Wah, Prabowo nunggang kuda, tetapi kok dia ditunggangi.......

Pada tanggal Sab, 1 Jun 2019 pukul 19.23 ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Prabowo Hanya Pion,
> Setara Institute Sebut Dua Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei
> [image: Prabowo Hanya Pion, Setara Institute Sebut Dua Aktor Utama
> Kerusuhan 21-22 Mei]
> Hendardi. ( Foto: Antara )
> Yustinus Paat / MPA Jumat, 31 Mei 2019 | 19:51 WIB
>
>
> https://www.beritasatu.com/politik/557405/prabowo-hanya-pion-setara-institute-sebut-dua-aktor-utama-kerusuhan-2122-mei
>
> *Jakarta, Beritasatu.com* - Ketua Setera Institute Hendardi menduga aktor
> utama atau* master main* dari aksi 21-22 Mei 2019 lalu adalah pensiunan
> tentara dan kelompok radikal. Menurut Hendardi, kedua kelompok utama ini
> hanya menunggangi Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 02
> Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
>
> "Aktor utamanya atau mastermind aksi 21-22 Mei 2019 hanya ada dua
> kemungkinan; pensiunan tentara dan jaringan kelompok radikal, yang pada
> dasarnya simpatisan dan pendukung yang menunggangi paslon 02, untuk
> kepentingan politik mereka masing-masing. Kalau preman-preman bayaran itu
> pion saja, hanya dipakai untuk kepentingan mereka," ujar Hendardi di
> Jakarta, Jumat (31/5/2019).
>
> Hendardi menilai Prabowo sebenarnya tidak bisa dikatakan mampu
> mengendalikan aksi-aksi yang dirancang dua aktor utama aksi tersebut.
> Bahkan, menurut dia, tidak ada faktor yang bisa menghentikan atau
> mengendalikan aksi-aksi mereka
>
> "Karena mereka pada dasarnya punya agenda masing-masing. Prabowo juga
> tidak. Di tengah-tengah kelompok itu, Prabowo bukan *solidarity maker*.
> Prabowo adalah figur elite yang juga sesungguhnya 'dipionkan' sebagai
> simbol oleh mereka, bahwa ini seakan-akan kontestasi elektoral dalam
> kerangka demokrasi," terang dia.
>
> Hendardi mengakui bahwa skenario terbesar di balik aksi-aksi para perusuh
> pada 21-22 Mei lalu adalah memaksakan kemenangan Paslon Prabowo-Sandi,
> melalui dua saluran utama. Pertama, kata dia, pseudo-yuridis, dengan
> memaksakan kehendak kepada Bawaslu untuk mendiskualifikasi Paslon
> Jokowi-Ma'ruf.
>
> "Kedua, politik jalanan dan inkonstitusional. Mereka memaksakan tindakan
> rusuh dengan berharap ini akan melahirkan efek domino politik seperti di
> Suriah. Ada martir yang dikorbankan, harapannya memicu instabilitas politik
> skala besar, dan diharapkan presiden tidak bisa mengendalikan situasi,"
> ungkap dia.
>
> Kekhawatiran akan meningkatnya ekskalasi jelang sidang Mahkamah
> Konstitusi, lanjut Hendardi sesungguhnya sudah bisa dIantisipasi oleh
> aparat TNI dan Polri. Hal ini, kata dia, terlihat dari narasi aksi-aksi
> dari dua kelompok ini tidak akan banyak berubah dari sebelum mereka
> memutuskan ke Mahkamah Konstitusi.
>
> "Begitu juga tujuan politiknya. Kelompok-kelompok itu pun demikian. Tapi
> situasinya sekarang akan berbeda. Banyak pihak sudah membedah serta
> menyesalkan terjadinya rusuh 21 dan 22 Mei itu. Aksi dua hari itu gagal
> total, tidak rapi, dan terlalu telanjang. Kedaulatan rakyat hanya dijadikan
> mainan label mereka saja. Di samping itu, aparat keamanan jauh lebih siap..
> Dua hari itu aparat menangani dengan baik, dan ke depan pengendalian sidang
> di Mahkamah Konstitusi pastinya lebih baik lagi," pungkas Hendardi
>
>
> Sumber: BeritaSatu.com
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_-4483344706720075277_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke