*Siapa atau badan mana yang menjadi sutradara untuk 22 Mei? Kalau tidak
diketahui terjadinya peristiwa ini, lalu mengapa jauh sebelum terjadi
peristiwa sudah dikirim tentara dan polisi daerah ke Jakarta? Seandainya
kalau sebelumnya sudah diketahui masalahnya, mengapa tidak langsung
ditangkap sutradara dan aktor-aktor intinya “makar”?*


https://www.tagar.id/siapa-hm-diduga-penyandang-dana-kerusuhan-22-mei


News <https://www.tagar.id/news> June 1, 2019, 12:27 am



*Siapa atau badan mana yang menjadi sutradara untuk 22 Mei? Kalau tidak
diketahui terjadinya peristiwa ini, lalu mengapa jauh sebelum terjadi
peristiwa sudah dikirim tentara dan polisi daerah ke Jakarta? Seandainya
kalau sebelumnya sudah diketahui masalahnya, mengapa tidak langsung
ditangkap sutradara dan aktor-aktor intinya “makar”?*


https://www.tagar.id/siapa-hm-diduga-penyandang-dana-kerusuhan-22-mei


News <https://www.tagar.id/news> June 1, 2019, 12:27 am
Siapa HM Diduga Penyandang Dana Kerusuhan 22 Mei?

Editor: Siti Afifiyah

[image: https://www.tagar.id/Asset/uploads/743414-demo-bawaslu.jpeg]
<https://www.tagar.id/tagarphoto/37548/Demo%20Bawaslu>Sejumlah massa Aksi
22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu
(22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil
rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

*Fokus Berita: **Kerusuhan 22 Mei*
<https://www.tagar.id/fokus/3529/kerusuhan22mei>

*Jakarta *- Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri segera memeriksa
pengusaha yang juga tokoh partai keagamaan, HM, yang diduga menjadi salah
satu penyandang dana kerusuhan demonstrasi 22 Mei 2019 di Jakarta.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, dari informasi yang diperoleh
IPW, sedikitnya ada tiga orang yang diduga menjadi penyandang dana
kerusuhan 22 Mei. Dari ketiga orang ini, polisi
<https://www.tagar.id/tag/polisi> sepertinya sudah mendapatkan dua alat
bukti tentang keterlibatan pengusaha dan tokoh partai HM.

"Untuk itu, Polri perlu bekerja cepat memeriksa HM agar para penyandang
dana lainnya dalam kerusuhan 22 Mei bisa terungkap terang-benderang dan
segera diamankan," ujar Neta S Pane dalam keterangan tertulis diterima
*Tagar*, Kamis 27 Mei 2019.

Dari penelusuran IPW, kata Pane, aliran dana kerusuhan 22 Mei sebenarnya
sudah terang benderang. HM memberikan dana sebesar Rp 150 juta kepada
Brigjen K. Dana ini lalu diberikan Brigjen K kepada HK. Setelah mendapat
dana Rp 150 juta, HK mendapat perintah untuk membunuh sejumlah pejabat
pemerintah di saat kerusuhan 22 Mei meledak di Jakarta.

Selain itu, TJ juga mendapat dana Rp 55 juta yang dananya dari HM, dengan
tugas membunuh sejumlah pejabat dan tokoh pelaksana *quick count*. Keduanya
adalah disertir TNI <https://www.tagar.id/tag/tni> yang sudah beberapa kali
terlibat kejahatan di ibu kota Jakarta.

*Polri perlu memeriksa sejumlah saksi, terutama para tokoh yang sempat
hadir dalam aksi demo di depan Bawaslu, seperti putri mantan Presiden
Soeharto, Titiek Soeharto.*

Dari data yang diperoleh, lanjut Pane, hingga saat ini baru HM yang
diketahui sebagai penyandang dana untuk pembunuhan pejabat dalam kerusuhan
22 Mei.

Dan jajaran kepolisian sudah memiliki dua alat bukti mengenai keterlibatan
HM. Sementara dua lainnya yang diduga sebagai penyandang dana untuk
melakukan kerusuhan 21 dan 22 Mei di sepanjang Jl Wahid Hasyim dan di
Slipi, Jakarta Barat, masih didalami jajaran kepolisian.

Mereka diduga mendatangkan massa perusuh dari Surabaya dengan menggunakan
pesawat dan memberikan penginapan di sejumlah hotel di Jalan Wahid Hasyim.
Sebagian pelaku kerusuhan dari Surabaya ini berhasil ditangkap aparat Polda
Metro Jaya.

Selain itu massa perusuh juga mereka datangkan dari Tangerang
<https://www.tagar.id/tag/tangerang>, Tangerang Selatan, dan sekitar Tanah
Abang.

"IPW berharap Polri bekerja cepat untuk memburu para penyandang dana
kerusuhan 22 Mei itu agar otak kerusuhan bisa diciduk," kata Pane.

Untuk mengungkap jaringan kerusuhan 22 Mei ini, kata Pane, "Polri perlu
memeriksa sejumlah saksi, terutama para tokoh yang sempat hadir dalam aksi
demo di depan Bawaslu, seperti putri mantan Presiden Soeharto, Titiek
Soeharto."

"Polri perlu bekerja cepat membongkar jaringan perusuh 22 Mei ini agar
gerakan mereka bisa dipagar betis dan tidak memiliki peluang lagi dalam
melakukan kerusuhan baru setelah pengumuman hasil sidang di Mahkamah
Konstitusi <https://www.tagar.id/tag/mahkamahkonstitusi> maupun saat
pelantikan presiden hasil Pilpres 2019," demikian Ketua Presidium IPW Neta
S Pane. []

*Baca juga:*

   -

   Soenarko, Penyelundupan Senjata, dan People Power
   <https://www.tagar.id/soenarko-penyelundupan-senjata-dan-people-power>
   -

   GMKI Desak Polri Ungkap Dalang Rencana Pembunuhan Empat Tokoh
   
<https://www.tagar.id/gmki-desak-polri-ungkap-dalang-rencana-pembunuhan-empat-tokoh>
   -

   Lima Sosok Jenderal Purnawirawan TNI yang Bertemu Jokowi
   
<https://www.tagar.id/lima-sosok-jenderal-purnawirawan-tni-yang-bertemu-jokowi>
   -

   Kronologi Kerusuhan Demonstrasi 21-22 Mei 2019
   <https://www.tagar.id/kronologi-kerusuhan-demonstrasi-2123-mei-2019>
   -

   PSI: Usut Tuntas Kerusuhan Demonstrasi 22 Mei 2019
   <https://www.tagar.id/psi-usut-tuntas-kerusuhan-demonstrasi-22-mei-2019>



Editor: Siti Afifiyah

[image: https://www.tagar.id/Asset/uploads/743414-demo-bawaslu.jpeg]
<https://www.tagar.id/tagarphoto/37548/Demo%20Bawaslu>Sejumlah massa Aksi
22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu
(22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil
rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

*Fokus Berita: **Kerusuhan 22 Mei*
<https://www.tagar.id/fokus/3529/kerusuhan22mei>

*Jakarta *- Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri segera memeriksa
pengusaha yang juga tokoh partai keagamaan, HM, yang diduga menjadi salah
satu penyandang dana kerusuhan demonstrasi 22 Mei 2019 di Jakarta.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, dari informasi yang diperoleh
IPW, sedikitnya ada tiga orang yang diduga menjadi penyandang dana
kerusuhan 22 Mei. Dari ketiga orang ini, polisi
<https://www.tagar.id/tag/polisi> sepertinya sudah mendapatkan dua alat
bukti tentang keterlibatan pengusaha dan tokoh partai HM.

"Untuk itu, Polri perlu bekerja cepat memeriksa HM agar para penyandang
dana lainnya dalam kerusuhan 22 Mei bisa terungkap terang-benderang dan
segera diamankan," ujar Neta S Pane dalam keterangan tertulis diterima
*Tagar*, Kamis 27 Mei 2019.

Dari penelusuran IPW, kata Pane, aliran dana kerusuhan 22 Mei sebenarnya
sudah terang benderang. HM memberikan dana sebesar Rp 150 juta kepada
Brigjen K. Dana ini lalu diberikan Brigjen K kepada HK. Setelah mendapat
dana Rp 150 juta, HK mendapat perintah untuk membunuh sejumlah pejabat
pemerintah di saat kerusuhan 22 Mei meledak di Jakarta.

Selain itu, TJ juga mendapat dana Rp 55 juta yang dananya dari HM, dengan
tugas membunuh sejumlah pejabat dan tokoh pelaksana *quick count*. Keduanya
adalah disertir TNI <https://www.tagar.id/tag/tni> yang sudah beberapa kali
terlibat kejahatan di ibu kota Jakarta.

*Polri perlu memeriksa sejumlah saksi, terutama para tokoh yang sempat
hadir dalam aksi demo di depan Bawaslu, seperti putri mantan Presiden
Soeharto, Titiek Soeharto.*

Dari data yang diperoleh, lanjut Pane, hingga saat ini baru HM yang
diketahui sebagai penyandang dana untuk pembunuhan pejabat dalam kerusuhan
22 Mei.

Dan jajaran kepolisian sudah memiliki dua alat bukti mengenai keterlibatan
HM. Sementara dua lainnya yang diduga sebagai penyandang dana untuk
melakukan kerusuhan 21 dan 22 Mei di sepanjang Jl Wahid Hasyim dan di
Slipi, Jakarta Barat, masih didalami jajaran kepolisian.

Mereka diduga mendatangkan massa perusuh dari Surabaya dengan menggunakan
pesawat dan memberikan penginapan di sejumlah hotel di Jalan Wahid Hasyim.
Sebagian pelaku kerusuhan dari Surabaya ini berhasil ditangkap aparat Polda
Metro Jaya.

Selain itu massa perusuh juga mereka datangkan dari Tangerang
<https://www.tagar.id/tag/tangerang>, Tangerang Selatan, dan sekitar Tanah
Abang.

"IPW berharap Polri bekerja cepat untuk memburu para penyandang dana
kerusuhan 22 Mei itu agar otak kerusuhan bisa diciduk," kata Pane.

Untuk mengungkap jaringan kerusuhan 22 Mei ini, kata Pane, "Polri perlu
memeriksa sejumlah saksi, terutama para tokoh yang sempat hadir dalam aksi
demo di depan Bawaslu, seperti putri mantan Presiden Soeharto, Titiek
Soeharto."

"Polri perlu bekerja cepat membongkar jaringan perusuh 22 Mei ini agar
gerakan mereka bisa dipagar betis dan tidak memiliki peluang lagi dalam
melakukan kerusuhan baru setelah pengumuman hasil sidang di Mahkamah
Konstitusi <https://www.tagar.id/tag/mahkamahkonstitusi> maupun saat
pelantikan presiden hasil Pilpres 2019," demikian Ketua Presidium IPW Neta
S Pane. []

*Baca juga:*

   -

   Soenarko, Penyelundupan Senjata, dan People Power
   <https://www.tagar.id/soenarko-penyelundupan-senjata-dan-people-power>
   -

   GMKI Desak Polri Ungkap Dalang Rencana Pembunuhan Empat Tokoh
   
<https://www.tagar.id/gmki-desak-polri-ungkap-dalang-rencana-pembunuhan-empat-tokoh>
   -

   Lima Sosok Jenderal Purnawirawan TNI yang Bertemu Jokowi
   
<https://www.tagar.id/lima-sosok-jenderal-purnawirawan-tni-yang-bertemu-jokowi>
   -

   Kronologi Kerusuhan Demonstrasi 21-22 Mei 2019
   <https://www.tagar.id/kronologi-kerusuhan-demonstrasi-2123-mei-2019>
   -

   PSI: Usut Tuntas Kerusuhan Demonstrasi 22 Mei 2019
   <https://www.tagar.id/psi-usut-tuntas-kerusuhan-demonstrasi-22-mei-2019>

Kirim email ke