Kagum dengan Lapangan Banteng Kini, Ahok: Dulu Kan Seram
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Ninis Chairunnisa
Rabu, 10 Juli 2019 10:54 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat akan mencoblos Pemilu di Osaka,
jepang, Ahad, 14 April 2019. Instagram/@Basuki_btp_loversBasuki Tjahaja
Purnama alias Ahok saat akan mencoblos Pemilu di Osaka, jepang, Ahad, 14
April 2019. Instagram/@Basuki_btp_lovers
*TEMPO.CO, Jakarta*- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama
atauAhok <https://www.tempo.co/tag/ahok>berkunjung ke Lapangan Banteng,
Jakarta Pusat. Kunjungannya ke sana setelah sebelumnya ia menjajal
kereta MRT Jakarta pada 6 Juli 2019.
Saat berkeliling di tempat tersebut, Ahok mengatakan desain Lapangan
Banteng saat ini sangat bagus pascarevitalisasi yang ia lakukan saat
menjabat dulu. Ahok juga memuji Yori Antar, arsitek yang merancang dan
mendesain revitalisasi Lapangan Banteng.
Baca:Ahok Kerap Muncul di Publik, PDIP Bantah untuk Sindir Anies
<https://nasional.tempo.co/read/1222298/ahok-kerap-muncul-di-publik-pdip-bantah-untuk-sindir-anies>
"Orang bule kalau datang ke Jakarta, kita ini enggak malu, mereka bisa
nongkrong, suasananya terasa aman. Kalau dulu kan seram, takut ada
apa-apa," ujar Ahok dalam video blog yang ia unggah di akun YouTube-nya,
Panggil Saya BTP, pada Rabu, 10 Juli 2019.
Ahok mengatakan sebelum direvitalisasi, Lapangan Banteng terkesan kumuh.
Patung Pembebasan Irian Barat yang tepat berada di tengah Lapangan
Banteng, menurut Ahok, seperti tak muncul alias tenggelam oleh bangunan
di sekitarnya. Padahal patung tersebut mengartikan kebebasan dan harga
mati NKRI.
Karena itu, Ahok mengatakan saat revitalisasi, ia ingin patung tersebut
dinaikkan agar pesan tersebut kembali muncul. "Semangat mempertahankan
NKRI itu harus ada, tak boleh sejengkal tanah pun lo boleh ambil dari
kita. Lo ambil kita sikat," ujarnya.
Satu bagian dari Lapangan Banteng pasca revitalisasi, Rabu 25 Juli 2018.
Tempo/M. Baskhoro W.D.
Proyek revitalisasi Lapangan Banteng telah dicanangkan sejak 2016 saat
Ahok masih menjabat, namun pengerjaannya baru dimulai pada November
2017. Usai revitalisasi, lapangan ini diresmikan serta dibuka kembali
pada Juli 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dinas Kehutanan DKI mengatakan proyek itu memakan biaya Rp 60 miliar,
yang sepenuhnya ditanggung pihak swasta melalui skema kompensasi
pelampauan koefisien lantai bangunan dan dana corporate social
responsibility (CSR).
ADVERTISEMENT
Usai revitalisasi, Patung Irian Barat kini dilengkapi dengan bangunan
berbentuk setengah lingkaran yang difungsikan sebagai ampiteater. Area
monumen bersejarah itu juga dilengkapi dengan kolam serta pelataran yang
difungsikan untuk berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan, seperti
konser musik.
Baca:Heboh Ahok Muncul di Stasiun MRT, Netizen: Kangeen
<https://metro.tempo.co/read/1221888/heboh-ahok-muncul-di-stasiun-mrt-netizen-kangeen>
Saat ini, Lapangan Banteng dibuka pada 05.00 - 22.00 setiap hari. Selain
itu, akan ada pertunjukan air mancur menari disertai pancaran laser
setiap Sabtu dan Minggu malam pukul 19.30, 20.30, dan 21.30. Durasi dari
pertunjukan itu adalah 30 menit.
Taman yang ada di dalam Lapangan Banteng juga dilengkapi dengan
fasilitas olahraga. Masyarakat yang ingin melakukan kegiatan gym
sederhana, dapat mencobanya di sini. Di malam hari, taman di Lapangan
Banteng disinari dengan lampu LED yang memiliki motif unik berbentuk daun.
Selain berkeliling melihat-lihat Lapangan Banteng yang sudah
direvitalisasi,Ahok <https://www.tempo.co/tag/ahok> sempat bertemu
dengan pedagang kerak telor. Ia sempat berbincang dan memasarkan produk
kerak telor yang pernah ia ajak berdagang di Balai Kota kala ia menjabat.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com