*Kalau sudah diperkirakan akan kalah, maka perlu dibuat sesuatu supaya bisa
menang atau tetap menang. Pembuatannya tidak susah, karena dimiliki segala
macam alat dan kekuasaan.*

On Mon, Jun 3, 2019 at 10:21 AM Lusi D. <[email protected]> wrote:

> Analisis dan pandangan politik Adhie Massardi, mantan jurubicara
> Presiden Gusdur mulai nampak kebenarannya. Makin hari makin jelas bahwa
> Prabowo-Sandi yang mengalahkan Jokowi-Makruf dan menang dalam proses
> pemilihan Presiden Indonesia periode 2019-2024.
>
> Tentu saja hal ini akan menjadi beban berat bagi kaum fanatisi Jokowi.
> Namun demikian setiap orang berhak belajar dari sejarah. Misalnya
> dengan membaca kembali ulasan yang saya tayangkan berikut ini:
>
>
> Kamis, 17 Ramadhan 1440 H / 23 Mei 2019
> Home » Berita » Berita Nasional
>
> Adhie Massardi: Prabowo-Sandi Menang Minimal 55 Persen
>
> Eramuslim.com – Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie
> Massardi yakin pasangan Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi memperoleh
> 55 persen suara mengalahkan pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019
> ini.
>
> Hal tersebut diyakini melihat Pilpres 2014 lalu di mana Prabowo
> berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh suara sebesar 46,85 persen.
> Sementara, di Pilpres 2019 ini Adhie yakin suara Prabowo bertambah
> karena berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno.
>
> “Jadi dalam hitungan
> politik saya, minimal Prabowo itu dapat 55 persen minimal, masa dari
> penampilan begitu, dukungan begitu banyaknya menjadi lebih buruk dari
> versi KPU hitungan sekarang, kan nggak masuk akal,” ucap Adhie Massardi
> di diskusi publik yang bertema ‘Membongkar Modus Operandi Kecurangan
> Pemilu’ di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).
>
> Hal tersebut diyakini melihat Pilpres 2014 lalu di mana Prabowo
> berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh suara sebesar 46,85 persen.
> Sementara, di Pilpres 2019 ini Adhie yakin suara Prabowo bertambah
> karena berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno.
>
> “Jadi dalam hitungan politik saya, minimal Prabowo itu dapat 55 persen
> minimal, masa dari penampilan begitu, dukungan begitu banyaknya menjadi
> lebih buruk dari versi KPU hitungan sekarang, kan nggak masuk akal,”
> ucap Adhie Massardi di diskusi publik yang bertema ‘Membongkar Modus
> Operandi Kecurangan Pemilu’ di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).
>
> Tak hanya itu, pada 2014 Jokowi juga mendapatkan dukungan dari pendukung
> mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sehingga
> suara Jokowi menjadi banyak karena dampak dari pendukung  Jusuf Kalla
> dan Ahok.
>
> “Pada 2019 Yusuf Kalla off dari kontestasi. Kemudian adalagi yang
> mendorong pasangan Jokowi-JK 2014 ini adalah Ahok dengan faktor
> non-muslim dan etnis China yang didorong kesitu,” terangnya
>
> Namun pada Pilpres 2019 ini, Jusuf Kalla tidak ikut dalam kontestasi
> sehingga dinilai mengurangi jumlah dukungannya untuk mendukung Jokowi.
> Tak hanya itu, setelah Ma’ruf Amin dipilih menjadi pendamping Jokowi
> juga berpengaruh dari dukungan para pendukung Ahok yang diduga kecewa
> lantaran sosok Ma’ruf Amin yang membuat Ahok tidak dipilih mendampingi
> Jokowi.
>
> “Tetapi 2019 ini kan ada kekecewaan yang luar biasa besar juga dari
> pendukung Ahok dan non-muslim dan etnis Tionghoa terutama karena
> pasangan Joko Widodo ternyata Ma’ruf Amin yang dalam pandangan mereka
> merupakan otak dari yang menyingkirkan Ahok, jadi kemungkinan
> berkurang,” jelasnya.
>
> Jadi menurut Adhie, pasangan Jokowi-Ma’ruf pada kontestasi Pilpres 2019
> ini harusnya hanya mendapatkan suara sebesar 40-42 persen
>
> “Jadi kalau dihitung realistis politiknya dengan angka kemudian yang
> muncul didalam pemilu itu dugaan saya hitungan saya maksimal pasangan
> Jokowi-Ma’ruf ini 40 sampai 42 persen,” tuturnya.
>
> Sehingga, jika dilihat perhitungan KPU sementara di Situng pada situs
> KPU yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf diyakini adanya masalah di
> KPU.
>
> “Karena yang diyakini dalam ilmu politik itu adalah pemilu itu
> ekspresi politik keinginan masyarakatnya, angka politik juga keinginan
> masyarakat. Kalau angka politik ini tidak nyambung dengan realitas
> politiknya itu pasti ada masalah,” tandasnya. [ml]
>
>
>

Kirim email ke