*Bagaimana kalau inflasi lebih dari 0,5% sesudah ramadan? *

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190531194236-532-400152/darmin-ramal-inflasi-ramadan-berkisar-antara-05-06-persen


Darmin Ramal Inflasi Ramadan Berkisar antara 0,5-0,6 Persen

CNN Indonesia | Sabtu, 01/06/2019 11:58 WIB

Bagikan :

[image: Darmin Ramal Inflasi Ramadan Berkisar antara 0,5-0,6 Persen]Menko
Perekonomian Darmin Nasution meramalkan inflasi Ramdan-Lebaran 2019 akan
berada di kisaran 0,5 persen sampai 0,6 persen. (CNN Indonesia/Hesti Rika)


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian *Darmin
Nasution <https://www.cnnindonesia.com/tag/darmin-nasution>* memperkirakan
*inflasi * <https://www.cnnindonesia.com/tag/inflasi>*Ramadan
<https://www.cnnindonesia.com/tag/ramadan>*-Lebaran yang jatuh pada Mei
2019 akan berkisar 0,5 hingga 0,6 persen.

"Kami berharap inflasinya di bulan ini akan berkisar 0,5 dan 0,6 persen.
Tinggi dibandingkan bulan yang lain tetapi tidak tinggi dibandingkan
inflasi tahun-tahun lalu untuk periode yang sama," ujar Darmin dalam
konferensi pers di kantornya, Jumat (31/5).

Darmin mengungkapkan inflasi periode Ramadan-Lebaran selalu tinggi. Pada
periode Ramadan-Lebaran tahun lalu yang jatuh pada Juni 2018, inflasi
mencapai 0,59 persen.


Tingkat ini merupakan inflasi periode lebaran yang terendah selama delapan
tahun terakhir. Pendorong inflasinya berasal dari tarif angkutan udara
sebesar 0,15 persen, ikan segar (0,08 persen), daging ayam ras (0,07
persen), dan telur ayam ras (0,06 persen).
Lihat juga:

 Pemerintah Ramal Harga Tiket Pesawat Sulit Turun Usai Lebaran
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190531171411-92-400105/pemerintah-ramal-harga-tiket-pesawat-sulit-turun-usai-lebaran/>


Pada 2017, inflasi Ramadan-Lebaran yang jatuh pada Mei mencapai 0,69
persen. Faktor pemicunya berasal dari tarif listrik (0,17 persen), angkutan
udara (0,15 persen), angkutan antar-kota (0,08 persen) dan bawang putih
(0,08 persen).

Pada 2016, inflasi Ramadan-Lebaran yang tersebar pada periode Juni dan Juli
bahkan mencapai mencapai 0,66 persen dan O,69 persen. Pada Ramadan 2016,
pemicu inflasi berasal dari angkutan udara (0,08 persen), daging ayam (0,07
persen), dan ikan segar (0,06 persen).

Tahun ini, penyumbang inflasi Ramadan- Lebaran sebagian besar berasal dari
bahan makanan di luar beras, seperti daging ayam dan bumbu-bumbuan seperti
cabai-cabaian. Selain itu, harga tiket transportasi juga masih naik
meskipun sedikit.

"Sampai akhir bulan lalu, transportasi sudah agak tinggi makanya naiknya
bulan ini tidak banyak lagi tetapi memang masih naik," ujarnya.

Sementara, rerata harga beras diperkirakan akan turun atau deflasi. Sebagai
informasi, tahun ini, pemerintah menargetkan inflasi di level 3,5 persen
atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar 3,13 persen.

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah
membentuk Tim Pengendalian Inflasi Baik di tingkat nasional maupun di
daerah.


Lihat juga:

 Harga Bumbu Dapur Turun, Diproyeksi Bikin Inflasi Mei Landai
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190529145405-92-399479/harga-bumbu-dapur-turun-diproyeksi-bikin-inflasi-mei-landai/>

*(agt/agt)*



Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190531194236-532-400152/darmin-ramal-inflasi-ramadan-berkisar-antara-05-06-persen#>

Kirim email ke