1 Juta Demonstran Tuntut Mundur, Ini Reaksi Pemimpin Hong Kong
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Maria Rita Hasugian
Senin, 10 Juni 2019 09:37 WIB
Pemimpin kota Hong Kong yang ditunjuk Beijing, Cina, Carrie Lam. [ Hong
Kong Free Press]Pemimpin kota Hong Kong yang ditunjuk Beijing, Cina,
Carrie Lam. [ Hong Kong Free Press]
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Pemimpin kota semi-otonomiHong Kong
<https://www.tempo.co/tag/hong-kong>, Carrie Lam Cheng Yuet telah
dipaksa mundur oleh lebih dari 1 juta demonstran yang turun ke jalan
tadi malam untuk menolak rancangan undang-undang ekstradisi yang sedang
dibahas di legislatif.
Lam dianggap menjadi perpanjangan tangan Cina di Hong Kong sejak dia
diberi jabatan sebagai pemimpin di kota ini tahun 2017.
Baca juga: 1 Juta Warga Hong Kong Demo Tolak RUU Ekstradisi Cina
<https://dunia.tempo.co/read/1213255/1-juta-warga-hong-kong-demo-tolak-ruu-ekstradisi-cina>
Lam yang mendapat dukungan penuh Beijing untuk menggolkan RUU Ekstradisi
tidak bereaksi apapun tentang tuntutan mundur dari para demonstran.
Menurut laporan Hong Kong Free Press, Lam menghadiri 3 acara publik pada
hari Minggu saat berlangsung demonstrasi, namun tidak memberikan
tanggapan apapun.
Di hari yang sama, yang muncul hanya pernyataan juru bicara pemerintah
Hong Kong yang dikutip sejumlah media saat awal demonstran mulai
bermunculan pada hari Minggu. Pemerintah mengatakan RUU Ekstradisi yang
kontraversial itu berdasarkan pada hukum.
Ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi menuntut penghapusan usulan
peraturan ekstradisi ke Cina di depan gedung parlemen Hong Kong, 9 Juni
2019. Peraturan baru ini dikhawatirkan akan mengancam kebebasan sipil
dan perlindungan hukum di Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu
Baca juga: Larangan Promosikan Kemerdekaan Hong Kong dari Cina Disahkan
<https://dunia.tempo.co/read/1129680/larangan-promosikan-kemerdekaan-hong-kong-dari-cina-disahkan>
Pemerintah Hong Kong mendesak legislatif untuk mengawasi pembahasan RUU
ini di tengah aksi protes berlanjut di luar gedung parlemen.
Mengutip South China Morning Post, 21 Mei 2019, Wakil pemimpin Cina, Han
Zheng, mengatakan, RUU Ekstradisi itu untuk membantu kota menunjukkan
tegaknya hukum dan keadilan.
Han juga mendesak setiap warga Hong Kong untuk mendukung RUU yang
membolehkan seorang tersangka di Hong Kong dipindahkan proses hukumnya
di kota yang tidak punya kesepakatan ekstradisi dengan Hong Kong
termasuk Cina daratan.
"Semua sektor harus bekerja keras bersama-sama untuk membantu Hong Kong
membangun citra yang baik di aspek penegakan hukum di seluruh dunia,"
kata Han.
ADVERTISEMENT
Lam membela para pejabat di Cina dengan mengatakan keterlibatan Beijing
dalam penggodokan RUU ini adalah hal wajar setelah kekuatan asing
mengubahnya menjadi masalah kedaulatan bagi Cina.
Baca juga: Bandara Hong Kong Pasang Sensor Pengenal Wajah
<https://dunia.tempo.co/read/1128081/bandara-hong-kong-pasang-sensor-pengenal-wajah>
"Ini bukan hanya urusan internal Hong Kong. Ini sudah meningkat ke level
negara, dua sisem dan konstitusionalitas dari Hukum Dasar," kata Lam
merujuk pada kebijakan pemerintah Beijing untuk Hong Kong dan
mini-konstitusi kota itu.
Apapun penjelasan Cina dan Lam, warga Hong Kong tetap menolak RUU
Ekstradisi itu dan menuntut Lam serta semua pejabat senior mundur.
"Dia harus menarik rancangan undang-undang itu dan mundur," kata James
To, mantan anggota legislatif partai Demokrat saat berdemo di pada
Minggu malam, 9 Juni 2019 seperti dikutip dari Reuters.
"Seluruh warga Hong Kong menolaknya," tegas To lagi.
Demonstrasi hingga memasuki hari Senin, 10 Juni masih berlangsung. Para
demonstran memenuhi taman Victoria yang menjadi simbol perjuangan
wargaHong Kong <https://www.tempo.co/tag/hong-kong>terhadap Cina.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com