*NKRI kaya raya jadi anggota DPR dan anggota segala macam institusi harus
diberikan mobil, komputer dan fasilitas-fasilitas lain agar bisa kerja
baik-sebaiknya untuk rakyat sesuai dengan sumpah kitab suci diatas kepala
dan pancasilat dan UUD (Ujung-Ujung Duit). Swedia adalah negara kafir,
tidak bisa dijadikan contoh untuk kaum neo-Mojopahit dan NKRInya. Barang
siapa mengambil contoh dari kaum kafir pasti masuk neraka, demikian kata
seorang ahli ilmu surgawi. Tgl 6 Juni adalah hari nasional di Swedia, tidak
ada baris-baris, sumpah setia negara kesatuan harga mati dsbnya. *


*Apartemen yang ada pada berita ini sebenarnya bukan apartemen tempat
tinggal sehari-hari, tetapi untuk menginap bagi anggota parlemen yang
berdiam jauh dari ibukota berhubung dengan sidang parlemen dsbnya. *


https://www.bbc.com/indonesia/dunia-48527448


*DPR: Anggota parlemen Swedia tak dapat tunjangan mobil, tanpa tunjangan
keluarga dan tinggal di apartemen sempit*

Claudia WallinBBC News Brasil, Stockholm

   -

   5 Juni 2019

   Bagikan artikel ini dengan Facebook

   Bagikan artikel ini dengan Messenger

   Bagikan artikel ini dengan Twitter

   Bagikan artikel ini dengan Email


[image: Per-Arne Hakansson]

Hak atas foto
JONAS ESBJÖRNSSONAnggota DPR seperti Per-Arne Hakansson sering terlihat di
kantin parlemen.

*Gaji tinggi dan fasilitas mewah menjadi salah satu alasan mengapa banyak
orang ingin menjadi anggota DPR.*

Tidak demikian halnya dengan Swedia.

Di negara ini para anggota DPR hidup bersahaja.

"Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan," ujar Per-Arne Hakansson,
anggota DPR dari Partai Sosial Demokrat.

"Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami
diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi," kata
Hakansson.

   -

   *Anggota DPR Muslim pertama di Denmark dipanggil 'monyet dan babi'*
   <https://www.bbc.com/indonesia/majalah-40441720>
   -

   *Perempuan Muslim anggota DPR AS, Rashida Tlaib, kenakan baju adat
   Palestina saat dilantik* <https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46755450>
   -

   *Uang suap anggota DPR dari Partai Golkar Eni Saragih untuk 'ongkos
   politik'?* <https://www.bbc.com/indonesia/majalah-44777538>

"Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan
kebijakan negara," imbuhnya.

[image: Stefan Lofven]Semua anggota DPR Swedia tidak mendapatkan mobil
dinas atau tunjangan untuk membeli mobil.

Parlemen hanya punya tiga mobil dinas, Volvo S80, dan ini hanya
diperuntukkan untuk ketua dan tiga wakilnya dan hanya boleh dipakai untuk
tugas-tugas parlemen.

Untuk urusan mobilitas, anggota DPR boleh menggunakan semua trasportasi
umum secara cuma-cuma.

Mengapa tak ada mobil untuk anggota DPR?

"Kami bukan perusahaan taksi," kata pejabat parlemen, Rene Poedtke.

Ia menjelaskan tiga mobil dinas tak boleh dipakai untuk mengantarkan
anggota DPR dari kantor ke rumah.

Satu-satunya pejabat tinggi negara yang punya mobil dinas adalah Perdana
Menteri Stefan Lofven.

[image: Gedung parlemen Swedia di Stocholm]CAMILLA SVENSK/SVERIGES
RIKSDAGGaji para anggota DPR Swedia jauh lebih rendah dibandingkan gaji
politisi di banyak negara.

Anggota DPR Swedia menerima gaji sekitar US$6.900 atau sekitar Rp98 juta
per bulan, setengah dari anggota Kongres Amerika Serikat yang menerima gaji
US$14.000.

Gaji rata-rata di Swedia adalah US$2.800 atau sekitar Rp40 juta per bulan.

Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan di luar ibu kota Stockholm boleh
mengklaim semacam tunjangan harian yang besarannya sekitar US$12 atau
setara dengan Rp171.000.

Di Stockholm, uang itu hanya bisa dipakai untuk membeli makanan sederhana.

[image: Sidang di parlemen Swedia]

Hak atas foto
INGEMAR EDFALK/SVERIGES RIKSDAGPara anggota DPR Swedia mulai menerima gaji
pada 1957.

Sebelum 1957, para anggota DPR Swedia tidak digaji.

Dari mana mereka mendapatkan penghasilan? Gaji mereka berasal dari iuran
anggota partai.

Setelah 1957, pemerintah memutuskan untuk menggaji anggota DPR antara lain
dengan tujuan orang tertarik untuk masuk parlemen. Meski demikian, pada
saat yang sama, banyak pihak juga menginginkan agar gaji anggota DPR ini
tak terlalu tinggi.

   -

   *Tiga perempuan anggota Kongres, dua di antaranya Muslim, yang mengubah
   wajah politik AS* <https://www.bbc.com/indonesia/dunia-47330644>
   -

   *Anggota parlemen yang dijuluki 'Mr Clean' terjun dari apartemen karena
   diduga terima suap* <https://www.bbc.com/indonesia/dunia-44924925>
   -

   *Korupsi: Ongkos politik sangat mahal, pejabat 'terpaksa perdagangkan
   kewenangan'* <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46905735>

Di sejumlah negara, selain mendapatkan tunjangan kendaraan, para anggota
DPR juga mendapatkan rumah dinas.

Di Swedia, rumah dinas yang berbentuk apartemen sempit, dan hanya
diperuntukkan bagi anggota yang berasal dari luar Stockholm.

Anggota DPR Per-Arne Hakansson mengatakan apartemen yang ia tempati hanya
punya satu kamar dengan luas keseluruhan tak lebih dari 46 meter persegi.

rApartemen yang ditempati Hakansson termasuk lapang.

Properti milik negara biasanya berbentuk studio --jenis apartemen tak
berkamar-- dengan ukuran sekitar 16 meter persegi.

Di studio ini hanya ada satu tempat tidur. Tidak ada mesin cuci atau mesin
pencuci piring.

Penginapan hanya diperuntukkan untuk anggota DPR. Pasangan atau anggota
keluarga yang menginap harus membayar.

Jika pasangan ingin tinggal di properti ini, ia harus membayar setengah
dari biaya sewa, yang uangnya masuk ke kas negara.

[image: Kafetaria di gedung DPR]

Hak atas foto
CLAUDIA WALLIN

Image caption
Tidak ada kopi gratis bagi anggota di kafetaria gedung DPR di Stockholm.

"Tunjangan hanya semata-mata untuk anggota DPR, bukan untuk pasangan atau
anggota keluarga yang lain," kata pejabat parlemen Anna Aspegren.

Jika tak ingin tinggal di apartemen mungil ini, para anggota boleh menyewa
properti lain dengan syarat uang sewanya tak melebihi US$820 (Rp11,6 juta)
per bulan.

Untuk ukuran Stockholm, tunjangan uang sewa ini tergolong rendah.

Di masa lalu, tidak ada apartemen dinas bagi anggota dan banyak dari mereka
yang biasanya menginap di kantor, yang ukurannya rata-rata 15 meter persegi..

[image: Kantor anggota DPR]

Hak atas foto
CLAUDIA WALLINKantor anggota DPR yang terlihat sederhana.

Para anggota DPR Swedia dilarang merekrut staf pribadi atau tenaga ahli.

Tapi ada tunjangan untuk menggunakan semacam "staf pendukung atau tenaga
ahli bersama" yang disediakan bagi anggota yang memerlukan.

[image: Swedish MP Per-Arne Hakansson]

Hak atas foto
ABDELLATIF AZMANIPer-Arne Hakansson dan rekan-rekannya di parlemen Swedia
tak boleh merekrut staf pribadi.

Di pemerintah lokal, upaya penghematan lebih besar lagi.

Sekitar 94% anggota dewan kota atau dewan daerah tak menerima gaji kecuali
bagi mereka yang masuk menjadi anggota komite eksekutif, yang menerima gaji
baik karena bekerja penuh waktu atau paruh waktu.

Mengapa demikian?

"Ini adalah pekerjaan sukarela yang bisa kita lakukan di waktu senggang
kita," kata anggota dewan kota Stockhom, Christina Elffors-Sjodin.



*Berbagi berita ini *Tentang berbagi
<https://www.bbc.com/indonesia/services/2012/11/000001_mobile_share_this>

Kirim email ke