Mudik lebaran: Pekerja Indonesia di Hong Kong 'marah dan sangat sedih', 
terdampak agen perjalanan yang bangkrut 
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-48460700 30 Mei 2019

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-48460700#  Bagikan artikel ini dengan 
Messenger https://www.bbc.com/indonesia/dunia-48460700#  Bagikan artikel ini 
dengan Twitter https://www.bbc.com/indonesia/dunia-48460700#  Bagikan artikel 
ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-48460700
  Kirim https://www.bbc.com/indonesia/dunia-48460700#share-tools




 
 Hak atas fotoREUTERSImage captionBandara Hong Kong Ratusan pekerja Indonesia 
di Hong Kong diperkirakan gagal mudik karena agen perjalanan Free Spirit Travel 
menyatakan bangkrut karena masalah keuangan, dan tiket yang terbeli tak bisa 
digunakan, menurut laporan media setempat.
 Konsumen yang marah, berkumpul di kantor agen perjalanan itu Kamis (30/05), 
lapor South China Morning Post. Sebagian besar dari 460 orang yang terdampak 
adalah pekerja domestik Indonesia yang membeli tiket untuk mudik lebaran.
 Free Spirit Travel memberi informasi kepada Dewan Industri Perjalanan bahwa 
mereka bangkrut pada Rabu (29/05) dan izin mereka langsung dibekukan.
 Para petugas dan polisi dari unit pelayanan konsumen menemui para konsumen 
untuk mendata keluhan mereka.
 TKI di Hong Kong: Angka penganiayaan fisik, seksual dan diskriminasi rasial 
'tinggi' https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42493279 'Kami hanya ingin 
hidup': Perempuan Saudi di Hong Kong yang takut dihukum mati jika pulang 
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-47413770 Rurik Jutting: Video 
'penyiksaan' diputar dalam sidang pembununuhan dua WNI di Hong Kong 
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-37763244 Dewan Perjalanan Hong Kong 
mengatakan nilai tiket yang dibeli para konsumen senilai HK$1,2 juta (Rp2,2 
miliar).
 Salah seorang yang terdampak, Ira, mengatakan ia menelpon Garuda Indonesia dan 
menemukan bahwa namanya tidak ada dalam sistem dan bahwa tiketnya tak berlaku.
 Ira yang telah bekerja di Hong Kong selama tujuh tahun merencanakan akan 
terbang Jumat (31/05) untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya.
 "Saya sangat sedih. Saya belum pulang dalam tiga tahun. Saya punya anak 
perempuan dan laki. Saya sudah beli hadiah untuk mereka," cerita Ira kepada 
South China Morning Post sambil menangis.
 Ira mengatakan mungkin ia harus meminjam uang dari majikannya untuk membeli 
tiket baru agar bisa mudik.
 Pekerja lain, Annie Suparni, membeli tiga tiket melalui agen itu untuk dirinya 
dan dua temannya. Ia berencana pulang tanggal 8 Juni untuk pernikahan putranya.
 Tak bisa dapat ganti rugi
Hak atas fotoEPAImage captionPara pekerja di Hong Kong melakukan aksi pada 
peringatan Hari Buruh tanggal 1 Mei lalu. "Penerbangan saya ke Solo tanggal 8 
Juni, karena putra saya menikah tanggal 18 Juni," kata Annie yang telah bekerja 
di Hong Kong selama 20 tahun.
 "Saya belum beri tahu teman saya tentang kejadian ini. Saya tak tahu harus 
bilang apa," tambahnya.
 Annie mengaku ia membeli tiket di Free Spirit berdasarkan rekomendasi 
teman-teman.
 Pemberitahuan di depan kantor agen perjalanan tertulis dalam bahasa Indonesia 
- "Mulai 30 Mei, kantor sudah tidak buka" - dan tidak ada orang yang dapat 
melayani.
 Media daring Apple Daily mengutip warga setempat, Lam, yang bercerita pekerja 
domestik Indonesia yang bekerja di rumahnya telah membeli tiket dan seharusnya 
terbang pada Rabu (29/05) malam.
 Lam mengatakan pekerjanya hanya menerima pesan WhatsApp dari staf Free Spirit 
yang menyatakan perusahaan tutup dan bahwa dia tidak dapat menggunakan tiketnya.
 Juru bicara kepolisian Hong Kong mengatakan masih menyelidiki berapa orang 
yang terdampak namun Dewan Industri Agen Perjalanan menyebut angka 460 orang.
 Berdasarkan hukum yang berlaku, calon penumpang yang "hanya" membeli tiket 
dari agen perjalanan dan tidak mencakup paket hotel, tidak ditanggung 
kerugiannya.

Kirim email ke