Ibarat kelar menyiapkan meja makan, sekarang tinggal melayani tamu 
(majikan?)nya.
-

Solusi Tiket Murah Jokowi: Undang Maskapai Asing Masuk Indonesia

kumparanBISNIS 

31 Mei 2019 10:14
Presiden Joko Widodo. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pemerintah telah berupaya menurunkan 
harga tiket pesawat. Langkah yang telah ditempuh seperti menurunkan Tarif Batas 
Atas (TBA) dan menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB). Kemudian, harga avtur juga 
telah diturunkan karena dinilai berkontribusi hampir 40 persen terhadap total 
biaya yang ditanggung maskapai penerbangan
Meski demikian, Jokowi mengakui harga tiket pesawat masih belum kembali ke 
titik normal. Harga tiket pesawat masih stabil tinggi sejak libur Natal 2018.

"Ya kan sudah turun, sudah diturunkan, hanya tidak kembali ke harga semula," 
kata Jokowi dalam wawancara khusus kumparan di Istana Negara, Jakarta Pusat, 
Rabu (29/5).

Ia pun memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan evaluasi 
TBA dan TBB secara berkala agar harga tiket pesawat bisa turun..

"Saya sudah sampaikan ke Menhub, dievaluasi terus," tambahnya..
Infografik persaingan sengit Lion Air vs Garuda Indonesia Foto: Nunki Lasmaria 
Pangaribuan
Di sisi lain, industri penerbangan tanah air saat ini dikuasai oleh 2 pemain 
besar, yakni Lion Air Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air) dan Garuda 
Indonesia Group (Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, dan Nam Air). 
Terbatasnya pemain di industri berdampak pada penentuan harga tiket pesawat 
yang kurang kompetitif."Mungkin kompetisinya kurang banyak," tambahnya.
Jokowi akan mengundang maskapai-maskapai baru untuk membuka rute domestik. 
Tujuannya, konsumen nantinya bisa memiliki lebih banyak pilihan. Maskapai juga 
semakin efisien, sehingga berdampak terhadap harga tiket pesawat yang semakin 
terjangkau.
"Kita akan perbanyak kompetisi ini, sehingga mereka (maskapai) akan semakin 
efisien," tambahnya.
"Mungkin kompetisinya kurang banyak," tambahnya.
Jokowi akan mengundang maskapai-maskapai baru untuk membuka rute domestik. 
Tujuannya, konsumen nantinya bisa memiliki lebih banyak pilihan. Maskapai juga 
semakin efisien, sehingga berdampak terhadap harga tiket pesawat yang semakin 
terjangkau.
"Kita akan perbanyak kompetisi ini, sehingga mereka (maskapai) akan semakin 
efisien," tambahnya.
Terkait mengundang maskapai asing, Jokowi menyebut perizinan di Indonesia 
memungkinan untuk itu. Maskapai asing bisa mendirikan perusahaan (perseroan 
terbatas) dan membuka rute-rute domestik. Saat ini, maskapai asing yang telah 
membuka rute penerbangan domestik adalah Indonesia AirAsia. Di mana 49,25 
persen sahamnya dimiliki oleh AirAsia Investment Ltd.
"Lho kita kan juga terbuka. Yang penting kompetisilah. Saya kira di dalam 
negeri sendiri kalau ada kompetisi kan bagus," jelasnya.
Jokowi tak menampik tingginya harga tiket pesawat telah berdampak pada 
perekonomian daerah, khususnya daerah tujuan wisata seperti Bali, Yogyakarta, 
Bangka Belitung, hingga Lombok. Angka kunjungan wisatawan domestik anjlok sejak 
awal tahun.
"Saya mendapatkan keluhan di Bali mengeluh, di Bangka Belitung sampaikan hal 
yang sama," ujarnya.
Pernyataan Jokowi bukan pepesan kosong. PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura 
II sebagai operator bandara-bandara di Indonesia mencatatkan penurunan 
penumpang rute domestik hingga 20 persen. Bila ditotal, terjadi penurunan 
sekitar 8,6 juta penumpang untuk penerbangan domestik yang terbang via 28 
Bandara AP I dan Bandara AP II. Angka ini merupakan perbandingan antara kuartal 
I-2019 dan kuartal I-2018.

Kirim email ke