https://www.jawapos.com/nasional/hankam/14/06/2019/terduga-teroris-jaringan-jad-uzla-susun-kekuatan-serang-jakarta/


*Terduga Teroris Jaringan JAD Uzla Susun Kekuatan Serang Jakarta*

*Dua Tersangka Sudah Berbaiat ke ISIS*

HANKAM <https://www.jawapos.com/nasional/hankam/>

14 Juni 2019, 05:06:43 WIB



*JawaPos.com* – Aparat kepolisian memastikan penggerebekan tim Densus 88
Antiteror di Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah
(Kalteng), terkait teroris. Mereka yang diamankan merupakan jaringan Jamaah
Ansharut Daulah (JAD) dengan sel jaringan Uzla.

Total ada 33 orang yang diamankan. Namun, hanya dua orang yang sudah
berstatus tersangka, yakni Tommy dan Abdullah.

Keduanya masuk daftar pencarian orang (DPO) Densus 88. Kelompok ini mampu
membuat bom berdaya ledak tinggi.

Jaringan Uzla merupakan kelompok yang mengasingkan diri. Tommy dan Abdullah
sisa dari kelompok Abu Hamzah, perakit puluhan bom di Gunung Salak Aceh.
Mereka berencana beraksi di Jakarta.

Mereka juga sudah berbaiat dengan Abu Bakar Al Baghadi, pimpinan ISIS.
Tujuan utama kelompok itu mengubah ideologi negara. Rencannya, mereka akan
bergabung dengan kelompok Uzla lainnya di Jakarta.

Dari penggerebekan Senin (10/6) lalu, barang bukti yang berhasil diamankan
yakni alat rakitan bom, buku ISIS, baju, parang, zat kimia, dan lainnya
(selengkapnya lihat grafis). Para tersangka dan barang bukti diamankan di
Polda Kalteng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolda Kalteng Irjend Pol Anang Revandoko mengatakan, penangkapan
dilakukan Densus 88 dan Polda Kalteng. Kelompok yang diamankan tersebut
berbaiat di Aceh. Mereka lari ke Kalimantan dan berencana kembali menyusun
kekuatan dan mencari pengikut lainnya.

“Di Kalteng tergabung dua kelompok, Aceh dan Makasar. Mereka ingin ke
Jakarta untuk mencari pengikut lain,” ujarnya dikutip dari *Radar Sampit
(Jawa Pos Group)*, Jumat (14/6).

Anang menambahkan, mereka ke Kalteng diundang satu orang terduga teroris
lainnya. Mereka berniat menenangkan diri dan menggelar pelatihan serta
mencari logistik.

Namun, belum sempat membuat peledak di Kalteng meski sudah menyiapkan
komponen-komponen bahan tersebut. “Mereka menargetkan lokasi Uzla
(pengasingan diri) di Kalteng, namun hal itu masih didalami,” kata perwira
tinggi Polri itu.

Sementara itu, Ketua MUI Kalteng Anwar Isa meminta masyarakat tidak panik
dan menyerahkan masalah itu pada aparat kepolisian. Warga juga diharapkan
tidak mudah didoktrin kelompok radikal.

“Semuanya sudah ditangani, jadi ayo terus bergandengan tangan agar tidak
terulang kembali. Serahkan langkah hukum kepada kepolisian,” katanya.

Kirim email ke