Bukankah para petinggi rezim neo-Mojopahit bilang bahwa utang kita baru 30%
dari BPD, kalau begitu tak khawatir tentang defisit, karena masih bisa
pinjam untuk tutup lubang defisit.



https://republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/ps480u377/jokowi-problem-kita-adalah-defisit


*Jokowi: Problem Kita adalah Defisit*

*Ahad 26 Mei 2019 21:24 WIB*

*Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah*



*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo
(Jokowi) menyebutkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi perekonomian
nasional adalah defisit transaksi berjalan (CAD) dan defisit neraca
perdagangan.*

*Keduanya memang terus mengalami defisit dalam beberapa tahun terakhir.
Jokowi menyampaikan dua solusi yang harus dikejar pemerintah, yakni
peningkatan ekspor dan investasi.*


*"Problem besar kita sejak lama adalah neraca transaksi berjalan yang
selalu defisit. Neraca perdagangan kita yang selalu defisit. Ini problem
yang sudah jelas kita paham, jelas masalahnya, namun ini tidak pernah
selesai," jelas Jokowi usai menghadiri buka puasa bersama dengan Hipmi,
Ahad (26/5).*

*Jokowi pun meminta para pengusaha muda yang tergabung dalam Hipmi ikut
membantu pemerintah menggenjot raihan investasi dan kinerja ekspor. Mantan
Gubernur DKI Jakarta ini menilai bahwa dua hal tersebut merupakan kunci
untuk menambah laju pertumbuhan ekonomi nasional.  "Kuncinya hanya dua
yakni peningkatan ekspor dan investasi," kata Jokowi.*

*Jokowi menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang melesat akan membawa
Indonesia ke era selanjutnya, yakni teknologi dan inovasi. Era ini
sekaligus menjadi penanda masuknya Indonesia sebagai kekuatan ekonomi
keempat terbesar dunia pada 2045 nanti.*

*Kinerja perdagangan Indonesia merosot pada April 2019. Badan Pusat
Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan pada bulan lalu mengalami
defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS. Ini rekor defisit terparah sejauh ini.
Padahal, neraca dagang sempat surplus 540 juta dolar AS pada Maret 2019.*

*Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, defisit tersebut berasal dari neraca
dagang migas yang minus 1,49 miliar dolar AS dan nonmigas yang defisit 1
miliar dolar AS. Nilai ekspor Indonesia pada April 2019 mencapai 12,60
miliar dolar AS, menurun 10,80 persen dibandingkan Maret 2019 (month to
month/mtm). Jika dibandingkan April 2018, penurunannya lebih dalam, yakni
mencapai 13,10 persen.*

*Sementara, nilai impor naik 12,25 persen menjadi 15,10 miliar dolar AS
(mtm). Namun, apabila dibandingkan April 2018, nilai impor turun 6,58
persen.*

*Suhariyanto menjelaskan, ada dua faktor yang paling memengaruhi penurunan
kinerja dagang. Pertama, melambatnya perekonomian global. Kedua, harga
komoditas yang masih berfluktuasi, di antaranya harga minyak mentah
Indonesia atau Indonesia crude price (ICP).*

Kirim email ke