Apakah wisata halal termasuk kawin kontrak?

https://republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/ptwxwe383/pelaku-bisnis-rasakan-dampak-positif-penerapan-wisata-halal



*Pelaku Bisnis Rasakan Dampak Positif Penerapan Wisata Halal*

*Senin 01 Jul 2019 05:30 WIB*

*Rep: Imas Damayanti/ Red: Nidia Zuraya*


*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA – Meski Kementerian
Pariwisata (Kemenpar) masih menyusun panduan penyelenggaraan pariwisata
halal, sejumlah sektor bisnis pariwisata sudah mengambil langkah inisiatif
menjemput rezeki dari aspek wisata halal. Dari sejumlah sektor bisnis
wisata, pelaku bisnis yang menerapkan aspek halal mengaku merasakan dampak
positif dari penerapan halal tersebut.*

*Di sektor perhotelan, misalnya, General Manager Hotel Rhadana Bali Budiman
mengaku melihat dampak yang sangat positif dari penerapan halal pada
pelayanan hotelnya. Terhitung sejak 2012 berdiri, Hotel Rhadana terus
mendapatkan respons positif dari penerapan aspek halal meski lokasi
berdirinya hotel dikelilingi oleh hotel-hotel nonhalal.*

“*Justru karena kami sudah lakukan sertifikasi halal, wisatawan banyak yang
berkunjung ke sini. Prospeknya bagus sekali (wisata halal),” kata Budiman
saat dihubungi **Republika**, Ahad (30/6).*

*Berbeda dari destinasi wisata di Mandalika maupun Aceh, destinasi wisata
Bali memang identik dengan wisata modern non-halal. Sehingga hal tersebut
dinilai justru menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, sebab daya tarik
Bali sebagai destinasi global yang mendunia juga diminati tak hanya oleh
para wisatawan non-Muslim.*

*Apalagi, kata dia, wisatawan Muslim global berjumlah cukup besar. Sehingga
dia menyebut, penerapan aspek halal akan terus dikembangkan mulai dari
fasilitas tempat ibadah, jaminan makanan dan minuman halal, serta peniadaan
hal-hal yang berbau haram dan dilarang dalam syariat Islam.*

*Berbeda dengan konsep wisata syariah, Budiman mengaku pihaknya lebih
memfokuskan pemasaran melalui konsep halal modern hotel. Dia menilai, aspek
syariah cenderung konvensional dan lebih eksklusif sehingga cenderung
berbelit dalam pengaplikasian terhadap para calon wisatawan yang
berkunjung.*

“*Kalau hotel syariah itu kan mereka agak ribet. Misalnya saja
dokumen-dokumen pengunjung benar-benar harus dipastikan dia Muslim atau
tidak, dan lain sebagainya. Sedangkan kalau konsep halal tidak serumit
itu,” kata dia.*

*Kendati demikian, pihaknya tidak mengesampingkan aspek halal yang
diterapkan mulai dari hulu ke hilir. Misalnya saja, sejak dari proses
sertifikasi dan dilakukan pemantauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),
konsistensi kehalalan hotelnya dapat dipastikan akan terus berkelanjutan.*

*Bukti dari keseriusannya dalam menggarap potensi wisata halal tersebut
terlihat dengan adanya jumlah peningkatan pengunjung ke hotelnya dari tahun
ke tahun.*

*Dia mencontohkan, dengan pelayanan yang konsisten serta keramahtamahan,
para pengunjung yang pernah menggunakan jasa hotelnya justru akan
mengabarkan sendiri dari mulut ke mulut tentang Hotel Rhadana. Sehingga tak
ayal, pihaknya kerap mendapatkan pelanggan tetap yang rutin berkunjung
dalam masa-masa liburan tertentu.*

“*Dari Turki, Eropa, Timur Tengah, Australia, bahkan Amerika Serikat mereka
semacam punya komunitas Muslimnya. Sehingga hotel kami direferensikan
sendiri di kalangan komunitas tersebut,” kata Budiman.*

*Senada dengan Budiman, Sekretaris Jenderal Cheria Tour Cheriatna
mengatakan terdapat peningkatan sektor bisnis perjalanan wisata yang cukup
menjanjikan dari konsep halal yang sudah dimulainya. Meski, hal tersebut
menurut dia belum sepenuhnya dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi domestik
yang cukup membaik.*

*Kendati demikian dia menjabarkan, melalui strategi kreatif utamanya di
bidang marketing digital, kelebihan bisnis perjalanan wisata halal mampu
menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Muslim, bahkan non-Muslim.*

“*Menariknya, justru peningkatan wisatawan halal ini diisi juga oleh yang
non-Muslim,” kata dia.*

*Menurutnya, berdasarkan hasil penerapan pelaksanaan wisata halal yang
dilakukan, terdapat antusiasme yang cukup besar dari konsumen. Hal itu,
kata dia, wisata halal dianggap merupakan kebutuhan dasar wisatawan sebagai
pemeluk suatu kepercayaan dan juga menjaga nilai tradisi.*

“*Kebutuhan itu kan penting ya. Apalagi ini menyangkut menu makan, waktu
shalat, tempat yang halal dalam melakukan wisata,” kata dia.*

*Pelaku bisnis lainnya di bidang spa, Muhammad Asyhadi mengatakan, stigma
negatif dalam bisnis spa dan relaksasi mulai terhapus dengan sendirinya
dengan branding halal yang sudah dijalankan.*

*Menurut dia, selain memberikan kenyamanan serta jaminan halal terhadap
konsumen, pihaknya juga dapat mengedukasi masyarakat bahwa sektor spa dan
relaksasi merupakan bagian dari kesehatan dan pariwisata, bukan sektor
hiburan.*

“*Makanya, kita selalu pastikan bahwa spa itu bukan identik dengan pijat
plus plus. Di Jakarta misalnya, dengan penutupan Hotel Alexis, perkembangan
spa halal sudah mulai bertumbuh,” kata dia.*

*Menurut dia, aspek halal dalam bisnis spa yang diterapkan juga mengatur
konsep syariah. Misalnya, dalam ruangan spa pihaknya tidak menyediakan
pekerja spa melayani pelanggan yang berbeda gender.*

*Selain itu, pihaknya juga meniadakan atribut yang identik dengan
kemusyrikan seperti adanya patung-patung di ruangan spa. Menurut dia,
dengan penerapan aspek halal yang dilaksanakan dari hulu ke hilir, pihaknya
merasakan betul terdapat peningkatan pendapatan.*

*Dia berpendapat, bisnis wisata halal seperti spa secara tidak langsung
berkolerasi terhadap pendapatan dalam bisnis yang digelutinya.*

Kirim email ke