Apakah tid hebat PKI? Masih terus PKI menjadi buah bibir? Mungkin Jenderal
klivan  tidur tidak enak makan tidak sedap di rumah tahanan ketika
mendengar PKI bergiat-giatan. hehehehehe


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613171450-20-403082/sidang-gus-nur-banser-kepung-pn-surabaya-usai-kiai-dicap-pki

Sidang Gus Nur, Banser Kepung PN Surabaya usai Kiai Dicap PKI
CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 17:35 WIB

[image: Sidang Gus Nur, Banser Kepung PN Surabaya usai Kiai Dicap PKI]Massa
Banser NU memblokade pintu gerbang PN Kota Surabaya, Kamis (13/6). (CNN
Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kericuhan kembali terjadi di Pengadilan Negeri
<https://www.cnnindonesia.com/tag/kejaksaan> (PN) Kota Surabaya, Kamis
(13/6), meski persidangan telah selesai. Persidangan itu terkait dengan
asus pencemaran nama baik lewat vlog berjudul 'Generasi Muda NU Penjilat',
dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur
<https://www.cnnindonesia.com/tag/gus-nur>.

Pantauan* CNNIndonesia.com* di lokasi, ratusan orang dari Barisan Ansor
Serbaguna (Banser) bahkan sampai memblokade jalan keluar PN Surabaya. Hal
itu dipicu ucapan salah seorang pria yang diduga berasal dari massa FPI.

Pria tersebut diketahui bernama Salim Ahmad. Ia diduga melontarkan olokan
kepada salah satu saksi kasus Gus Nur, yakni KH Nuruddin A. Rahman yang
juga Rais Syuriah PWNU Jatim, saat hendak meninggalkan PN Surabaya.


"Kiai Nuruddin lewat, terus dia bilang PKI lewat-PKI lewat," kata salah
satu saksi, Abdurrohman, yang juga anggota Banser Sidoarjo.

Lihat juga: Sidang Gus Nur di PN Surabaya, Banser dan FPI Saling Dorong
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613140416-12-402991/sidang-gus-nur-di-pn-surabaya-banser-dan-fpi-saling-dorong/>
Usai mendengar ucapan tersebut, ratusan massa Banser langsung 'memanas',
mereka mencegat Salim di pintu gerbang PN. Sementara Salim lantas berlari
kembali arah dalam gedung PN Surabaya.

"*Sing ngomong mau lho metuo, ojo ngarani* kiaiku PKI, yang bilang tadi lho
keluar, jangan menuduh Pak kiai ku PKI," teriak salah satu anggota Banser
dari luar pagar.

"Kalau kiaimu dihina bagaimana perasaanmu," sahut salah satu massa Banser
yang lain.

Minta Maaf

Melihat suasana semakin memanas, aparat kepolisian kemudian melakukan upaya
negosiasi dengan massa Banser dan Salim. Hasilnya Salim bersedia minta
maaf.

"Saudara-saudaraku Ansor, Banser, NU, ulama, dengan ini saya minta maaf
atas ketersinggungan *sampean*. *Insya Allah* tidak akan mengulangi kedua
kali, jadi kita itu waslih, islah. Dan saya bukan mewakili dari ormas
manapun," kata Salim.

"Tadi saya hanya bilang sama rekan saya Habib Fadli yang memakai serban
hijau tadi, bahwa ada program PKI sekarang ini, bukan menghina kiai
*sampean* karena saya juga orang NU," sambung Salim.

Lihat juga: Pihak Gus Nur Ragukan Pelapor Wakili 'Generasi Muda NU'
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613135738-12-402988/pihak-gus-nur-ragukan-pelapor-wakili-generasi-muda-nu/>
Permintaan maaf itu dimentahkan massa Banser. Menurut mereka, pengakuan
Salim tak sesuai dengan fakta apa yang mereka dengar. Massa Banser tetap
memblokade pintu keluar PN, negosiasi makin alot.

Salah satu perwakilan massa Banser, Sekretaris Lesbumi PWNU Jatim,
Zazuli, mengatakan akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum karena
Salim tak kunjung mengakui perbuatannya.

"Baiklah, karena tidak mau mengakuinya. Maka di sini ada LBH (Lembaga
Bantuan Hukum) kita. Penghinaan ini akan kita laporkan ke Polres
(Polrestabes Surabaya)," ucap Zazuli.

Setelah kurang lebih satu jam, ketegangan akhirnya berhasil diredam. Pintu
keluar PN pun dibuka kembali. Massa Banser lantas membubarkan diri,
sementara Salim dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Kiai Nuruddin yang dicap PKI adalah salah satu saksi yang dihadirkan dalam
persidangan Gus Nur. Saat persidangan tadi Nuruddin mengaku mendapatkan
video Gus Nur dari sebuah *WhatsApp Group*, GUIB Jatim, yang di dalamnya
terdapat para anggota lintas ormas Islam.

Lihat juga: Beda Dukungan, Banser dan FPI Kawal Sidang Gus Nur
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613124708-20-402951/beda-dukungan-banser-dan-fpi-kawal-sidang-gus-nur/>
Nuruddin mengaku usai menyaksikan video tersebut, ia merasa ada yang salah
dengan perkataan Gus Nur. Nuruddin lantas membagikan video itu ke *WhatsApp
Group* PWNU Jatim. Alasannya, ia ingin meminta pendapat pengurus NU yang
lain.

"Isinya setelah saya membaca dan melihat video itu dari grup WA, saya lihat
kok enggak cocok dengan kultur kita, kultur NU, yang menyebutkan kata *taek*,"
ujarnya.

Menurutnya apa yang dikatakan Gus Nur dalam videonya adalah perbuatan yang
tak pantas, apalagi hal itu dilakukan oleh seorang yang mengklaim dirinya
sebagai pendakwah atau ulama.

Kirim email ke