https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto>*-*Sandiaga Uno<https://www.cnnindonesia.com/tag/sandiaga-uno>*dalam gugatan PHPU Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, BW memilih mengambil cuti dari tugasnya sebagai anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta.

Adnan menyebut, bekas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut bakal tetap menerima upah dari Pemprov DKI meski mengambil cuti sebagai Anggota TGUPP.

"Kalau mengambil cuti di luar tanggungan, itu sah saja dilakukan. Tapi, bila hanya cuti, maka Bambang tetap mendapat upah sebagai anggota TGUPP yang berasal dari APBD," kata Adnan ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (29/5).


Melihat hal itu, Adnan menganggap wajar bila dirinya mempertanyakan status cuti yang dilayangkan Bambang. Sebab hal itu berkaitan dengan etika seorang pejabat publik karena Bambang masih dibayar oleh APBD Pemprov DKI Jakarta.

"Saya hanya mempertanyakan soal posisi Mas BW di TGUPP karena 'diwakafkan' untuk menjadi/lawyer/(kuasa hukum) Badan Pemenangan Nasional (BPN Prabowo-Sandi)," kata Adnan.


         Lihat juga:

Tim Hukum Prabowo Gunakan Rujukan Pilkada Kotawaringin Barat <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190528115747-32-399024/tim-hukum-prabowo-gunakan-rujukan-pilkada-kotawaringin-barat/>

Tak cuma itu, Adnan juga mengkritisi komitmen Bambang saat menerima pinangan untuk jadi kuasa hukum paslon 02 di MK. Menurutnya, secara etika pejabat publik, Bambang tidak mengambil 'sampingan' sebagai kuasa hukum Prabowo-Sandi.

Adnan menggarisbawahi bahwa Bambang, yang juga salah satu pendiri ICW itu, seharusnya tetap berkomitmen untuk patuh pada surat keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk bekerja penuh sebagai anggota TGUPP DKI Jakarta.

"Saya nggak tahu detail (aturan) ya. Tapi, kalau sudah komitmen di sana/full time,/ya tidak bisa (jadi kuasa hukum BPN)," ujar Adnan.

"Di sini kita berbicara etika pejabat publik. Yang senior (Bambang) seharusnya lebih paham," tambahnya.


         Lihat juga:

TKN Jokowi Ingatkan MK, BW Punya Jejak Hadirkan Saksi Palsu <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190527092340-12-398627/tkn-jokowi-ingatkan-mk-bw-punya-jejak-hadirkan-saksi-palsu/>

Diketahui, Prabowo-Sandi telah menunjuk delapan pengacara untuk menangani gugatan hasil Pilpres 2019 di MK. Mereka adalah Bambang Widjojanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Luthfi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Aimir, dan Zulfadli.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bahwa Bambang telah mengajukan cuti selama sebulan dari jabatannya sebagai anggota TGUPP demi menjadi tim hukum Prabowo-Sandi dalam gugatan Pilpres di MK.

*(rzr/osc)*


---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke