“Program Tiongkok” Bantu Dunia Tempuh Jalan Pembangunan Berkelanjutan
http://indonesian.cri.cn/20190609/d1fc5970-2fca-34dd-cf94-8960b16fa699.html
2019-06-09 09:11:38
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato di depan Foum Ekonomi
Internasional Saint Petersburg pada hari Jumat yang lalu (7/6). Dalam
pidato yang berjudul: Berpegang teguh pada Pembangunan Berkelanjutan,
Bersama-sama Ciptakan Dunia Makmur dan Indah itu, Xi Jinping menekankan,
pembangunan berkelanjutan merupakan “Kunci Emas” untuk menyelesaikan
masalah globalisasi dewasa ini, sementara itu dia mengajukan 3 butir
gagasan antara lain: bersatu-padu membangun ekonomi dunia yang terbuka
dan plural, berupaya membangun masyarakat bahagia yang inklusif, serta
membangun kampung halaman indah yang harmonis antara manusia dengan
dunia alam, dengan demikian menyediakan “Program Tiongkok ” untuk dunia
menempuh jalan baru pembangunan berkelanjutan.
Pidato dan jawab pertanyaaan Presiden Xi Jinping di depan Forum Ekonomi
Saint Petersburg mendapat tanggapan hangat para hadirin serta media
internasional. Opini umum mengapresiasi dan menyetujui serangakaian
pandangan Presiden Xi termasuk 3 gagasan tersebut.
Gagasan Presiden Xi tentang “terbuka dan plural”, berfokus pada lapisan
pembangunan ekonomi. Hal ini sangat penting di bawah latar belakang
meningkatnya pergesekan perdagangan, serta bertambahnya hambatan tarif
dewasa ini. Presiden Xi menegaskan kembali ketekadan dan keyakinan
Tiongkok untuk terus memperluas keterbukaan, mendorong globalisasi
ekonomi, serta memelihara sistem perdagangan multilateral, serta
menyatakan kesediaan Tiongkok untuk membagi-bagikan hasil riset ilmiah
terbaru termasuk teknologi 5G. Tiongkok sekali-kali menunjukkan bahwa:
suatu Tiongkok yang terbuka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan
kemajuan iptek dunia.
Gagasan “inklusif” yang diajukan Presiden Xi menfokuskan pada lapisan
pembangunan masyarakat. Meskipun taraf teknologi dunia berkembang maju,
tetapi masih terdapat kestidakseimbangan pembangunan di antara negara
berkembang dan negara maju, serta dalam intern negara masing-masing.
Apabila selalu berpikiran memproritaskan diri sendiri, dan berlawanan
dengan tetangga, maka akhirnya dirinya pasti masuk jalan buntu, juga
merugikan masa depan seluruh umat manusia. Xi Jinping menunjukkan,
Tiongkok akan terus berupaya di bidang-bidang pengentasan kemiskinan,
penempatan pekerjaan, pelayanan sukarela, pengusahaan amal serta
penjaminan hak sah kelompok lemat, bersama dengan berbagai negara
menciptakan semakin besar rasa keberolehan kepada rakyat negara dirinya.
Gagasan “keharmonisan manusia dengan dunia alam” mencerminkan pikiran
Tiongkok yang mementingkan peradaban biologis, serta menghadapi masalah
lingkungan iklim. Persetujuan Paris sudah menetapkan langkah-langkah
sedunia untuk menghadapi perubahan iklim setelah tahun 2020, tetapi
negara Barat tertentu hanya memfokuskan kepentingan diri sendiri dan
mundur dari persetujuan tersebut, dan berdampak negative bagi umat
manusia menanggulangi tantangan iklim.
Sebagai negara besar yang bertanggungjawab, selama tahun-tahun ini
Tiongkok mencapai prestasi nyata di bidang-bidang emisi karbon,
pembangunan energi baru serta penanaman pohon. Pelacakan satelit Amerika
menunjukkan, dari tahun 2000 hingga 2017, luas penghijauan di seluruh
dunia meningkat 5 persen, sumbangan Tiongkok menduduki 1 perempat volume
total penghijauan dunia.
Tiongkok berpendirian, pembangunan berkelanjutan merupakan “Kunci Emas”
untuk menyelesaikan masalah globalisasi dewasa ini, adalah titik
kebersamaan bagi kepentingan berbagai pihaik, serta titik masuk untuk
berbagai negara bekerjasama. Masyarakat internasional yakin bahwa
Tiongkok akan terus bergabung dalam proses pembangunan global, berupaya
sekuat tenaga untuk menyumbangkan kecerdasan Tiongkok dan menginjeksi
daya dinamik Tiongkok demi mendorong dunia menempuh jalan baru
pembangunan berkelanjutan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com