-------- 轉寄郵件 --------
主旨: Duterte Tantang AS Kirim Militer ke Laut China Selatan
日期: Tue, 9 Jul 2019 10:44:49 +0800
從: ChanCT <[email protected]>
到: GELORA_In <[email protected]>
Duterte Tantang AS Kirim Militer ke Laut China Selatan
CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 08:34 WIB
Duterte Tantang AS Kirim Militer ke Laut China SelatanPresiden Filipina,
Rodrigo Duterte, menantang AS untuk mengirimkan militer ke Laut China
Selatan jika benar-benar ingin mengusir Beijing dari wilayah sengketa.
(Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina,*Rodrigo Duterte
<https://www.cnnindonesia.com/tag/rodrigo-duterte>*, menantang *Amerika
Serikat <https://www.cnnindonesia.com/tag/amerika-serikat>*untuk
mengirimkan militer ke Laut China Selatan jika benar-benar ingin
mengusir *Beijing <https://www.cnnindonesia.com/tag/china>*dari wilayah
sengketa.
"Jika Amerika benar-benar ingin mengusir China, yang tentu saja tidak
dapat saya lakukan, saya akan meminta bantuan. Saya ingin semua pasukan
Seventh Fleet dari Angkatan Bersenjata AS di sana," ujar Duterte seperti
dilansir/Inquirer
<https://globalnation.inquirer.net/177661/duterte-asks-us-to-deploy-seventh-fleet-in-south-china-sea>/.
Lihat juga:
Filipina Ancam Kirim Pasukan Jika China Duduki Pulau Sengketa
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190405093829-106-383597/filipina-ancam-kirim-pasukan-jika-china-duduki-pulau-sengketa/>
Seventh Fleet sendiri merupakan bagian dari pasukan Pasifik AS yang
berbasis di Jepang. Pasukan ini merupakan salah satuan militer terbesar
yang dikerahkan AS.
Duterte melontarkan tantangan ini sebagai tindak lanjut atas
permintaannya agar AS "melepaskan tembakan pertama" dan menyatakan
perang dengan China di tengah kisruh sengketa lahan LCS.
Filipina dan AS memang terikat dengan Kesepakatan Pertahanan Bersama
yang mewajibkan kedua belah pihak saling mendukung jika salah satu
negara diserang.
Lihat juga:
Tolak Klaim China, Kapal Perang AS Berlayar di LCS
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190520144658-113-396499/tolak-klaim-china-kapal-perang-as-berlayar-di-lcs/>
Pernyataan ini membuat sejumlah pihak bingung dengan pendirian Filipina
di bawah komando Duterte.
Saat baru naik takhta, Duterte terlihat mengubah haluan kebijakan negara
dengan mendekatkan diri ke China dan menjauh dari AS sebagai sekutu lama
mereka.
Duterte bahkan sempat mewacanakan membeli senjata dari China dan
mengusir pasukan AS dari Filipina.
Namun, ketika China mulai membangun kekuatan militer di daerah sengketa
LCS, sikap Duterte terhadap Beijing mulai goyah.
Filipina dan China sama-sama memiliki klaim wilayah di Laut China
Selatan. Filipina pun menggugat China atas klaim historisnya di perairan
itu ke Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) pada Juni 2016 lalu.
Meski Filipina memenangkan gugatannya, China berkeras tetap mengklaim
hak historis atas perairan yang menjadi jalur perdagangan utama itu.*(has)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com