Ja, kalau Turki mulai dan Amerika tidak bisa mencegah, negara2 NATO lainnya bisa ikut/ikutan beli dari Russia yang canggih, tetapi jauh lebih murah . Kan Amerika `kehilangan keuntungan` Apa Turki tidak akan ditakut takuti kalau softwarenya mngandung spionseRussia seperti mencegat Huawei......
Pada tanggal Rab, 12 Jun 2019 pukul 21.17 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > > https://dunia.tempo.co/read/1213810/kenapa-amerika-serikat-cemas-turki-beli-s-400-rusia/full&view=ok > Kenapa Amerika Serikat Cemas Turki Beli S-400 > Rusia? > Reporter: Non Koresponden > Editor: Eka Yudha Saputra > Rabu, 12 Juni 2019 11:00 WIB > [image: Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga > dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat > mendeteksi target sejauh 600 km dengan perlindungan anti jamming. Radar > 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan > jangkauan 400 km. Sputnik/Sergey Malgavko] > <https://statik.tempo.co/data/2017/10/28/id_658292/658292_720.jpg> > > Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat > menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat > mendeteksi target sejauh 600 km dengan perlindungan anti jamming. Radar > 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan > jangkauan 400 km. Sputnik/Sergey Malgavko > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Turki, anggota NATO, memutuskan > untuk tetap membeli S-400 <https://www.tempo.co/tag/s-400> dari Rusia > meski ditentang oleh sekutunya Amerika Serikat. > > S-400 adalah penerus dari sistem pertahanan udara S-300. Rusia melakukan > perubahan besar-besaran dari S-300 ke S-400. > > Karena kemampuannya, S-400 banyak diminati oleh negara-negara dunia > seperti Cina, Arab Saudi, Turki, India dan Qatar. Mereka mengatakan ingin > membeli S-400. > > Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada bulan Agustus 2018 > bahwa Ankara akan berusaha mendapatkan sistem rudal S-400 sesegera mungkin, > yang menurut Rusia akan pada tahun 2019. > > Baca juga: Turki Tanggapi Kabar Tenggat Pembatalan Pembelian Rudal S-400 > <https://dunia.tempo.co/read/1208665/turki-tanggapi-kabar-tenggat-pembatalan-pembelian-rudal-s-400> > > Tetapi ketertarikan Turki pada sistem rudal Rusia menakuti sekutu NATO > Baratnya, karena alasan teknis dan politik. > > "Dalam hal teknologi, S-400 tentu akan menjadi langkah maju (untuk Turki), > tetapi itu tidak selalu dalam kepentingan terbaik NATO untuk memiliki > sistem senjata yang terintegrasi dalam arsitektur yang lebih luas," kata > Kevin Brand, analis militer yang bekerja dengan Dewan Hubungan Luar Negeri, > dikutip dari Al Jazeera, 12 Juni 2019. > > Rudal S-400 mampu menghancurkan rudal balistik antar benua, dikembangkan > oleh Almaz Central Design Bureau pada tahun 2007. Rudal ini sanggup memburu > pesawat tanpa awak, dan tahan terhadap jamming atau serangan elektronik > lawan. Uniknya jika rudal ini di jamming, S-400 akan segera memburu balik > pesawat atau kendaraan yang melakukan jamming. Sehingga S-400 menjadi mimpi > buruk bagi pilot pesawat Growler, yang bertugas untuk menjamming sistem > pertahanan lawan. survincity.com > > Brand mengatakan S-400 dapat mengarah pada situasi yang berpotensi > berbahaya. > > "Ketika Anda melihat sistem S-400 Rusia, terutama dalam struktur NATO, ada > skala kesulitan ketika mengintegrasikannya ke dalam sistem pertahanan yang > lebih besar," kata Brand. > > "Jika Anda menganggapnya sebagai situasi yang sangat ringan, skenario > paling sederhana adalah bahwa datanya mungkin tidak dapat dimasukkan ke > dalam arsitektur defensif yang saat ini digunakan oleh NATO. Itu mungkin > skenario kasus terburuk dari yang terbaik." > > NATO sangat bergantung pada beberapa sistem yang bekerja bersama dalam > jaringan yang lebih besar. > > "(Menambahkan S-400) mungkin sulit membayangkannya, itu mungkin mencemari > pandangan bahwa sistem yang lebih besar yang diberikan untuk Anda." > > Tapi, berpotensi lebih berbahaya, ada risiko bahwa Rusia memiliki niat > buruk, kata Brand. > > Baca juga: Ditanya Mahasiswa, Erdogan Cerita Soal Rudal S-400 dari Rusia > <https://dunia.tempo.co/read/1206963/ditanya-mahasiswa-erdogan-cerita-soal-rudal-s-400-dari-rusia> > > "Kontrak seperti apa yang akan diterapkan dengan teknisi Rusia yang > menangani S-400, misalnya, akankah personel pemeliharaan Rusia memiliki > akses ke data (NATO)? > > "Skenario terburuknya adalah bahwa mungkin ada kerentanan terkait dengan > sistem itu yang dapat dieksploitasi oleh musuh potensial. > > "Memasukkannya berpotensi membahayakan jaringan pertahanan Anda sendiri." > > Untuk India, Arab Saudi dan Qatar, yang bukan bagian dari aliansi seperti > NATO, membeli sistem seperti S-400 akan menyebabkan lebih sedikit masalah > teknologi, tetapi mereka dapat mengambil risiko akibat diplomatik dan > ekonomi dari AS. > > *Ancaman Sanksi Amerika Serikat* > > 12 > <https://dunia.tempo.co/read/1213810/kenapa-amerika-serikat-cemas-turki-beli-s-400-rusia?page_num=2> > Selanjutnya > <https://dunia.tempo.co/read/1213810/kenapa-amerika-serikat-cemas-turki-beli-s-400-rusia?page_num=2> > > > Kenapa Amerika Serikat Cemas Turki Beli S-400 > Rusia? > Reporter: Non Koresponden > Editor: Eka Yudha Saputra > Rabu, 12 Juni 2019 11:00 WIB > [image: Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga > dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat > mendeteksi target sejauh 600 km dengan perlindungan anti jamming. Radar > 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan > jangkauan 400 km. Sputnik/Sergey Malgavko] > <https://statik.tempo.co/data/2017/10/28/id_658292/658292_720.jpg> > > Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat > menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat > mendeteksi target sejauh 600 km dengan perlindungan anti jamming. Radar > 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan > jangkauan 400 km. Sputnik/Sergey Malgavko > > Pada 2017, AS menerapkan Undang-Undang Sanksi Penentang Amerika (CAATSA) > sebagai tanggapan atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden > AS 2016 dan keterlibatan militer di Ukraina dan Suriah. > > CAATSA memungkinkan AS untuk bertindak terhadap individu, perusahaan atau > negara yang mengganggu keamanan internasional. > > Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembelian pesawat-pesawat Su-35 dan > S-400 oleh Cina melanggar CAATSA, hanya beberapa minggu setelah laporan > India mungkin akan dikenai sanksi jika terus membeli sistem. > > Namun tahun lalu India memutuskan untuk membeli sistem senjata. > > "India menempatkan prioritas utama pada hubungan dengan Rusia. Di dunia > yang berubah dengan cepat saat ini, hubungan kami menganggap semakin > penting," kata Perdana Menteri India Narendra Moditold Presiden Rusia > Vladimir Putin setelah mereka menandatangani kesepakatan US$ 5 miliar atau > Rp 71 triliun. > > Menurut Siemon Wezeman, peneliti senior program transfer senjata dan > program pengeluaran militer dari Stockholm International Peace Research > Institute (SIPRI), peluang AS untuk menindaklanjuti ancaman sanksi sangat > kecil, terutama untuk negara-negara seperti India atau Arab Saudi. > > "Sanksi tidak otomatis dan pengecualian dimungkinkan jika untuk > kepentingan nasional AS," katanya. > > Baca juga: AS Minta Turki Tunda Pengiriman Sistem Pertahanan S-400 Rusia > <https://dunia.tempo.co/read/1205194/as-minta-turki-tunda-pengiriman-sistem-pertahanan-s-400-rusia> > > "Sanksi sebenarnya tidak mungkin karena India dan lainnya terlalu penting > sebagai mitra militer dan politik bagi AS. Bahkan sanksi yang terbatas > mungkin akan membuat negara-negara itu cukup marah, cukup marah untuk > melukai kepentingan AS." kata Wezeman > > Tetapi bahkan jika sanksi ekonomi tidak mungkin, mengecewakan AS dapat > menyebabkan pertengkaran diplomatik. > > "Ada juga masalah diplomatik di sini, karena perjanjian untuk menjual > teknologi sensitif ke suatu negara menyiratkan keselarasan yang lebih luas > dari berbagai masalah politik, dan itulah sebabnya AS ingin mengisolasi > Rusia sebagai tindak lanjut dari peristiwa di Ukraina dan di luar," ujar > Charles Forrester, analis senior industri pertahanan di Jane's oleh IHS > Markit. > > Rusia telah mengoperasikan sistem pertahanan udara S-400 Triumf yang dapat > membidik 36 pesawat dalam radius 150 km. S-400 dilengkapi empat macam rudal > yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 (jangkauan 400 km, rudal 48N6 > (250 km), rudal 9M96E dan 9M96E2 (40 km dan 120 km). Rudal S-400 mampu > melaju dengan kecepatan 4,8 km/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat > dihancurkan dalam waktu 83 detik saja. Triumf juga mampu menghadang rudal > balistik. Sputnik/ Sergey Malgavko > > Bagi AS, pembelian ini lebih dari sekadar ancaman militer. Penolakan > pembelian S-400 bukan hanya untuk melawan keterlibatan Rusia dalam konflik > global, tetapi juga tentang mempertahankan hubungan diplomatik AS yang lama > dan mencegah Rusia menerima mata uang untuk peralatannya, kata para analis. > > "AS telah berupaya menemukan cara untuk memperkuat tanggapan diplomatiknya > di panggung dunia kepada negara-negara yang melanggar tatanan berbasis > aturan global," kata Forrester. > > Mengapa Turki, India atau negara lain mengambil risiko mengorbankan > hubungan diplomatik dengan AS? > > Kevin Brand mengatakan India tidak suka membeli dari satu vendor dan > terlalu bergantung pada satu negara, jadi dari perspektif India secara > geopolitik masuk akal untuk membeli beberapa sistem dari Rusia dan beberapa > dari AS. > > "India juga memiliki hubungan lama dengan membeli perangkat keras dari > Rusia, sehingga mereka memiliki banyak pengalaman dengan peralatan ini," > tegas Brand. > > Baca juga: Pakar Sebut Alasan AS Takut S-400 karena Bisa Jatuhkan F-35 > <https://dunia.tempo.co/read/1195517/pakar-sebut-alasan-as-takut-s-400-karena-bisa-jatuhkan-f-35> > > Motif lain adalah berbagi teknologi militer, sesuatu yang tidak ingin > dilakukan AS, tidak seperti Rusia. > > "Rusia bersedia memasok S-400 kepada siapa pun dan membagikan teknologi > sampai batas tertentu," Wezeman menjelaskan, meskipun ia menambahkan bahwa > tidak jelas sejauh mana pembagian ini akan berlangsung. > > Dan untuk Turki khususnya, kata Wezeman, S-400 telah menjadi semacam > proyek kesombongan. > > "Tidak tunduk kepada AS dan NATO menunjukkan bahwa Turki adalah bosnya > sendiri, bahwa ia dapat menghadapi AS dan NATO," kata Wezeman mengenai > alasan mengapa Turki tetap membeli S-400 <https://www.tempo.co/tag/s-400>, > meski ditentang AS. > Sebelumnya > <https://dunia.tempo.co/read/1213810/kenapa-amerika-serikat-cemas-turki-beli-s-400-rusia?page_num=1> > 1 > <https://dunia.tempo.co/read/1213810/kenapa-amerika-serikat-cemas-turki-beli-s-400-rusia?page_num=1> > 2 > ------------------------------ > > > > > > > >
