https://nasional.tempo.co/read/1212264/politikus-gerindra-lebih-baik-oposisi-ketimbang-gabung-ke-jokowi/full&view=ok
Politikus Gerindra: Lebih Baik Oposisi Ketimbang
Gabung ke Jokowi
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Rina Widiastuti
Rabu, 5 Juni 2019 05:54 WIB
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah
Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu,
12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
<https://statik.tempo.co/data/2018/09/12/id_733071/733071_720.jpg>
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah
Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu,
12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra
<https://www.tempo.co/tag/gerindra>, Andre Rosiade mengungkapkan
pendapatnya ihwal kemungkinan partainya berkoalisi dengan kubu Joko
Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Andre berpendapat Gerindra lebih baik
tetap berada di luar koalisi dan menjadi oposisi yang konstruktif bagi
pemerintahan.
*Baca: Tanggapi Moeldoko, Gerindra Klaim Ada Tawaran dari Kubu Jokowi
<https://pilpres.tempo.co/read/1212226/tanggapi-moeldoko-gerindra-klaim-ada-tawaran-dari-kubu-jokowi>*
"/Feeling/ saya kalau Pak Prabowo tidak dilantik menjadi presiden, maka
kami akan di oposisi. Itu /feeling/ saya," kata Andre kepada/Tempo/,
Selasa, 4 Juni 2019.
Saat ini, kubu Prabowo tengah mengajukan gugatan sengketa hasil
pemilihan presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi. MK akan memutus sengketa
itu pada 28 Juni mendatang.
Hal ini disampaikan Andre sekaligus menanggapi ucapan Kepala Kantor Staf
Presiden Moeldoko. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin
itu sebelumnya mengungkapkan adanya kemungkinan Partai Gerindra
bergabung ke koalisi pemerintah.
Menanggapi ucapan Moeldoko itu, Andre mengaku dirinya mendengar
informasi adanya tawaran dari kubu Jokowi untuk partainya. Tawaran itu
mencakup posisi di kabinet dan koalisi di parlemen, baik sebagai
pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat maupun pimpinan komisi.
Andre beranggapan partainya lebih baik menjadi oposisi. Menurut dia,
menjadi oposisi adalah hal terhormat, sebab partainya sekaligus
menjalankan fungsi pengawasan atau /check and balances/ kepada pemerintah.
"Negara butuh oposisi, rakyat butuh oposisi untuk /check and balances/.
Masa semua orang harus masuk kabinet," ujar calon legislator yang akan
melenggang ke Senayan di periode 2019-2024 ini.
Andre menegaskan anggapan ini merupakan pendapat pribadinya. Namun dia
menduga pendapatnya ini mewakili pandangan mayoritas pendukung Prabowo
dan Partai Gerindra.
Kendati begitu, dia berujar segala keputusan ada di tangan Prabowo.
Seluruh kader dan simpatisan pun akan mengikuti apa yang diputuskan
orang nomor satu di partai berlambang burung garuda itu.
*Baca: Prabowo Ungkap ke Eropa untuk Cek Cedera Setelah Kampanye Keras
<https://pilpres.tempo.co/read/1212077/prabowo-ungkap-ke-eropa-untuk-cek-cedera-setelah-kampanye-keras>*
"Seluruh keputusan ada di tangan Pak Prabowo. Kami seluruh pendukung dan
kader taat dan patuh apa pun keputusan Pak Prabowo. Siap mengamankan apa
yang diputuskan," ucapnya.
------------------------------------------------------------------------