Adhie Marsadi tidak memperhitungkan PPP dan Golkar yang dulunya mendukung Prabowo di tahun 2014 pindah mendukung Jokowi, dan partai Demokrat yang dulunya "100%"mendukung Hatta Rajasa, sekarang partainya mendukung Prabowo, tetapi kadernya dibolehkan pilih Jokowi. Juga effek dari pemilihan serentak mungkin besar sekali. Yang pendukung partai tertentu, juga pilih calon presiden dan wakilnya yang didukung partainya ? Apa berkurangnya "Golput", datangnya 80% pemilih dari calon pemilih lebih menguntungkan Paslon 1, yang dapat dukungan lebih banyak partai. Apa ada korellasi antara jumlah suara yang didapat partai pendukung Jokowi dengan jumlah suara yang diperoleh Paslon 1 ? Kalau didasarkan hasil PILEG 2014, dan semua pendukung partai yang dukung Paslon 1, pilih Paslon 1, secara kasar Paslon 1 mungkin bisa kantongi : Golkar 14.75% Nasdem 6.72% PPP 6.53% Hanura 5.26% PDIP 18.95% PKB 9.04% Total 61.14% Beberapa partai pendukung Paslon 1 di Pilegnya ahun 2019 dapat suaranya turun. https://news.detik.com/berita/3882437/modal-jokowi-di-pilpres-2019-5221-suara-parpol-pemilu-2014
Berikut hasil perolehan suara pemilu legislatif yang ditetapkan KPU, diurutkan berdasarkan suara tertinggi ke terendah: 1. PDI-P 27.053.961 (19,33 persen) 2. Gerindra <http://www.tribunnews.com/tag/gerindra> 17.594.839 (12,57 persen) 3. Golkar <http://www.tribunnews.com/tag/golkar> 17.229.789 (12,31 persen) 4. PKB 13.570.097 (9,69 persen) 5. Nasdem 12.661.792 (9,05 persen) 6. PKS 11.493.663 (8,21 persen) 7. Demokrat 10.876.507 (7,77 persen) 8. PAN 9.572.623 (6,84 persen) 9. PPP 6.323.147 (4,52 persen) 10. Perindo 3.738.320 (2,67 persen) 11. Berkarya 2.929.495 (2,09 persen) 12. PSI 2.650.361 (1,89 persen) 13. Hanura 2.161.507 (1,54 persen) 14. PBB 1.099.848 (0,79 persen) 15. Garuda 702.536 (0,50 persen) 16. PKPI 312.775 (0,22 persen) http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/21/hasil-pileg-2019-9-partai-politik-lolos-parlemen-pdip-tempati-posisi-pertama-disusul-gerindra?page=all Kalau dianggap semua partai pendukung baik paslon 1 maupun 2, mendapatkan dukungan dari pemilih seperti yang pemilih dukung partainya, Paslon 1 akan dapat 60 % suara, paslon 2 akan dapat 40 %. Ternyata tidak, jadi sebagian dari PKB,PPP dan PBB ? dukung Prabowo. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com <http://www.tribunnews.com/> dengan judul Hasil Pileg 2019: 9 Partai Politik Lolos Parlemen, PDIP Tempati Posisi Pertama Disusul Gerindra, http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/21/hasil-pileg-2019-9-partai-politik-lolos-parlemen-pdip-tempati-posisi-pertama-disusul-gerindra?page=all .. Editor: Adi Suhendi Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com <http://www.tribunnews.com/> dengan judul Hasil Pileg 2019: 9 Partai Politik Lolos Parlemen, PDIP Tempati Posisi Pertama Disusul Gerindra, http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/21/hasil-pileg-2019-9-partai-politik-lolos-parlemen-pdip-tempati-posisi-pertama-disusul-gerindra?page=2 .. Editor: Adi Suhendi Pada tanggal Sen, 3 Jun 2019 pukul 10.21 Lusi D. <[email protected]> menulis: > Analisis dan pandangan politik Adhie Massardi, mantan jurubicara > Presiden Gusdur mulai nampak kebenarannya. Makin hari makin jelas bahwa > Prabowo-Sandi yang mengalahkan Jokowi-Makruf dan menang dalam proses > pemilihan Presiden Indonesia periode 2019-2024. > > Tentu saja hal ini akan menjadi beban berat bagi kaum fanatisi Jokowi. > Namun demikian setiap orang berhak belajar dari sejarah. Misalnya > dengan membaca kembali ulasan yang saya tayangkan berikut ini: > > > Kamis, 17 Ramadhan 1440 H / 23 Mei 2019 > Home » Berita » Berita Nasional > > Adhie Massardi: Prabowo-Sandi Menang Minimal 55 Persen > > Eramuslim.com – Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie > Massardi yakin pasangan Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi memperoleh > 55 persen suara mengalahkan pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 > ini. > > Hal tersebut diyakini melihat Pilpres 2014 lalu di mana Prabowo > berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh suara sebesar 46,85 persen. > Sementara, di Pilpres 2019 ini Adhie yakin suara Prabowo bertambah > karena berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno. > > “Jadi dalam hitungan > politik saya, minimal Prabowo itu dapat 55 persen minimal, masa dari > penampilan begitu, dukungan begitu banyaknya menjadi lebih buruk dari > versi KPU hitungan sekarang, kan nggak masuk akal,” ucap Adhie Massardi > di diskusi publik yang bertema ‘Membongkar Modus Operandi Kecurangan > Pemilu’ di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5). > > Hal tersebut diyakini melihat Pilpres 2014 lalu di mana Prabowo > berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh suara sebesar 46,85 persen. > Sementara, di Pilpres 2019 ini Adhie yakin suara Prabowo bertambah > karena berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno. > > “Jadi dalam hitungan politik saya, minimal Prabowo itu dapat 55 persen > minimal, masa dari penampilan begitu, dukungan begitu banyaknya menjadi > lebih buruk dari versi KPU hitungan sekarang, kan nggak masuk akal,” > ucap Adhie Massardi di diskusi publik yang bertema ‘Membongkar Modus > Operandi Kecurangan Pemilu’ di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5). > > Tak hanya itu, pada 2014 Jokowi juga mendapatkan dukungan dari pendukung > mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sehingga > suara Jokowi menjadi banyak karena dampak dari pendukung Jusuf Kalla > dan Ahok. > > “Pada 2019 Yusuf Kalla off dari kontestasi. Kemudian adalagi yang > mendorong pasangan Jokowi-JK 2014 ini adalah Ahok dengan faktor > non-muslim dan etnis China yang didorong kesitu,” terangnya > > Namun pada Pilpres 2019 ini, Jusuf Kalla tidak ikut dalam kontestasi > sehingga dinilai mengurangi jumlah dukungannya untuk mendukung Jokowi. > Tak hanya itu, setelah Ma’ruf Amin dipilih menjadi pendamping Jokowi > juga berpengaruh dari dukungan para pendukung Ahok yang diduga kecewa > lantaran sosok Ma’ruf Amin yang membuat Ahok tidak dipilih mendampingi > Jokowi. > > “Tetapi 2019 ini kan ada kekecewaan yang luar biasa besar juga dari > pendukung Ahok dan non-muslim dan etnis Tionghoa terutama karena > pasangan Joko Widodo ternyata Ma’ruf Amin yang dalam pandangan mereka > merupakan otak dari yang menyingkirkan Ahok, jadi kemungkinan > berkurang,” jelasnya. > > Jadi menurut Adhie, pasangan Jokowi-Ma’ruf pada kontestasi Pilpres 2019 > ini harusnya hanya mendapatkan suara sebesar 40-42 persen > > “Jadi kalau dihitung realistis politiknya dengan angka kemudian yang > muncul didalam pemilu itu dugaan saya hitungan saya maksimal pasangan > Jokowi-Ma’ruf ini 40 sampai 42 persen,” tuturnya. > > Sehingga, jika dilihat perhitungan KPU sementara di Situng pada situs > KPU yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf diyakini adanya masalah di > KPU. > > “Karena yang diyakini dalam ilmu politik itu adalah pemilu itu > ekspresi politik keinginan masyarakatnya, angka politik juga keinginan > masyarakat. Kalau angka politik ini tidak nyambung dengan realitas > politiknya itu pasti ada masalah,” tandasnya. [ml] > > >
