Menteri Susi ingin membenahi kinerja PNS KKP
Kamis, 6 Juni 2019 22:15 WIB
Menteri Susi ingin membenahi kinerja PNS KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menggelar sambang
griya (open house) di Jakarta, Kamis (6-6-2019) malam. (Foto: M. Razi
Rahman)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
berkeinginan membenahi kinerja pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP) agar kinerja sektor kelautan dan perikanan
nasional makin melesat.
"Saya inign membawa birokrasi ke/good governance/(tata kelola
pemerintahan yang baik)," kata Menteri Susi di Jakarta, Kamis malam.
Menurut Susi Pudjiastuti, saat ini sejumlah program, seperti/golden
shake hand/atau terkait dengan permintaan pensiun dini juga masih belum
terekrut dengan baik.
Menteri Kelautan dan Perikanan mengemukakan bahwa pihaknya ingin
merekrut lulusan yang mendapatkan nilai cum laude.
"Ini untuk memperbaiki kualitas PNS," kata Susi.
Selain itu, dia juga berencana membuat sistem akselerasi atau percepatan
sehingga pegawai muda yang baru dan berkualitas dapat naik tingkat
dengan baik dan cepat.
Hal tersebut dinilai juga akan memperbaiki kinerja Kementerian Kelautan
dan Perikanan sehingga makin baik dalam melakukan pembenahan atau
reformasi sektor kelautan dan perikanan nasional.
"Saya belajar bahwa bekerja di perusahaan sendiri dan di pemerintah
berbeda," ucapnya.
Menteri BUMN bagikan paket sembako murah di Surabaya
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 1:59
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Pewarta: M. Razi Rahman
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Susi: Masih banyak pekerjaan sektor perikanan belum selesai
Kamis, 6 Juni 2019 22:25 WIB
Susi: Masih banyak pekerjaan sektor perikanan belum selesai
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menggelar "open
house" bersama media di Jakarta, Kamis malam (6/6/2019). (ANTARA/M Razi
Rahman)
Masih ada puluhan kapal ilegal yang putusannya sudah "inkracht" oleh
pengadilan dan rencananya juga akan ditenggelamkan pada tahun ini, katanya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meski
telah mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari berbagai pihak, baik di
dalam negeri maupun di tingkat mancanegara, mengakui bahwa masih banyak
pekerjaan yang belum selesai untuk membenahi sektor perikanan.
"Banyak yang belum selesai," kata Susi Pudjiastuti kepada wartawan dalam
acara "open house" di kediaman resmi Menteri Kelautan dan Perikanan di
Jakarta, Kamis malam.
Menurut Susi, salah satu yang belum selesai adalah terkait dengan
permasalahan "illegal fishing" atau penangkapan ikan secara ilegal.
Selain itu, ujar dia, hal lainnya adalah masih banyak kegiatan aktivitas
perekonomian domestik yang dilaporkan sebagaimana mestinya.
Menteri juga mengemukakan, masih ada puluhan kapal ilegal yang
putusannya sudah "inkracht" oleh pengadilan dan rencananya juga akan
ditenggelamkan pada tahun ini.
"PR-PR (pekerjaan rumah sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan) masih
banyak," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim
menginginkan agar pemerintah perlu lebih menyambungkan aspek hulu dan
hilir dari pangan sektor kelautan dan perikanan dalam rangka menjaga
stok ikan pada bulan puasa hingga lebaran mendatang.
"Pastinya bukan dengan impor (untuk menjaga stok), tapi menyambungkan
usaha perikanan dari hulu ke hilir," kata Abdul Halim.
Menurut dia, jangan semua permasalahan stok pangan diserahkan kepada
swasta apalagi asing, khususnya di sektor pengolahan dan pemasaran ikan
nasional.
Festival Bakcang Ayam dan Lamang Baluo
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 2:08
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Edy Supriyadi
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com