*Kalah atau menang Pemilihan Umum tidak ada perbedaan, karena kekuasaan
negara tetap berada dalam tangan kaum dan kliknya neo-Mojopahit serta para
oligarki yang mendukung mereka.*

On Mon, Jun 3, 2019 at 7:17 PM kh djie [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
>  Adhie Marsadi tidak memperhitungkan PPP dan Golkar yang dulunya mendukung
> Prabowo di tahun 2014
> pindah mendukung Jokowi, dan partai Demokrat yang dulunya "100%"mendukung
> Hatta Rajasa, sekarang
> partainya mendukung Prabowo, tetapi kadernya dibolehkan pilih Jokowi. Juga
> effek dari pemilihan serentak
> mungkin besar sekali. Yang pendukung partai tertentu, juga pilih calon
> presiden dan wakilnya yang didukung
> partainya ?
> Apa berkurangnya "Golput", datangnya 80% pemilih dari calon pemilih lebih
> menguntungkan Paslon 1, yang
> dapat dukungan lebih banyak partai.
> Apa ada korellasi antara jumlah suara yang didapat partai pendukung Jokowi
> dengan jumlah suara yang diperoleh Paslon 1 ?
> Kalau didasarkan hasil PILEG 2014, dan semua pendukung partai yang dukung
> Paslon 1, pilih Paslon 1, secara
> kasar Paslon 1 mungkin bisa kantongi :
> Golkar                                14.75%
> Nasdem                                6.72%
> PPP                                      6.53%
> Hanura                                   5.26%
> PDIP                                    18.95%
> PKB                                        9.04%
> Total                                      61.14%
> Beberapa partai pendukung Paslon 1 di Pilegnya ahun 2019 dapat suaranya
> turun.
>
> https://news.detik.com/berita/3882437/modal-jokowi-di-pilpres-2019-5221-suara-parpol-pemilu-2014
>
>
> Berikut hasil perolehan suara pemilu legislatif yang ditetapkan KPU,
> diurutkan berdasarkan suara tertinggi ke terendah:
>
> 1. PDI-P 27.053.961 (19,33 persen)
>
> 2. Gerindra <http://www.tribunnews.com/tag/gerindra> 17.594.839 (12,57
> persen)
>
> 3. Golkar <http://www..tribunnews.com/tag/golkar> 17.229.789 (12,31
> persen)
>
> 4. PKB 13.570.097 (9,69 persen)
>
> 5. Nasdem 12.661.792 (9,05 persen)
>
> 6. PKS 11.493.663 (8,21 persen)
>
> 7.. Demokrat 10.876.507 (7,77 persen)
>
> 8. PAN 9.572.623 (6,84 persen)
>
> 9. PPP 6.323.147 (4,52 persen)
>
> 10. Perindo 3.738.320 (2,67 persen)
>
> 11. Berkarya 2.929.495 (2,09 persen)
>
> 12. PSI 2.650.361 (1,89 persen)
>
> 13. Hanura 2.161.507 (1,54 persen)
>
> 14. PBB 1.099.848 (0,79 persen)
>
> 15. Garuda 702.536 (0,50 persen)
>
> 16. PKPI 312.775 (0,22 persen)
>
>
> http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/21/hasil-pileg-2019-9-partai-politik-lolos-parlemen-pdip-tempati-posisi-pertama-disusul-gerindra?page=all
>
>
> Kalau dianggap semua partai pendukung baik paslon 1 maupun 2, mendapatkan
> dukungan dari pemilih seperti yang pemilih dukung partainya,
>
> Paslon 1 akan dapat 60 % suara, paslon 2 akan dapat 40 %.
>
> Ternyata tidak, jadi sebagian dari PKB,PPP dan PBB ? dukung Prabowo.
>
> Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com <http://www.tribunnews.com/> dengan
> judul Hasil Pileg 2019: 9 Partai Politik Lolos Parlemen, PDIP Tempati
> Posisi Pertama Disusul Gerindra,
> http://www..tribunnews.com/nasional/2019/05/21/hasil-pileg-2019-9-partai-politik-lolos-parlemen-pdip-tempati-posisi-pertama-disusul-gerindra?page=all
> <http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/21/hasil-pileg-2019-9-partai-politik-lolos-parlemen-pdip-tempati-posisi-pertama-disusul-gerindra?page=all>
> .
>
> Editor: Adi Suhendi
>
>
>
> Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com <http://www.tribunnews.com/> dengan
> judul Hasil Pileg 2019: 9 Partai Politik Lolos Parlemen, PDIP Tempati
> Posisi Pertama Disusul Gerindra,
> http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/21/hasil-pileg-2019-9-partai-politik-lolos-parlemen-pdip-tempati-posisi-pertama-disusul-gerindra?page=2
> .
>
> Editor: Adi Suhendi
>
> Pada tanggal Sen, 3 Jun 2019 pukul 10.21 Lusi D. <[email protected]>
> menulis:
>
>> Analisis dan pandangan politik Adhie Massardi, mantan jurubicara
>> Presiden Gusdur mulai nampak kebenarannya. Makin hari makin jelas bahwa
>> Prabowo-Sandi yang mengalahkan Jokowi-Makruf dan menang dalam proses
>> pemilihan Presiden Indonesia periode 2019-2024.
>>
>> Tentu saja hal ini akan menjadi beban berat bagi kaum fanatisi Jokowi.
>> Namun demikian setiap orang berhak belajar dari sejarah. Misalnya
>> dengan membaca kembali ulasan yang saya tayangkan berikut ini:
>>
>>
>> Kamis, 17 Ramadhan 1440 H / 23 Mei 2019
>> Home » Berita » Berita Nasional
>>
>> Adhie Massardi: Prabowo-Sandi Menang Minimal 55 Persen
>>
>> Eramuslim.com – Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie
>> Massardi yakin pasangan Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi memperoleh
>> 55 persen suara mengalahkan pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019
>> ini.
>>
>> Hal tersebut diyakini melihat Pilpres 2014 lalu di mana Prabowo
>> berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh suara sebesar 46,85 persen.
>> Sementara, di Pilpres 2019 ini Adhie yakin suara Prabowo bertambah
>> karena berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno.
>>
>> “Jadi dalam hitungan
>> politik saya, minimal Prabowo itu dapat 55 persen minimal, masa dari
>> penampilan begitu, dukungan begitu banyaknya menjadi lebih buruk dari
>> versi KPU hitungan sekarang, kan nggak masuk akal,” ucap Adhie Massardi
>> di diskusi publik yang bertema ‘Membongkar Modus Operandi Kecurangan
>> Pemilu’ di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).
>>
>> Hal tersebut diyakini melihat Pilpres 2014 lalu di mana Prabowo
>> berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh suara sebesar 46,85 persen.
>> Sementara, di Pilpres 2019 ini Adhie yakin suara Prabowo bertambah
>> karena berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno.
>>
>> “Jadi dalam hitungan politik saya, minimal Prabowo itu dapat 55 persen
>> minimal, masa dari penampilan begitu, dukungan begitu banyaknya menjadi
>> lebih buruk dari versi KPU hitungan sekarang, kan nggak masuk akal,”
>> ucap Adhie Massardi di diskusi publik yang bertema ‘Membongkar Modus
>> Operandi Kecurangan Pemilu’ di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).
>>
>> Tak hanya itu, pada 2014 Jokowi juga mendapatkan dukungan dari pendukung
>> mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sehingga
>> suara Jokowi menjadi banyak karena dampak dari pendukung  Jusuf Kalla
>> dan Ahok.
>>
>> “Pada 2019 Yusuf Kalla off dari kontestasi. Kemudian adalagi yang
>> mendorong pasangan Jokowi-JK 2014 ini adalah Ahok dengan faktor
>> non-muslim dan etnis China yang didorong kesitu,” terangnya
>>
>> Namun pada Pilpres 2019 ini, Jusuf Kalla tidak ikut dalam kontestasi
>> sehingga dinilai mengurangi jumlah dukungannya untuk mendukung Jokowi.
>> Tak hanya itu, setelah Ma’ruf Amin dipilih menjadi pendamping Jokowi
>> juga berpengaruh dari dukungan para pendukung Ahok yang diduga kecewa
>> lantaran sosok Ma’ruf Amin yang membuat Ahok tidak dipilih mendampingi
>> Jokowi.
>>
>> “Tetapi 2019 ini kan ada kekecewaan yang luar biasa besar juga dari
>> pendukung Ahok dan non-muslim dan etnis Tionghoa terutama karena
>> pasangan Joko Widodo ternyata Ma’ruf Amin yang dalam pandangan mereka
>> merupakan otak dari yang menyingkirkan Ahok, jadi kemungkinan
>> berkurang,” jelasnya.
>>
>> Jadi menurut Adhie, pasangan Jokowi-Ma’ruf pada kontestasi Pilpres 2019
>> ini harusnya hanya mendapatkan suara sebesar 40-42 persen
>>
>> “Jadi kalau dihitung realistis politiknya dengan angka kemudian yang
>> muncul didalam pemilu itu dugaan saya hitungan saya maksimal pasangan
>> Jokowi-Ma’ruf ini 40 sampai 42 persen,” tuturnya.
>>
>> Sehingga, jika dilihat perhitungan KPU sementara di Situng pada situs
>> KPU yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf diyakini adanya masalah di
>> KPU.
>>
>> “Karena yang diyakini dalam ilmu politik itu adalah pemilu itu
>> ekspresi politik keinginan masyarakatnya, angka politik juga keinginan
>> masyarakat. Kalau angka politik ini tidak nyambung dengan realitas
>> politiknya itu pasti ada masalah,” tandasnya. [ml]
>>
>>
>> 
>

Kirim email ke