Tiongkok Selalu Menjadi Pelaksana dalam Perluasan Keterbukaan
http://indonesian.cri.cn/20190703/1ef8e663-cb07-7ab9-1c80-f2cdaecfa2e2.html
2019-07-03 12:22:41
Setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping mengumumkan lima tindakan penting
untuk mempercepat keterbukaan di KTT G20 Osaka Jepang, dalam Forum Davos
Musim Panas ke-13, Tiongkok sekali lagi mengeluarkan suara tegas untuk
memperluas keterbukaan. Tiongkok akan mendorong keterbukaan di bidang
usaha manufaktur, memperdalam keterbukaan usaha jasa termasuk moneter,
dan lebih lanjut menurunkan taraf pajak bea cukai, dan menjamin HaKI
dengan intentitas lebih tinggi. Sedangkan tingkat keterbukaan,
transparansi dan prediksi terhadap investasi perusahaan asing akan
semakin tinggi.
Sebagai platform dialog ekonomi yang mempunyai daya pengaruh di dunia,
berbagai pihak memperhatikan tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan
Tiongkok. Di depan acara pembukaan forum tersebut Perdana Menteri
Tiongkok Li Keqiang mengatakan, Tiongkok akan memperdalam keterbukaan di
bidang moneter, memajukan pencabutan pembatasan porsi sham sekuritas,
produk berjangka dan asuransi jiwa ke tahun 2020 dari tahun 2021 yang
telah dijadwalkan, mengurangi pembatasan di bidang telekomunikasi
tambah nilai, lalu lintas dan transportasi, serta memperluas keterbukaan
satu sama lain di bursa efek. Tindakan-tindakan konkret ini adalah
pelaksanaan tindak lanjut setelah Presiden Xi Jinping menyampaikan
sikapnya mengenai perluasan keterbukaan di KTT G20 Osaka Jepang yang
memperlihatkan bahwa Tiongkok selalu beraksi setelah berkata, dan
pelaksana tanpa kompromi.
Pakar terkemuka AS mengenai masalah Tiongkok, Robert Lawrence Kuhn
berpendapat, pengumuman tindakan baru Tiongkok yang terbuka terhadap
dunia luar memperlihatkan bahwa Tiongkok selalu mengalihkan komitmennya
menjadi sebuah aksi nyata.
T*ingkat Keterbukaan, Transparansi dan Prediksi Tiongkok terhadap
Investasi Perusahaan Asing Akan Semakin Tinggi*
http://indonesian.cri.cn/20190703/71bd53e3-af22-18ca-8898-c8026a1a15e6.html
2019-07-03 12:23:17
Forum Davos Musim Panas dibuka di Dalian, Tiongkok hari Selasa Kemarin
(02/07). Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dalam pidatonya menekankan,
Tiongkok akan terus memperdalam reformasi, fokus dalam menciptakan
lingkungan bisnis yang marketisasi, legislatif, dan mendunia. Tingkat
keterbukaan, transparansi dan prediksi akan kian tinggi, lingkungan
investasi keseluruhan akan kian baik.
Li keqiang mengatakan, dalam situasi internasional dewasa ini, forum
kali ini akan secara mendalam menyelidiki masalah globalisasi, dan hal
ini mempunyai target nyata yang kuat.
Li Keqiang mengatakan, selama 40 tahun lebih sejak reformasi dan
keterbukaan, Tiongkok aktif ambil bagian dalam sistem pembagian global
dan rantai industri, rantai inovasi dan rantai nilai, secara menyeluruh
melaksanakan komitmen yang terbuka. Dengan berorientasi pada masa depan,
Tiongkok akan terus dengan teguh mendorong keterbukaan terhadap dunia
luar, berupaya mengembangkan ekonomi terbuka dengan level yang lebih tinggi.
Menanggapi situasi ekonomi Tiongkok masa kini, dirinya menekankan,
ekonomi Tiongkok terus terpelihara pada situasi membaik yang stabil,
namun juga menghadapi tekanan menurun yang baru. Pemerintah Tiongkok
memiliki antisipasi terhadap hal tersebut dan telah melakukan persiapan
yang mantap. Skala pasar Tiongkok besar dan kaya akan sumber tenaga
kerja berbakat, perlengkapan industrinya cukup dan tenaga penggerak
barunya bertumbuh pesat, maka perkembangan ekonomi pun memiliki keuletan
dan potensi yang cukup, sehingga kecenderungan ke arah yang baik dalam
jangka panjang tidak akan berubah.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com