Salawati Daud memang istimewa. Berkawan baik dengan Kahar Muzakar maupun
jendral Jusuf. Waktu di tahanan, tidak kekurangan makanan,
karena selalu dibezoek dan dibawai makanan oleh jendralJusuf. karena itu,
selain karena kewibawaannya, dan namanya yang harum, juga disegani
kok jendral Jusuf datang sendiri ke rumah tahanan bezoek dia secara
teratur. Tahanan2 wanita lain banyak dibantu beliau.

Pada tanggal Sab, 1 Jun 2019 pukul 16.55 Noroyono 1963
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> *Salawati Daud*
>
> Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
>
>
>
> *Salawati Daud*
>
> *Kebangsaan*
>
> *Indonesia <https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia>*
>
> *Pekerjaan*
>
> Mantan Anggota DPR dan Wali kota Makassar
>
> *Dikenal atas*
>
> *Pimpinan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)*
>
>
>
> *Salawati Daud* adalah seorang aktivis perempuan dan *pejuang kemerdekaan*
> dan mantan anggota DPR dan anggota dari *Partai Komunis Indonesia
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia> (PKI
> <https://id.wikipedia.org/wiki/PKI>).* Pada tahun *1945
> <https://id.wikipedia.org/wiki/1945>* ia mulai menerbitkan majalah *Wanita
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Wanita>* di *Makassar
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Makassar,_Makassar>*, yang memiliki oplah
> mencapai *2000 <https://id.wikipedia.org/wiki/2000>*-an.
>
>
>
> Nama aslinya : *Charlotte Salawati*. Mulanya ia tercatat sebagai anggota 
> *Partai
> <https://id.wikipedia..org/wiki/Partai_politik> Kedaulatan Rakyat
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Kedaulatan_Rakyat>.* Dari Arsip *Antara
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Antara_Anyer_dan_Jakarta> *diketahui,
> partai ini sangat pro republik dan memperjuangkan *hak-hak
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Hak-hak_asasi_manusia>* kaum *perempuan
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Perempuan>*.
>
>
>
> Salawati Daud menikah dengan seorang pejabat *pemerintah
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah>* dari *Maros
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Maros>*, kubu gerilya selama Perang
> Kemerdekaan Indonesia . Dia melakukan perjalanan ke Jakarta , berusaha
> untuk meyakinkan pemerintah republik untuk mendukung perjuangan gerilya.
>
>
>
> *Daftar isi*
>
>
>
> 1.             Biografi
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud#Biografi>
>
> 2.            Gerwani
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud#Gerwani>
>
>
>
> *Biografi* [sunting
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salawati_Daud&veaction=edit&section=1>
>  | sunting sumber
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salawati_Daud&action=edit&section=1>
> ]
>
> Salawati Daud merupakan perempuan Indonesia pertama yang menempati posisi 
> *Wali
> kota <https://id.wikipedia.org/wiki/Wali_kota>*. Ia menjadi Wali kota di
> Makassar, *Sulawesi Selatan
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan>*, tahun *1949
> <https://id.wikipedia.org/wiki/1949>*. Tak hanya itu, ia juga tercatat
> sebagai *Wali kota Makassar yang pertama di bawah pemerintahan Republik
> Indonesia*.[1]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud#cite_note-Wali_kota_Pertama-1>
>
>
>
> Maklum, pasca Proklamasi *17 Agustus 1945
> <https://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus_1945>*, Makassar langsung
> dicaplok Sekutu/NICA. Sejumlah pemimpin Republik, termasuk Gubernur
> Sulawesi zaman itu, Sam Ratulangi, ditangkap oleh Belanda. Gagal-lah upaya
> membentuk pemerintahan RI di Makassar. Republik Indonesia baru berhasil
> membentuk pemerintahan sendiri di Makassar tahun 1949.
>
>
>
> Pada tahun 1945, Salawati menerbitkan majalah Wanita di Makassar. Majalah
> tersebut terbit dua kali sebulan. Jumlah oplah-nya berjumlah ribuan tiap
> terbit. Selain majalah Wanita, ia juga memimpin majalah Bersatu, yang
> oplahnya mencapai 2000-an.
>
>
>
> Usai Proklamasi 17 Agustus 1945, Makassar langsung diduduki *Sekutu
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Sekutu>* yang diboncengi *NICA
> <https://id.wikipedia.org/wiki/NICA>*. *Sam Ratulangi
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Sam_Ratulangi>*, tokoh yang ditunjuk *Bung
> Karno <https://id..wikipedia.org/wiki/Bung_Karno>* sebagai *Gubernur
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur>Sulawesi
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi>*, ditangkap. Banyak tokoh pemuda
> yang memprotes penangkapan ini.
>
>
>
> Rakyat Sulawesi Selatan marah. Sejak *September
> <https://id.wikipedia.org/wiki/September> 1945*, bentrokan antara rakyat
> dan pelajar melawan NICA sudah terjadi. Salah satunya adalah aksi pelajar
> perguruan islam Datu Museng, yang mengibarkan Merah-Putih di sekolahnya.
>
>
>
> Saat itu pemuda dan pelajar membentuk Pusat Pemuda National Indonesia
> (PPNI). Organisasi ini diketuai oleh Manai Sophiaan. Tak lama kemudian, *Manai
> Sophiaan <https://id.wikipedia.org/wiki/Manai_Sophiaan>*ditangkap oleh
> NICA. Ia disekap di markas NICA di Empress Hotel. Kejadian inilah yang
> memicu kemarahan pelajar Makassar. *29 Oktober
> <https://id.wikipedia.org/wiki/29_Oktober> 1945*, pelajar menyerbu
> Empress Hotel dan mengibarkan *Merah Putih
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Merah_Putih_(film)>* di sana.
>
>
>
> Salawati Daud sudah aktif dalam gerakan itu. Ia bersama kawan-kawannya di
> Partai Kedaulatan Rakyat mendirikan “Tim Penerangan” untuk mengkampanyekan
> penolakan terhadap kehadiran kolonialis Belanda di *Sulawesi
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi>*. Dalam gerakan ini, Salawati
> berkeliling Sulsel untuk memassalkan gerakan ini.
>
>
>
> Tetapi Salawati tak hanya berkampanye, ia juga turut memanggul senjata
> melawan tentara NICA. Sejumlah sumber menyebutkan, Ia bersama Emmy Saelan
> bertempur melawan Belanda. Salah satu pertempuran yang terkenal penyerbuan
> tangsi polisi di Masamba. Aksi penyerbuan ini dipimpin oleh Salawati Daud..
> Tak heran, ia sangat disegani oleh semua pejuang Republik di Sulawesi.
>
>
>
> Mungkin karena pertimbangan itulah, ia ditunjuk sebagai Wali kota pertama
> di Makassar. Karena pengaruh politiknya pula, ia dipercaya mengatasi
> sejumlah kekacauan di Sulawesi selatan. Salah satunya adalah pemberontakan 
> *Kahar
> Muzakkar <https://id.wikipedia.org/wiki/Kahar_Muzakkar>*.
>
>
>
> Beberapa literatur menyebutkan, Salawati Daud-lah yang membawa pengaruh
> kiri ke Kahar Muzakkar. Tak heran, ketika Kahar mau memberontak terhadap
> Republik, Salawati berjuang mati-matian untuk membujuknya agar tetap di
> pangkuan Republik. Sayang, usaha itu menemui kegagalan.
>
>
>
> *Gerwani* [sunting
> <https://id.wikipedia..org/w/index.php?title=Salawati_Daud&veaction=edit&section=2>
>  | sunting sumber
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salawati_Daud&action=edit&section=2>
> ]
>
> Tahun 1950, Salawati Daud turut terlibat dalam pembentukan organisasi
> perempuan nasional bernama *Gerakan Wanita Sedar (Gerwis
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerakan_Wanita_Sedar_(Gerwis&action=edit&redlink=1>).*
> Ia menjadi salah pengurus di Gerwis ini. Kelak, Gerwis inilah yang berubah
> menjadi *Gerakan Wanita Indonesia
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Wanita_Indonesia> (Gerwani
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Gerwani>*).[2]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud#cite_note-Pemimpin_Gerwani-2>
>
>
>
> Tahun 1950-an, Salawati Daud makin dikenal sebagai tokoh kiri. Bahkan, ia
> disebut-sebut sebagai salah satu pembawa pemikiran kiri di Sulawesi
> Selatan. Pada *pemilu 1955 <https://id.wikipedia.org/wiki/Pemilu_1955>*,
> ia masuk daftar calon *DPR <https://id.wikipedia.org/wiki/DPR>* dari
> Partai Komunis Indonesia Partai Komunis Indonesia (PKI). Memang, seperti
> dicatat Saskia E Wieringa dalam penghancuran Gerakan Perempuan: politik
> Seksual Di Indonesia Pasca Kejatuhan PKI, ada 6 anggota Gerwani yang masuk
> list daftar calon DPR PKI, yakni Suharti Suwarto, Ny Mudigdio, Salawati
> Daud, Suwardiningsih, Maemunah, dan *Umi Sardjono
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Umi_Sardjono>*.[3]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud#cite_note-Lakon_Teater-3>
>
>
>
> Konon, karena pengaruh politik Salawati Daud, PKI mendapat suara besar di 
> *Tana
> Toraja <https://id.wikipedia.org/wiki/Tana_Toraja>*. Itu terjadi pada
> pemilu 1955. itu pula yang mengantarkan Salawati Daud menjadi anggota DPR
> tahun 1955. Sejak itu, ia bermukim di Jakarta. Selain aktif sebagai anggota
> DPR, ia juga menjadi pengurus DPP Gerwani. Ia menempati posisi sebagai
> Wakil Ketua. Di DPR, Salawati aktif memperjuangkan hak-hak perempuan.[4]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud#cite_note-Sejarah_Gerwis-4>
>
>
>
> Dan, tahun 1965 meletus peristiwa G.30/S. PKI dan ormas-ormasnya segera
> dituding mendalangi peristiwa tersebut. Saat itu, usai bersidang di
> Parlemen, Salawati Daud bersama empat kawannya, yakni Umi Sardjono,
> Ny.Mudigdo, Siti Aminah, dan Dahliar, ditangkap oleh tentara. Ia kemudian
> digelandang ke markas *Kostrad <https://id.wikipedia.org/wiki/Kostrad>*,
> diintergorasi berhari-hari di sana, lalu kemudian dijebloskan ke penjara
> Bukit Duri dan dikirim ke *Kamp Plantungan
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Kamp_Plantungan>*. Di dalam penjara pun ia
> tak menyerah. Ia aktif membela nasib sesama tahanan yang diperlakukan tidak
> sewenang-wenang.
>
>
>
> Salawati Daud adalah salah satu dari banyak pemimpin Gerwani yang
> dipenjara setelah 1965 pengambilalihan militer. Pada tanggal *1 Oktober
> <https://id.wikipedia.org/wiki/1_Oktober> 1965*, setelah markas Gerwani
> telah menerima informasi yang membingungkan tentang peristiwa di *Lubang
> Buaya <https://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_Buaya>*, Salawati Daud
> bersepeda ke* parlemen <https://id.wikipedia.org/wiki/Parlemen>* untuk
> menanyakan apa yang sedang terjadi. Dia dihentikan oleh tentara dalam
> perjalanan dan dibawah ke markas Kostrad.[5]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud#cite_note-Sejarah_Sosial-5>
>
>
>
> Di penjara *Bukit Duri
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Bukit_Duri,_Tebet,_Jakarta_Selatan>*,
> Salawati Daud memainkan peran penting dalam intervensi terhadap
> penganiayaan *narapidana <https://id.wikipedia.org/wiki/Narapidana> *lain..
> Dia punya mandat nasionalis yang kuat untuk perannya dalam perjuangan
> kemerdekaan, dan para penjaga mengalami kesulitan menghadapinya. Tindakan
> Salawati Daud untuk kesejahteraan para tahanan sangat dihargai oleh
> narapidana lain.
>
>
>
> *https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Salawati_Daud>*
>
> On Sat, 1 Jun 2019 at 12:57, Sunny ambon [email protected] [GELORA45]
> <[email protected]> wrote:
>
>>
>>
>>
>> *Apanya yang super?*
>>
>>
>>
>>
>> https://www.gatra.com/detail/news/419767/politic/bima-arya-ani-yudhoyono-adalah-super-first-lady
>>
>>
>> *Bima Arya : Ani Yudhoyono Adalah Super First Lady*
>>
>> Gatra.com | 01 Jun 2019 16:55
>>
>>
>>
>>
>> *Bogor, Gatra.com* - Wali Kota Bogor Bima Arya <https://g.co/kgs/ukj1rV> 
>> menyampaikan
>> bela sungkawa atas meninggalnya istri Presiden RI ke-VI, Susilo Bambang
>> Yudhoyono (SBY), Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono. Ani menghembuskan
>> nafas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit kanker darah yang
>> diidapnya sejak Februari lalu.
>>
>> "Tentunya kabar duka untuk kita semua karena beliau *super first lady* yang
>> punya banyak sekali kelebihan di mata kita," ujar Bima di Jalan Kesehatan,
>> Kota Bogor, Sabtu (1/6).
>>
>> Menurut Bima, sosok Ani adalah panutan bagi rakyat Indonesia. Terutama,
>> bagi keluarga dan perempuan.
>>
>> "Beliau bisa berperan secara maksimal di banyak hal. Berperan dalam
>> mendorong suami dan putra-putranya berpolitik, berperan untuk menjaga
>> keluarga, kebersamaan keluarga, dan berperan sebagai ibu rumah tangga,"
>> katanya.
>>
>> *Baca juga:* Sosok Ani Yudhoyono di Mata Anies Baswedan
>> <https://www.gatra.com/detail/news/419751/health/sosok-ani-yudhoyono-di-mata-anies-baswedan>
>>
>> Bima mengaku mendapat kabar bahwa jenazah alm Ani akan diterbangkan ke
>> Indonesia via Halim Perdanakusuma. Namun ia masih belum mendapat kabar
>> mengenai waktu pemakaman akan dilakukan.
>>
>> Selain itu, Bima mengaku sering berkomunikasi dengan Agus Harimurti
>> Yudhoyono (AHY) mengenai penyakit yang diderita Ani.
>>
>> "InsyaAllah saya akan melayat ke sana. Mas AHY ketika datang [ke Bogor]
>> juga beliau banyak ceritalah sedikit tentang kabar Bu Ani, saya meng-update
>> kabar Bu Ani itu dari Mas AHY," jelas Bima.
>> ------------------------------
>>
>> *Reporter: Ryan Puspa Bangsa *
>> *Editor: MS Widodo*
>>
>>
>>
>>
>>
>> 
>

Kirim email ke