http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9705/eks_kepala_bais_tak_yakin_soenarko_makar


Mengapa media dan propaganda mempergunakan istilah "makar"? Kalau makar
paling tidak harus dipersiapkan dengan jumlah anggota bersenjata lengkap
dalam jumlah besar. Hal ini bisa dilihat dari coup de'tat yang dilakukan
diberbagai negara. Jauh sebelum penguman hasil pemilihan umum dikirim dari
tentara dan polisi  dari beberapa daerah ke Jakarta.
*Eks Kepala Bais Tak Yakin Soenarko Berniat Makar*

Jumat , 31 Mei 2019 | 23:10

[image: Eks Kepala Bais Tak Yakin Soenarko Berniat Makar]


Sumber Foto Cnnindonesia.com
Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat

JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) Letjen TNI (Purn)
Yayat Sudrajat tidak yakin Mayjen TNI (Purn) Soenarko berniat melakukan
makar dengan menyelundupkan senjata. Dia mengenal Soenarko sebagai orang
yang mencintai negara sebagaimana prajurit TNI pada umumnya.

"Saya kebetulan dari Kopassus. Saya tahu persis Pak Narko. Kenal sejak
taruna. Saya tingkat 1, beliau tingkat 4. Tugas di Grup 1 kopassus. Jadi
agak aneh kalau diberitakan Pak Narko mau makar. Menyelundupkan senjata.
Saya marah sekali," ucap Yayat di bilangan Senayan, Jakarta, Jumat
(31/5/2019).

Dia menegaskan bahwa setiap prajurit TNI disumpah untuk selalu menjaga
keutuhan negara. Prajurit TNI pun selalu didoktrin agar siap mati dalam
menjaga negara. Karenanya, dia yakin Soenarko tidak mau melakukan makar
menggunakan senjata selundupan."Kalau tidak siap mati itu TNI Abal-abal.
Kalau mengkritik pemerintah yang berkuasa itu karena kecintaan," ucapnya.

Yayat lalu mengatakan bahwa Soenarko tidak pernah berbuat yang aneh-aneh
selama masih aktif menjadi prajurit TNI. Soenarko, lanjutnya, senantiasa
bersikap sesuai dengan koridor yang harus dilaksanakan seorang prajurit.

"Jadi saya Sangat marah sekali mendengar Pak Narko dibuat seolah-olah dia
menyiapkan makar 21-23 Mei plus menyelundupkan senjata. Masya Allah. Kok
tega-teganya ngomong begitu. Ini hanya kepentingan politik," katanya
seperti dikutip *cnnindonesia.com <http://cnnindonesia.com>.*

Yayat juga merasa ganjil dengan anggapan Soenarko ingin makar menggunakan
satu pucuk senjata yang diselundupkan. Menurut Yayat, bagaimana mungkin
makar ditopang oleh satu pucuk senjata saja."Jadi masa seorang Soenarko,
Kopassus, kemudian mau memberontak dan lucunya menyelundupkan senjata hanya
1 dan itu senjata busuk," tuturnya.

Hal serupa diutarakan eks Panglima Kodam Jaya Letjen TNI purn Johannes
Suryo Prabowo. Dia yakin Soenarko tidak pernah berniat untuk makar seperti
anggapan yang sejauh ini beredar."Saya dan Pak Narko siap enggak masuk
surga demi negara. Jangan sekali-kali menuduh kami tidak cinta merah
putih," katanya.

Suryo menekankan bahwa bukan hanya Soenarko yang dirugikan, tetapi juga
nama baik keluarganya. Bahkan, Suryo merasa dirinya juga ikut kena
getahnya."Bahkan saya juga. Boleh enggak diminta penangguhan. Saya
dijadikan tangguhannya, ini menghina. Menghina," dia menambahkan.

Kirim email ke