Polisi: Pentolan Jamaah Islamiyah Para Wijayanto Ahli Intelijen
Reporter:
Andita Rahma
Editor:
Syailendra Persada
Senin, 1 Juli 2019 12:48 WIB
Mantan anggota Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas (kiri) bersama Inisiator
Barisan Tolak Terorisme, Azyumardi Azra memberi penjelasan mengenai
terorisme saat temu wartawan di Hotel Arya Duta Makassar, Rabu (21/7).
Setelah melakukan sosialisasi ke beberapa daerah di Lampung, Jawa Barat
dan Jawa Tengah, gerakan sosial dengan nama Barisan Tolak Terorisme
tersebut menggelar sosialisasi di Makassar. TEMPO/Kink Kusuma ReinMantan
anggota Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas (kiri) bersama Inisiator Barisan
Tolak Terorisme, Azyumardi Azra memberi penjelasan mengenai terorisme
saat temu wartawan di Hotel Arya Duta Makassar, Rabu (21/7). Setelah
melakukan sosialisasi ke beberapa daerah di Lampung, Jawa Barat dan Jawa
Tengah, gerakan sosial dengan nama Barisan Tolak Terorisme tersebut
menggelar sosialisasi di Makassar. TEMPO/Kink Kusuma Rein
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap amir
atau pemimpin jaringan terorisJamaah Islamiyah
<https://www.tempo.co/tag/jamaah-islamiyah>bernama Para
Wijayanto bersama istri dan tiga orang anggotanya.
Baca:Para Wijayanto, Pentolan Jamaah Islamiyah yang Buron Sejak 2003
<https://nasional.tempo.co/read/1219926/para-wijayanto-pentolan-jamaah-islamiyah-yang-buron-sejak-2003>
"Jadi dulu PW di bidang intelijen JI, tapi setelah Zarkasih, amir
sebelumnya itu ditangkap, dia dibaiat untuk jadi JI di Indonesia," kata
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi
Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 1 Juli 2019.
Para, kata Dedi, dibekuk pada 28 Juni 2019 di Hotel Adaya Jalan Raya
Kranggan, Jatisampurna, Bekasi. Dia merupakan lulusan S1 Teknik Sipil di
salah satu universitas ternama di wilayah Jawa Tengah. Para juga
diketahui aktif di berbagai kegiatan teroris di Indonesia seperti bom
bali, bom di Kedutaan Besar Australia, sampai kerusuhan di Poso pada
2005-2007.
Di Poso, Para bahkan turut mendukung logistik dan operasional. Dari sisi
kompetensi, Para memiliki kemampuan merakit bom dan kemampuan intelijen
lainnya. "Karena dia punya kemampuan intelijen, dia memberikan masukan
kepada orang di Poso dan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur
(MIT)," ucap Dedi.
Selain Para, polisi juga meringkus istri Para yakni Masitha Yasmin dan
tangan kanannya Bambang Suyoso. Ketiganya ditangkap berbarengan.
“Bambang berperan sebagai penghubung amir dan orang yang direkrut,
termasuk orang-orang yang dikirimkan ke Suriah. Bambang juga sebagai
sopir Para,” kata Dedi. Selanjutnya yang diringkus polisi ialah
Abdurrahman, pada 30 Juni 2019 sekitar pukul 11.45 WIB, di Perumahan
Griya Syariah, Blok G, Kelurahan Kebalen, Bekasi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Abdurrahman merupakan orang yang berhasil direkrut oleh jaringan Para
dan juga orang kepercayaannya untuk menggerakkan jajaran Jamaah
Islamiyah di Indonesia.
Baca: Teroris Jamaah Islamiah Para Wijayanto Punya 4 Nama Panggilan
<https://metro.tempo.co/read/1219898/teroris-jamaah-islamiah-para-wijayanto-punya-4-nama-panggilan>
Selanjutnya, polisi menangkap Budi Tri alias Haedar alias Feni alias
Gani di hari yang sama, 30 Juni 2019, sekitar pukul 14.15 WIB di daerah
Pohijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jawa Timur. Budi Tri adalah
penasihat Para dan penggerak jajaran JI Jawa Timur.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com