Perekonomian Tiongkok Maju Di Tengah Ombak dan Badai
http://indonesian.cri.cn/20190611/c5d1ff63-d1f4-571d-817d-a07cb1af7e4b.html
2019-06-11 10:43:06
Menurut data yang diumumkan Biro Administrasi Kepabeanan Tiongkok hari
Senin kemarin, volume total ekspor impor Tiongkok pada lima bulan awal
2019 tercatat 12.1 triliun yuan RMB, atau meningkat 4,1 persen dibanding
periode sama tahun lalu. Selama liburan Peh Cun belum lama lau, jumlah
wisatawan dalam negeri naik 7,7 persen dan pendapatan pariwisata naik
8,6 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dari angka tersebut
terindikasi bahwa ekonomi Tiongkok yang tangguh dan kuat mampu
menghadapi terpaan ombak dan badai apa pun yang muncul di hadapannya.
Yang patut diperhatikan ialah pada lima bulan awal tahun ini,
perdagangan luar negeri Tiongkok menunjukkan dua ciri khas yang menonjol.
Pertama, laju pertumbuhan perdagangan umum atau General Trading Tiongkok
mencapai 6,1 persen, dengan proporsinya dalam perdagangan luar negeri
sebesar 1,1 persen. Ini menyatakan bahwa eskalasi industri Tiongkok
tengah semakin menunjukkan efeknya, dan daya saingnya di pasar
internasional sekian meningkat.
Kedua, pada lima bulan awal tahun ini, nilai perdagangan Tiongkok dan AS
menurun 9,6 persen, namun ekspor impor Tiongkok dengan negara-negara Uni
Eropa, ASEAN dan Jepang terus meningkat. Laju pertumbuhan perdagangan
Tiongkok dengan negara-negara sepanjang jalur Satu Sabuk Satu Jalan
lebih cepat 4,9 persen daripada laju pertumbuhan umum, yang berarti
mitra perdagangan Tiongkok semakin bertambah, dan Tiongkok bisa
meningkatkan kemampuannya menghadapi tekanan perdagangan dengan
menyesuaikan diri dengan konfigurasi pasar internasional.
Saat ini ekonomi Tiongkok tidak lagi identik dengan laju dan agregat
pertumbuhan. Perkembangan bermutu tinggi sudah menjadi salah satu simbol
perekonomian Tiongkok. Sebagai informasi, konsumsi dalam negeri kini
memberikan kontribusi sebesar 100 persen ke atas terhadap pertumbuhan
ekonomi Tiongkok, dan telah menjadi kekuatan definitif yang mendorong
pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Ketergantungan ekonomi Tiongkok terhadap
perdagangan luar negeri sudah menurun hingga 33 persen, dan struktur
ekonominya terus dioptimalkan. Pada tahun 2018, belanja seluruh
masyarakat untuk penelitian ilmu pengetahuan mencapai 2,18 persen produk
domestik bruto (PDB), dengan tingkat kontribusinya terhadap ekonomi
sebesar 58,5 persen. Dalam proses transformasi dan eskalasi tersebut,
ekonomi Tiongkok sudah mengumpulkan kekuatan baru yang cukup untuk
menghadapi terpaan dari mana pun.
Ekonomi Tiongkok yang maju di tengah ombak dan badai selalu merupakan
instrumen stabilisasi ekonomi dunia dengan tingkat kontribusinya
terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 30 persen ke atas. Mantan
Perdana Menteri Perancis, Jean-Pierre Raffarin pernah menyatakan,
prediktabilitas ekonomi Tiongkok adalah salah satu karakteristik yang
patut dihargai di dunia dewasa ini. Menurut Organisasi untuk Kerja Sama
dan Pengembangan Ekonomi (OECD), Tiongkok tetap akan berperan sebagai
kontributor terbesar bagi pertumbuhan PDB global dalam jangka panjang.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com