Teori Kerugian AS Tak Bisa Dibuktikan

http://indonesian.cri.cn/20190606/cfb443f8-7417-62db-1345-e3e336458c7c.html
2019-06-06 21:04:13

Kementerian Perdagangan Tiongkok merilis Laporan Penelitian tentang Keadaan Keberolehan Amerika Serikat dalam Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-AS pada Hari Kamis (06/06). Laporan ini mengungkapkan inti dan sebab masalah defisit perdagangan Tiongkok-AS melalui analisa perhitungan yang ketat dan data terinci, dan keuntungan besar diperoleh AS dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS. Laporan ini juga membuktikan bahwa hakiki perdagangan bilateral Tiongkok-AS adalah Tiongkok mendapat surplus, kedua belah pihak mendapat keuntungan. Maka apa yang disebut "Amerika Serikat menderita kerugian" sama sekali tidak dapat dibuktikan.

Laporan ini adalah penguraian dan tambahan lebih lanjut terhadap pendirian Tiongkok mengenai masalah defisit perdagangan Tiongkok-AS setelah perilisan buku putih tentang Pendirian Tiongkok mengenai Negosiasi Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-AS pada hari Minggu (02/06) lalu, dan akan membantu masyarakat internasional memahami hakikat defisit perdagangan antara Tiongkok dan AS.

Alasan utama AS untuk mengenakan tarif tambahan adalah terdapat defisit lebih dari 500 miliar dolar AS dalam perdagangan dengan Tiongkok, maka AS mengalami kerugian dan Tiongkok mendapat keuntungan. Tampaknya penambahan tarif akan bermanfaat bagi AS mempersempit defisit perdagangannya dengan Tiongkok, dan mendapatkan keuntungan. Menangkapi argumen yang tak bisa diyakinkan ini, laporan penelitian Kementerian Perdagangan Tiongkok dengan analisa yang ketat membuktikan bahwa data statistik defisit perdagangan AS ini ada kesalahan. Sebenarnya defisit aktual total perdagangan AS dengan Tiongkok pada 2018 tercatat 153,6 miliar dolar AS, hanya 37% daripada data yang diumumkan pihak AS..

Sementara itu, laporan menganalisa penyebab munculnya defisit antara Tiongkok dan AS, dan menunjukkan bahwa inilah hasil peranan pasar, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor objektif seperti daya saing industri, struktur ekonomi, kebijakan perdagangan, serta status mata uang dolar AS. Pandangan ini sepakat dengan hasil analisa para pakar dalam dan luar negeri. Peneliti Senior Universitas Yale Steven Roach menunjukkan bahwa karena rendahnya tingkat tabungan di AS dan keinginan untuk meningkatkan investasi dan merealisasi pertumbuhan, maka AS harus “mengimpor tabungan” dari luar negeri. Tetapi tindakan ini pasti akan mengakibatkan munculnya defisit perdagangan. Dia mengatakan pula bahwa di antara perdagangan AS dengan 100 negara lain juga terdapat defisit. Tindakan kalangan politik AS yang menyalahkan defisit perdagangan dengan Tiongkok kepada pihak Tiongkok adalah tindakan yang melalaikan tanggung jawabnya.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke