Bung Chan,
Kok tidak bisa ke Gelora.
Salam,
KH
---------- Forwarded message ---------
Dari: *Mail Delivery Subsystem* <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Date: Jum, 31 Mei 2019 pukul 12.42
Subject: Delivery Status Notification (Failure)
To: <[email protected] <mailto:[email protected]>>
Ikon Kesalahan
Pesan diblokir
Pesan Anda untuk *[email protected]* telah diblokir. Lihat
detail teknis di bawah untuk informasi lebih lanjut.
PELAJARI LEBIH LANJUT <https://help.yahoo.com/kb/postmaster/SLN5067.html>
Peringatan Tautan ini akan membawa Anda ke situs pihak ketiga
Tanggapan dari server jarak jauh adalah:
554 Message not allowed - [PH01] Email not accepted for policy
reasons. Please visit
https://help.yahoo.com/kb/postmaster/SLN5067.html [180]
---------- Forwarded message ----------
From: kh djie <[email protected] <mailto:[email protected]>>
To: Gelora45 <[email protected]
<mailto:[email protected]>>, Sunny ambon <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Cc:
Bcc:
Date: Fri, 31 May 2019 12:42:27 +0200
Subject: Re: [GELORA45] Kisah Painah, Berjualan Jamu Gendong di Usia
Senja Agar Bisa Makan
Bung Sunny,
Baca artikel di bawah, saya teringat pada kisah ibu Inggit. Untung dibantu
oleh Mr. Sartono, Drs. Kartono ( kakak R.A. Kartini),
,Moh. Thamrin, Toko Cita Tan Tjoei Gien ( Raya Barat), ibu Wardoyo(kakak
perempuan bung Karno).
Ibu Wardoyo banyak teman2 orang Tionghoa.
Saya pernah diantar teman, yang kenal baik dengan keluarga Tan Tjoei Gien,
waktu minta sumbangan untuk Dies Natalis
Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB, HIMATEK. Kami dapat sumbangan besar
sekali. Juga dari Mantrust, yang banyak
pakai lulusan teknik Kimia ITB.
https://regional.kompas.com/read/2010/02/06/03240458/rumah.kenangan.soekarno-inggit.
Salam,
KH
Pada tanggal Jum, 31 Mei 2019 pukul 12.02 Sunny ambon
[email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
>
>
>
>
>
>
>
https://regional.kompas.com/read/2019/05/20/03300041/kisah-painah-berjualan-jamu-gendong-di-usia-senja-agar-bisa-makan?utm_source=nativeinarticle&utm_medium=desktop
>
>
>
> *Kisah Painah, Berjualan Jamu Gendong di Usia Senja Agar Bisa Makan *
>
>
> MICO DESRIANTO Kompas.com - 20/05/2019, 03:30 WIB
>
>
> Di usia senja Painah harus bekerja keras untuk bertahan hidup dengan
> berjualan jamu gendong(MICO DESRIANTO/Kompas.com)
>
>
> YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Semua orang tentu mendambakan kehidupan yang
> menyenangkan saat memasuki usia senja. Namun, bagi Painah (73), seorang
> warga di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, hal tersebut hanyalah
> angan-angan. Agar dapat bertahan hidup di usianya yang senja, Painah
harus
> berjalan puluhan kilometer untuk berjualan jamu gendong.
>
>
> Padahal, kondisi fisiknya sudah tak seperti dulu lagi. Berat
badannya pun
> semakin hari semakin berkurang. Bahkan tak jarang, ia harus menepi
akibat
> kakinya sudah tak kuat lagi melangkah jauh. Namun, hal tersebut
ikhlas ia
> lalui, karena tidak ada cara lain untuk dapat bertahan hidup.
>
>
> "Suami saya sudah meninggal, jadi kepada siapa lagi saya dapat
mendapatkan
> penghasilan selain mengandalkan diri sendiri," ujar Painah kepada
> Kompas.com, Jumat (17/5/2019).
>
>
> Adapun jamu gendong yang dijualnya bukanlah miliknya sendiri, melainkan
> milik salah seorang warga yang sudah lama dikenal. Dari hasil penjualan,
> Painah menerima jatah uang 50 persen dari hasil jualan. Penghasilan
Painah
> Keseharian Painah dimulai sejak pagi. Ia ke tempat produsen jamu gendong
> untuk menjemput rezeki.
>
>
> Dengan berjualan selama kurang lebih 8 jam, rata-rata dirinya dapat
> mengantongi pendapatan Rp 20.000. Jumlah yang didapat itu, kata dia, tak
> selalu penuh. Pernah suatu waktu ia pulang dengan tangan hampa.
Jualannya
> tak laku. "Upahnya habis dipakai naik angkutan umum," papar Painah.
Kisah
> Painah menjadi segelintir contoh banyaknya lansia yang mesti bekerja
keras
> demi menyambung hidup.
>
>
> Meskipun tak banyak perhatian tercurah untuk lansia seperti dirinya,
pada
> Ramadhan biasanya masih ada pihak yang memperhatikan mereka. Salah
satunya
> PT Berlico Mulia Farma. Perusahaan farmasi bagian dari PT Industri
Jamu dan
> Farmasi Sido Muncul itu memberikan santunan kepada 1.000 kaum dhuafa di
> Yogyakarta.
>
>
> Amanah dari ibu Bertempat di Gedung Graha Pandawa Balaikota Yogyakarta,
> dana santunan diserahkan langsung secara simbolis oleh Direktur PT
Berlico
> Mulia Farma Irwan Hidayat yang juga merupakan Direktur Sido Muncul.
Perihal
> bantuan tersebut, Irwan menceritakan jika kegiatan ini merupakan wujud
> bakti terhadap orangtua.
>
>
> "Saya ke sini untuk memenuhi amanat ibu kandung yang menyuruh mencintai
> orangtua atau lansia. Katanya kasihan, pasti butuh perhatian karena
rawan
> sakit-sakitan," ujar Irwan Hidayat.
>
>
>
> Irwan Hidayat selaku direktur PT Berlico Mulia Farma secara simbolis
> memberikan santunan kepada 1000 kaum Dhuafa Yogyakarta Melalui bantuan
> tersebut, Irwan Hidayat berharap dapat bermanfaat dan membantu sebagian
>
----- Message truncated -----