https://bisnis.tempo.co/read/1220406/phk-sepihak-ribuan-buruh-pt-krakatau-steel-berunjuk-rasa?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Web%20Notif&utm_campaign=Bisnis_Mutia&utm_content=&utm_term=
*PHK Sepihak, Ribuan Buruh PT Krakatau Steel Berunjuk Rasa*

Reporter:
*Antara*

Editor:
*Martha Warta Silaban*

Selasa, 2 Juli 2019 14:20 WIB

0 KOMENTAR
<https://bisnis.tempo.co/read/1220406/phk-sepihak-ribuan-buruh-pt-krakatau-steel-berunjuk-rasa/full&view=ok#comments>

404
[image: Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel Cilegon (FSBKN), Laskar Merah
Putih dan Komunitas Pemantau Korupai mengadakan aksi demo di depan Gedung
KPK menuntut adanya penyelidikan kepada direksi PT.Krakatau Steel terkait
adanya dugaan korupsi, 25 September 2017. Tempo/ Muhammad Irfan Al Amin]
<https://statik.tempo.co/data/2017/09/25/id_650548/650548_720.jpg>

*Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel Cilegon (FSBKN), Laskar Merah Putih
dan Komunitas Pemantau Korupai mengadakan aksi demo di depan Gedung KPK
menuntut adanya penyelidikan kepada direksi PT.Krakatau Steel terkait
adanya dugaan korupsi, 25 September 2017. Tempo/ Muhammad Irfan Al Amin*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* -  Ribuan buruh dari sejumlah
perusahaan di bawah PT Krakatau Steel
<https://www.tempo.co/tag/krakatau-steel> atau KS melakukan aksi unjuk rasa
di depan gedung teknologi PT KS menolak rencana restukturisasi dan PHK
sepihak yang akan dilakukan PT Krakatau Steel, di Cilegon, Selasa, 2 Juli
2019.

BACA: Enggan Bahas Isu PHK, Bos Krakatau Steel Bicara Restrukturisasi
<https://bisnis.tempo.co/read/1218519/enggan-bahas-isu-phk-bos-krakatau-steel-bicara-restrukturisasi>

Aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat
Baja Cilegon atau FSBC tersebut dimulai dari kawasan PT Krakatai Steel
tepatnya di depan gedung teknologi PT Krakatau Steel di Cilegon. Usai
melakukan orasi di depan PT Krakatau Steel para buruh bergerak ke depan
Kantor Pemkot Cilegon Jalan Jend. Sudirman, No. 2, Ramanuju, Kota Cilegon.

Dalam aksinya para buruh yang juga tergabung dalam Serikat Buruh Krakatau
Steel atau SBKS menolak rencana restukturisasi dan PHK sepihak yang
dilakukan oleh PT Krakatau Steel, karena akan mengancam masa depan para
buruh dan keluarganya. Buruh meminta PT Krakatau Steel memikirkan kembali
kebijakannya melakukan resturkturisasi dan PHK sepihak yang dilakukan pihak
manajemen PT Krakatau Steel.


"Kami khawatir terjadi PHK sepihak. Bagaimana nasib kami dan masa depan
keluarga kami. Ini yang perlu dipikirkan oleh perusahaan," kata Ipin
Saripudin salah seorang buruh yang mengikuti aksi tersebut.

BACA: Krakatau Steel Bangun Pengolahan Air Laut Senilai Rp 1,5 T
<https://bisnis.tempo.co/read/1215547/krakatau-steel-bangun-pengolahan-air-laut-senilai-rp-15-t>

Para buruh khawartir jika terjadi restukturisari yang dilakukan oleh PT
Krakatau Steel, maka dampaknya bisa terjadi PHK yang akan menimpa terhadap
ribuan buruh yang selama ini menggantungkan hidup dari perusahaan dibawah
PT Krakatau Steel. Dampak lainnya nanti pengangguran dan kemiskinan di
Provinsi Banten akan bertambah jika terjadi PHK.

Oleh karena itu, para buruh juga selain menuntut pihak PT Krakatau Steel
agar tidak melakukan restukturisari dan PHK sepihak, juga meminta kepada
pemerinitah Provinsi Banten dan juga Pemkot Cilegon segera menyikapi
persoalan tersebut dan mencarikan jalan keluar sebelum terjadi PHK sepihak
yang dilakukan oleh perusahaan.

Kordinator pengunjukrasa Muhari Machdum mengatakan, aksi yang dilakukan
bertujuan untuk sama-sama para buruh berjuang agar kebijakan
resturkturisasi dan PHK sepihak tidak dilakukan oleh pihak PT Krakatau
Steel. Sebab jika kebijakan tersebut benar-benar dilaksananakan akan
berdampak terhadap ribuan buruh yang terancam di PHK.

"Saya minta rencana ini dibatalkan, karena kenyataannya mulai tanggal 1
Juni 2019 sudah ada sekitar 529 karyawan outsourching yang dirumahkan dari
total 2.600 karyawan," kata Muhari.

Ia mengaku sudah bekerja sekitar 20 tahun sebagai pekerja outsourching PT
Krakatau Steel meskipun sebelumnya ia pernah juga menjadi karyawan organik
di PT Krakatau Steel. Namun dengan alasan efisiensi dan alasan lainnya,
saat ini rencananya 2600 karyawan outsourching di bagian produksi baja PT
Krakatau Steel tersebut akan dirumahkan setelah Agustus 2019.

"Intinya kami menolak dirumahkan, apalagi di PHK sepihak. Kami dari serikat
tidak pernah diajak bicara membahas persoalan ini," kata Muhari yang juga
Wakil Ketua Umum Serikat Buruh Krakatau Steel atau SBKS.

Ia menjelaskan, sejak 1 Juni 2019 atau menjelang lebarang sudah banyak
karyawan outsourching yang dirumahkan dengan alasan tidak jelas dan
kebijakan tersebut dilakukan sepihak oleh perusahaan.

Bahkan nasib dari 2.600 karyawan outsourching PT Krakatau Steel
<https://bisnis.tempo.co/read/1213431/krakatau-steel-targetkan-restrukturisasi-utang-rampung-akhir-juni>
juga
sampai saat ini belum jelas nasibnya karena menunggu keputusan setelah
Agustus 2019.

Kirim email ke