Kakek kasim patut jadi menteri keuangan, karena berani menyimpan untuk mencapai tujuan.
https://www.ihram.co.id/berita/pud6ze313/berangkat-haji-pasangan-lansia-menabung-sejak-tahun-1960 *Berangkat Haji, Pasangan Lansia Menabung Sejak Tahun 1960* Selasa , 09 Jul 2019, 15:15 WIB Republika/Fauzi Ridwan Nenek Irah (91) dan kakek Kosim (91), pasangan lanjut usia (lansia) asal Kampung Jalupang, RT 02 RW 03, Desa Giri Mukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat akan menunaikan ibadah haji 23 Juli mendatang. Diusianya yang telah lanjut, keduanya berangkat pasca berhasil mengumpulkan dana yang ditabung sejak tahun 1960. IHRAM.CO.ID, SAGULING -- Nenek Irah (91) dan kakek Kosim (91), pasangan lanjut usia (lansia) asal Kampung Jalupang, RT 02 RW 03, Desa Giri Mukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat akan menunaikan ibadah haji 23 Juli mendatang. Diusianya yang telah lanjut, keduanya berangkat pasca berhasil mengumpulkan dana yang ditabung sejak tahun 1960. Saat ditemui di rumahnya, kakek yang telah memiliki tiga anak, tiga cucu dan tiga buyut ini masih sibuk menggarap lahan pertanian miliknya di kampung tersebut. Sehari-hari, pekerjaan yang dilakoni kakek kosim adalah bertani di Kampung Jalupang. "Dari tahun 62 nabung tapi tidak diniatkan buat naik haji. Waktu itu nabung aja, jumlahnya bervariasi dan gak tentu," ujarnya yang didampingi anak pertamanya, Kholidin, Selasa (9/7). Hingga akhirnya, ia mengungkapkan pada akhir tahun 2013 mendaftar haji ke melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Batujajar. Menurutnya, seluruh proses pendaftaran hingga membayar haji diurus oleh anaknya, Kholidin. Dirinya mengungkapkan rasa syukur sebab pada 2019 bisa berangkat ke tanah suci Makkah. Diketahui jika pasangan lansia, Irah dan Kosim yang mendaftar pada akhir 2013 diberangkatkan lebih dulu sebab kondisi usia yang sudah berada diangka 90 tahun. "Semoga diberikan keselamatan, kesehatan saat beribadah haji nanti di Makkah," katanya. Menurutnya, seluruh keluarga besarnya sudah bisa menunaikan ibadah haji. Sedangkan dirinya merupakan yang terakhir yang belum berangkat ke tanah suci. Nenek Irah sendiri mengaku bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tahun 2019. Meski kondisi badannya sudah tidak muda lagi. Namun dirinya berharap agar selama pelaksanaan ibadah haji bisa kuat dan diberikan kesehatan. Berita Terkait - Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah Sudah Siap <https://video.republika.co.id/berita/pud6o4216/klinik-kesehatan-haji-indonesia-di-madinah-sudah-siap> - KeberangkatanKloter Pertama Calon Jamaah Haji Kalsel <https://www.ihram.co.id/berita/pud6hl283/keberangkatankloter-pertama-calon-jamaah-haji-kalsel> - Bekasi Anggarkan Rp 600 Juta untuk Jamaah Haji <https://www.ihram.co.id/berita/pud5ll366/bekasi-anggarkan-rp-600-juta-untuk-jamaah-haji> - Garuda Indonesia Jelaskan Tulisan 'Terima Kasih Pak Jokowi' <https://www.ihram.co.id/berita/pucsz8409/garuda-indonesia-jelaskan-tulisan-terima-kasih-pak-jokowi> - Seperti Apa Hubungan NU dan Para Habaib? Ini Penjelasannya <https://khazanah.republika.co.id/berita/puc4q9320/seperti-apa-hubungan-nu-dan-para-habaib-ini-penjelasannya> - Aman dan Terpercaya, ini 12 Travel Umrah dan Haji Resmi di Indonesia <https://www.ihram.co.id/berita/pu1po1/aman-dan-terpercaya-ini-12-travel-umrah-dan-haji-resmi-di-indonesia> "Saya minta agar selamat saat ibadah haji, sehat dan bisa kembali pulang lagi ke rumah," ungkapnya. Menurutnya, biaya haji yang pertama dilunasinya sebesar Rp 25 juta dan Rp 10 juta untuk melunasinya keseluruhannya. Ia mengatakan sudah mengikuti seluruh pembekalan manasik dan pada 23 Juli akan berangkat ke Padalarang selanjutnya berangkat ke embarkasi Bekasi. Meski begitu saat ini pihaknya belum menerima koper haji untuk persiapan dari KBIH Batujajar.
