Apa pun putusannya nanti sebaiknya bulat penuh tanpa 
perbedaan pendapat di antara hakim majelis. Didiklah 
parpol-parpol itu untuk mengerti bahwa politik itu soal 
bermasyarakat, bernegara, bukan cari penghasilan dengan 
membiarkan Rakyat kapiran.
-
Sidang PHPU Pilpres Harus Jadi Media Pendidikan Politik Rakyat

Jumat, 14Juni 2019 – 06:40 WIB



jpnn.com, JAKARTA - Hari ini, Jumat (14/6), MahkamahKonstitusi (MK) akan 
menggelar rangkaian sidang Perselisihan Hasil PemilihanUmum (PHPU) Pemilihan 
Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Rangkaian SidangMK ini diharapkan 
menjadi media pendidikan politik bagi rakyat di tengahramainya keriuhan dan 
persilangan pendapat selama penyelenggaraan pemiluterutama Pilpres 2019. 




Wakil KetuaKomite I DPD RI Fahira Idris yang membidang persoalan Politik, 
Hukum, dan HAMmengungkapkan, seluruh rangkaian proses persidangan PHPU terutama 
terkaitperselisihan Pilpres 2019 di MK diharapkan mampu menyajikan perdebatan 
yangsubstantif dan cerdas sehingga tidak hanya akan media pendidikan politik 
bagirakyat, tetapi juga akan menjadi forum bagi rakyat untuk menyaksikan 
langsung bahwanilai-nilai dasar dari demokrasi adalah kejujuran dan keadilan.




“Saya berharapsidang sengketa pilpres di MK nanti menjadi media pencerahan bagi 
siapa saja,baik bagi mereka yang berkeyakinan bahwa pilpres tidak berlangsung 
demokratis,jujur, dan adil, maupun bagi mereka yang berkeyakinan bahwa pilpres 
sudahdemokratis, jujur, dan adil. Oleh karena itu, rakyat diharapkan ikut 
memantaudan mengawasi jalannya persidangan lewat berbagai media komunikasi,” 
ujarFahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (13/6). 




Menurut Fahira,hadirnya MK dengan salah satunya kewenangannya menyelesaikan 
sengketa pemiludilatarbelakangi kesadaran bahwa sebagai sebuah proses politik, 
proses pemilusangat rentan dengan pelanggaran-pelanggaran terutama pelanggaraan 
peraturantentang pemilu yang menyangkut kampanye, tindak pidana pemilu, politik 
uang,sampai kecurangan dalam perhitungan suara yang sangat mungkin 
mempengaruhihasil pemilu. Oleh karena itu, diperlukanlah mekanisme hukum 
untukmenyelesaikan sengketa pemilu tersebut, dan MK adalah mekanisme tersebut. 




“Konsekuensibagi Indonesia yang sudah memilih menjadi negara demokratis adalah 
menggelarpemilu yang bersih. Dari pemilu yang bersih, jujur, adil, bebas, dan 
tidakmemihak maka akan lahir sebuah pemerintahan yang demokratis. Dan MK 
diberitanggung jawab untuk memastikan hal ini,” tukas Senator Jakarta ini. 




Salah satupendidikan politik yang penting disajikan selama proses sidang PHPU 
ini,sambung Fahira, adalah makna PHPU jangan dimaknai dalam arti sempit 
berupapenghitungan suara saja, tetapi juga berbagai pelanggaran yang terjadi 
baikdalam perhitungan suara maupun dalam proses yang dapat mempengaruhi 
hasilpemilu. Artinya, MK juga berwenang memproses dugaan pelanggaran pemilu 
yangbersifat terstruktur, sistematis, dan masif yang secara signifikan 
mempengaruhihasil pemilu. 




“Mudah-mudahansegala keriuhan pascapilpres ini bisa reda di tangan MK. Kita 
doakan bersama,para Hakim Konstitusi mampu memutus perkara perselisihan hasil 
pilpres inidengan adil dan imparsial,” pungkas Fahira.(fri/jpnn) 

Kirim email ke