https://dunia.tempo.co/read/1211782/paus-fransiskus-minta-maaf-kenapa/full&view=ok
Paus Fransiskus Minta Maaf, Kenapa?
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Suci Sekarwati
Senin, 3 Juni 2019 08:00 WIB
Paus Fransiskus memegang Alkitab saat memimpin doa dalam misa malam
Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu malam, 20 April 2019.
Paskah ini merupakan Paskah ke-7 bagi Paus Fransiskus sejak ditetapkan
menjadi pemimpin Katolik sedunia. REUTERS/Remo Casilli
<https://statik.tempo.co/data/2019/04/21/id_835923/835923_720.jpg>
Paus Fransiskus memegang Alkitab saat memimpin doa dalam misa malam
Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu malam, 20 April 2019.
Paskah ini merupakan Paskah ke-7 bagi Paus Fransiskus sejak ditetapkan
menjadi pemimpin Katolik sedunia. REUTERS/Remo Casilli
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Paus Fransiskus pada Minggu, 2 Juni 2019,
memohon maaf atas nama Gereja Katolik
<https://www.tempo.co/tag/katolik>untuk perlakuan yang kurang
menyenangkan yang dialami masyarakat Roma, Italia. Ucapan itu
disampaikan Paus Fransiskus menyusul ada nya percik ketegangan dengan
Mengeri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini yang dikenal anti-imigran.
"Banyaknya pengalaman diskriminasi, pemisahan dan perlakuan kurang
menyenangkan yang dialami oleh komunitas-komunitas Anda. Sejarah
mengatakan kepada kita bahwa umat Kristen, termasuk Katolik tidak asing
dengan dengan kejahatan seperti itu," kata Paus Fransiskus dalam sebuah
pertemuannya dengan masyarakat Roma, Italia, di sela-sela kunjungannya
ke Rumania.
Roma, Italia, adalah kota dengan etnis minoritas terbesar di Eropa.
Kelompok-kelompok HAM mengatakan di kota itu sering terjadi kasus
prasangka dan pengucilan sosial.
"Saya ingin minta maaf atas nama Gereja dan Tuhan. Saya meminta maaf
kepada Anda semua untuk seluruh waktu yang terjadi dalam sejarah ketika
ada diskriminasi, penganiayaan atau curiga kepada Anda," kata Paus
Fransiskus.
Baca juga:Kunjungan Paus Fransiskus ke Rumania Diwarnai Cuaca Buruk
<https://dunia.tempo.co/read/1211481/kunjungan-paus-fransiskus-ke-rumania-diwarnai-cuaca-buruk>
Paus Fransiskus mengunjungi Rumania selama tiga hari. Sumber: rferl.org
Baca juga:Aborsi, Paus Fransiskus: Tak Boleh Ada Alasan Mengambil Nyawa
<https://dunia.tempo.co/read/1209428/aborsi-paus-fransiskus-tak-boleh-ada-alasan-mengambil-nyawa>
Pada bulan lalu, Mendagri Salvini bereaksi keras ketika Paus Fransiskus
menerima sekelompok masyarakat Roma di Vatikan. Salvini merespon hal itu
dengan berulang kali mengucap janji akan menutup semua kamp-kamp
pengungsian di Roma, Italia.
Dalam politik Italia, Salvini adalah Ketua Partai Lega yang beraliran kanan.
Menanggapi permohonan maaf dari Paus Fransiskus itu, masyarakat Roma
bereaksi positif. Razaila Vasile Dorin, warga Roma yang seorang gypsi,
mengaku tersentuh dengan pemimpin 2 miliar umat Katolik dunia itu yang
meminta maaf. Sebab rasisme sebenarnya terjadi di hampir di setiap negara.
Dalam misa hari Minggu, 2 Juni 2019 di hadapan ratusan ribu masyarakat
Rumania. Paus Fransiskus menyinggung tujuh uskup yang tewas dalam
penjara di era komunis Rumania setelah mengalami perlakuan keras.
Para sejarawan mengatakan pada 1950-an dan awal 1960-an, separuh dari
masyarakat Rumania termasuk politikus, dokter, PNS, para pemilik tanah
dan pedagang dijatuhi hukuman penjara. Mereka yang dipenjara itu, ada
yang meninggal di dalam bui dan kamp-kamp kerja paksa.
Banyak properti milik umat Katolik <https://www.tempo.co/tag/katolik>
diambil oleh kediktatoran Komunis atau diberikan oleh pemerintah kepada
Ortodoks yang belum dikembalikan 30 tahun setelah jatuhnya diktator
Nicolae Ceausescu.
------------------------------------------------------------------------