----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Rabu, 12 Juni 2019 11.43.37 GMT+2Judul: [nasional-list] https://nasional.kompas.com/read/2019/06/12/15440001/menhan-tim-mawar-sudah-selesai-luka-lama-jangan-dibawa-bawa#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=timmawarselesai_1206_16.00&webPushId=MTAxNTA= Menhan: Tim Mawar Sudah Selesai, Luka Lama Jangan Dibawa-bawa
TimMawar diciptakan oleh pihak yang sama? https://nasional.kompas.com/read/2019/06/12/15440001/menhan-tim-mawar-sudah-selesai-luka-lama-jangan-dibawa-bawa#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=timmawarselesai_1206_16.00&webPushId=MTAxNTA= Menhan:Tim Mawar Sudah Selesai, Luka Lama Jangan Dibawa-bawa RAKHMATNUR HAKIM Kompas.com- 12/06/2019, 15:44 WI JAKARTA,KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta semua pihaktidak lagi mengaitkan Tim Mawar dengan dugaan tindak pidana mungkinyang terjadi saat ini. Menhantidak ingin masalah masa lalu diangkat kembali. Hal itu bisa melukaipara prajurit Kopassus aktif. "Sudahlah, Tim Mawar sudah berapapuluh tahun, sudah selesai, jangan dibawa-bawa lagi. Lukalama jangan dibawa-bawa lagi. Ngga baik itu," kata Menhan dikantornya di Jakarta, Selasa (12/6/2019). Saat itu, Menhan ditanyasoal kasus kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019, yang ramaidibicarakan publik pascapemberitaan Majalah Tempo. Menhanmengingatkan, semua anggota Tim Mawar sudah beri sanksi hukum. Segalaaktivitas mereka saat ini adalah urusan masing-masing. MenurutMenhan, mengangkat kembali masalah Tim Mawar bisa melukai prajuritKopassus saat ini. "Kasihan prajurit Kopassus ngga tau apa-apa.Mungkin mereka belum lahir (ketika kasus Tim Mawar)," ujarnya. Dalamlaporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 berjudul "Tim Mawar danRusuh Sarinah", salah satu mantan anggota Tim Mawar didugaterkait dengan aksi kerusuhan tersebut dan disebutkan berada disekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan. NamaTim Mawar dikenal sebagai sebuah tim dalam Kesatuan Komando PasukanKhusus Grup IV TNI AD. Tim ini disebut melakukan penculikan aktivisdalam tragedi 1998. Penulis: Rakhmat Nur Hakim Editor: Sandro Gatra
