Tiongkok Keluarkan Peringatan Dini Belajar ke AS
http://indonesian.cri.cn/20190604/3f7ccc9d-7e6a-6847-2972-9949e2cf6efa.html
2019-06-04 12:27:04
图片默认标题_fororder_教育
Kementerian Pendidikan Tiongkok kemarin (3/6) mengumumkan peringatan
dini belajar ke luar negeri No.1.
Berhubung pelajar Tiongkok yang melanjutkan studi ke AS, permohonan visa
dipersulitkan, masa pemeriksaan pemberian visa diperpanjang, masa
berlaku visa diperpendek serta tingkat penolakan visa meningkat,
sehingga menimbulkan dampak kepada pelajar Tiongkok yang melanjutkan
studi di AS, Kementerian Pendidikan mengingatkan para siswa Tiongkok
yang belajar ke AS harus meningkatkan evaluasi risiko, mengintensifkan
kesadaran waspada dan melakukan baik persiapan.
图片默认标题_fororder_教育2
Ini merupakan peringatan dini belajar ke luar negeri ke-63 yang
dikeluarkan Kementerian Pendidikan Tiongkok sejak sistem ini diluncurkan
pada 2003, “visa” adalah kata kunci dalam peringatan dini kali ini.
Menurut berita, sejak 2018, dengan alasan “anti mata-mata”AS memberikan
banyak gangguan pemberian visa kepada personil Tiongkok yang berkunjung
ke AS.
Di bawah latar belakang eskalasi pertikaian Tiongkok-AS, kegiatan
pertukaran pendidikan normal antar Tiongkok dan AS dipolitisasi AS,
perbuatan ini tidak hanya merugikan kehormatan dan kepentingan pelajar
Tiongkok , tapi juga mengganggu kerja sama dan pertukaran pendidikan
antar kedua negara.
Patut dicatat, selama 40 tahun pembukaan hubungan diplomatik
Tiongkok-AS, kerja sama pendidikan telah menjadi ikatan kuat antara
kedua negara. Banyak pelajar yang melanjutkan studi ke AS pulang tanah
air dan memberikan kontribusi sangat besar kepada pembangunan sosial
Tiongkok, sebaliknya AS juga memperoleh pertumbuhan ekonomi dan daya
pembangunan inovatif. Sekarang ini, Tiongkok adalah negara sumber siswa
terbesar bagi AS atau mengambil 1/3 dalam jumlah siswa asing di AS. Pada
2017, pelajar Tiongkok kurang lebih menghabiskan dana sebesar US$ 13,9
miliar di AS.
Akan tetapi, dengan pikiran “pertarungan zero”, segelintir politikus AS
terus mengekang Tiongkok dari segi perdagangan, iptek hingga ke
pertukaran dan kerja sama pendidikan, memfitnah Institut Konfusius
adalah alat perluasan politik Tiongkok di AS dan menyalahkan pelajar
Tiongkok sebagai “mata-mata”, bahkan menutup laboratorium yang
diikut-sertai ilmuwan Tionghoa. Perbuatan itu bertujuan untuk membuat
kepanikan di sosial AS, sehingga mewujudkan maksud politik yang tidak
berani diumumkan.
Perbuatan politikus AS itu pun menimbulkan pertentangan domestik AS. Dua
asosiasi perguruan tinggi AS baru-baru ini dalam pernyataannya
menyatakan bahwa pelajar dari Tiongkok adalah sangat penting bagi
penelitian ilmu pengetahuan AS.
Tiongkok bersedia meningkatkan kerja sama dan pertukaran pendidikan
dengan negara-negara dunia, termasuk AS, tapi kerja sama itu harus
dilakukan bersifat interaksi yang saling menghormati.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com